Mencoba Echoes of Aincrad, Gimana Rasanya Game SAO Baru Ini?

- Echoes of Aincrad menghadirkan pengalaman baru di dunia SAO dengan karakter orisinal yang bisa dikustomisasi, memberi sudut pandang berbeda dari kisah Kirito.
- Gameplay action RPG-nya terasa solid dan mudah dipahami, namun belum menawarkan elemen unik yang benar-benar membedakannya dari game sejenis.
- Dari sisi visual dan atmosfer, game ini sukses menangkap nuansa khas Aincrad, sementara Death Game Mode menjanjikan tantangan ekstrem bagi pemain.
Redaksi Duniaku.com termasuk yang mendapat kesempatan menjajal lebih awal Echoes of Aincrad.
Seperti apa rasanya memainkan game yang mengambil latar Aincrad, namun kali ini bukan dari sudut pandang Kirito?
Berikut kesan pertama kami!
Table of Content
1. Karakter orisinal di dunia yang familier

Bagi penggemar Sword Art Online, premis Echoes of Aincrad tentu sudah sangat familier. Ribuan pemain terjebak di dalam game dan tidak bisa melakukan log out. Lebih buruk lagi, kematian di dalam game berarti kematian di dunia nyata.
Satu-satunya harapan untuk selamat adalah menaklukkan seluruh 100 lantai Aincrad.
Namun ada satu perbedaan besar kali ini: kamu bukan Kirito.
Pemain akan mengendalikan karakter orisinal yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan. Dengan begitu, sudut pandang yang ditawarkan pun otomatis berbeda dari cerita SAO yang selama ini dikenal.
Pendekatan ini terasa cukup menarik. Justru karena banyak pemain sudah mengetahui kisah Kirito, muncul rasa penasaran untuk melihat bagaimana rasanya menjalani tragedi Aincrad sebagai salah satu "pemain biasa" yang juga berjuang bertahan hidup di dunia tersebut.
2. Gameplay yang mudah dipahami, meski belum terasa istimewa

Echoes of Aincrad mengusung gameplay action RPG.
Pemain dapat mengombinasikan light attack dan heavy attack untuk menghadapi musuh, menggunakan berbagai tipe senjata yang tersedia. Saat menghadapi serangan lawan, pemain bisa melakukan parry atau dodge, meski keduanya akan menguras stamina sehingga tidak bisa digunakan sembarangan.
Game ini juga menghadirkan sistem Switch yang menjadi salah satu fitur utamanya. Berdasarkan penjelasan resmi Bandai Namco, sistem ini memungkinkan pemain bekerja sama dengan partner untuk merangkai serangan, bertukar peran dalam pertempuran, hingga membagi damage yang diterima.
Setiap partner juga memiliki Special Skill unik yang mendorong pemain untuk memanfaatkan kemampuan mereka secara strategis.
Dalam sesi hands-on yang saya ikuti, Bandai Namco Entertainment Asia menyediakan beberapa save file dengan kondisi berbeda agar peserta dapat mencoba berbagai situasi gameplay.
Dari pengalaman tersebut, gameplay Echoes of Aincrad terasa cukup solid dan mudah dipelajari. Tingkat kesulitannya juga tidak terasa terlalu menekan, setidaknya dalam build yang saya coba.
Namun di saat yang sama, saya belum menemukan elemen yang benar-benar membuat sistem pertarungannya terasa spesial atau berbeda dibanding banyak action RPG lain di pasaran.
Gameplay-nya tetap menyenangkan dan fungsional untuk mendukung petualangan di Aincrad, tetapi sejauh ini belum menjadi aspek yang paling menonjol dari game ini.
3. Dunia game-nya terasa cukup meyakinkan

Selain mencoba pertarungan, dua skenario yang tersedia juga memberi kesempatan untuk menjelajahi sebagian dunia game.
Dari sisi visual dan desain dunia, Echoes of Aincrad cukup berhasil menghadirkan nuansa yang identik dengan Sword Art Online. Lingkungan, karakter, hingga atmosfernya terasa familier bagi penggemar seri ini.
Bagi mereka yang sejak lama ingin menjelajahi Aincrad dari sudut pandang sendiri, game ini tampaknya mampu menghadirkan fantasi tersebut dengan cukup baik.
4. Kesan sementara

Dari sesi hands-on singkat ini, Echoes of Aincrad terasa berpotensi menjadi pengalaman yang cukup segar bagi penggemar Sword Art Online.
Keputusan untuk menghadirkan protagonis baru menjadi daya tarik tersendiri. Meski latarnya tetap berada di kisah SAO yang paling ikonik, perspektif yang berbeda membuat pengalaman bermain terasa memiliki identitas sendiri.
Desain dunia dan presentasinya juga cukup berhasil menangkap nuansa khas SAO yang selama ini disukai para penggemarnya.
Sementara itu, gameplay-nya sejauh ini terasa "cukup baik." Mungkin belum cukup kuat untuk menjadi alasan utama membeli game ini, tetapi juga tidak terlihat akan menghambat pemain menikmati petualangan mereka di Aincrad.
Justru fitur yang paling membuat penasaran adalah Death Game Mode.
Saya belum sempat mencobanya dalam sesi hands-on ini, tetapi mode opsional tersebut berpotensi menjadi pembeda terbesar Echoes of Aincrad dibanding game SAO lainnya.
Dalam mode ini, kematian bukan sekadar kehilangan progres sementara. Jika karakter mati, seluruh save data dan pencapaian pemain akan terhapus secara permanen. Artinya, pemain harus memulai semuanya dari awal dengan karakter baru.
Konsep tersebut memang terdengar kejam, tetapi juga terasa sangat selaras dengan premis asli Sword Art Online.
Jika mode ini berhasil dieksekusi dengan baik, Death Game Mode bisa menjadi elemen yang akhirnya membuat perjalanan menaklukkan Aincrad terasa benar-benar menegangkan.

















