Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Review Game Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties, Ketika Sang Naga Menjadi Ayah

ss_a0751c8f4adedccafc6ce8de3d09f3147e1c1ff7.1920x1080.jpg
Dok. Ryu Ga Gotoku Studio (Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties)
Intinya sih...
  • Kedamaian yang Terus Diteror
  • Dewasa tapi Tidak Selalu Tajam
  • Dark Ties: Yoshitaka Mine sebagai Tragedi Utama
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties, Kazuma Kiryu ditampilkan di titik hidup yang jarang diberikan ruang dalam game aksi: fase kelelahan. Ia bukan lagi legenda yang haus pembuktian, melainkan pria yang ingin hidup tenang setelah terlalu lama bertahan di dunia yang penuh kekerasan. Keputusan Kiryu untuk mengurus panti asuhan Morning Glory di Okinawa bukan sekadar latar cerita, tetapi inti tematik dari seluruh pengalaman bermain.

Game ini sengaja membuka cerita dengan rutinitas sederhana. Kiryu membantu anak-anak menghadapi masalah kecil, menenangkan konflik sepele, dan menjalani hari-hari yang nyaris membosankan. Namun di situlah kekuatannya. Kiwami 3 membangun empati bukan lewat tragedi besar, melainkan lewat keseharian yang rapuh. Pemain dibuat memahami apa yang sedang Kiryu lindungi, sehingga ketika masa lalu kembali menghampiri, dampaknya terasa jauh lebih menyakitkan.

Sebagai remake, Kiwami 3 tidak mencoba mengubah arah cerita ini agar lebih “seru”. Ia justru mempertahankan pendekatan sunyi tersebut, meskipun sadar risikonya: tidak semua pemain datang ke Yakuza untuk cerita tentang mengurus anak.

1. Kedamaian yang Terus Diteror Masa Lalu

ss_d62e25ee9f0e555c215d6b2ee6d71bb53b44f491.1920x1080.jpg
Dok. Ryu Ga Gotoku Studio (Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties)

Okinawa bukan sekadar lokasi baru, melainkan simbol jeda. Berbeda dengan Kamurocho yang penuh neon dan konflik, Okinawa hadir dengan warna hangat, laut terbuka, dan ritme hidup yang lambat. Secara atmosfer, setting ini berhasil menegaskan kontras antara kehidupan lama Kiryu dan kehidupan yang ia inginkan.

Namun pacing yang mengikuti suasana Okinawa inilah yang menjadi titik paling kontroversial. Jam-jam awal permainan terasa panjang, minim konflik, dan penuh aktivitas yang tidak memberikan imbalan gameplay signifikan. Bagi sebagian pemain, ini terasa seperti penghambat alur. Bahkan dalam versi remake, masalah pacing ini tidak banyak disesuaikan.

Di sisi lain, bagi pemain yang bersedia bersabar, pendekatan ini justru memperkuat narasi. Ketika ancaman akhirnya datang, ia terasa seperti perusakan terhadap sesuatu yang benar-benar hidup. Kiwami 3 meminta pemain memilih: menerima ritmenya, atau menolaknya sejak awal.

2. Dewasa tapi Tidak Selalu Tajam

ss_ba732b95bcacaf8be1e93757deb185452b404294.1920x1080.jpg
Dok. Ryu Ga Gotoku Studio (Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties)

Saat cerita bergerak kembali ke konflik Tojo Clan, Yakuza Kiwami 3 menampilkan wajah dunia yakuza yang lebih dingin dan politis. Tidak ada lagi konflik sederhana antara baik dan jahat. Sebaliknya, pemain dihadapkan pada kompromi, kepentingan, dan keputusan yang jarang memberi hasil memuaskan.

Narasi politik ini terasa lebih dewasa dibanding seri Yakuza awal, tetapi juga memperlihatkan usianya. Beberapa dialog terlalu panjang, eksposisi disampaikan secara kaku, dan struktur misi terasa repetitif. Remake ini memilih setia pada cerita orisinil, termasuk kelemahan cara penyampaiannya.

Namun, kekuatan utamanya tetap terletak pada konsekuensi. Tidak ada kemenangan yang benar-benar bersih. Setiap konflik meninggalkan bekas, baik bagi Kiryu maupun orang-orang di sekitarnya. Dunia yang ia hadapi bukan lagi arena pembuktian diri, melainkan labirin tanpa jalan keluar jelas.

3. Dark Ties: Yoshitaka Mine sebagai Tragedi Utama

ss_4a751cbc7f35504b5a60683e89ef57abc1a5e4a1.1920x1080.jpg
Dok. Ryu Ga Gotoku Studio (Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties)

Dark Ties adalah ide yang kuat sejak awal. Memberi sudut pandang pada Yoshitaka Mine berarti membuka ruang untuk memahami antagonis sebagai manusia, bukan sekadar rintangan. Dalam Dark Ties, Mine digambarkan sebagai sosok yang percaya bahwa kekuatan dan kendali adalah satu-satunya cara bertahan hidup.

Gameplay Mine yang agresif dan cepat mencerminkan filosofi tersebut. Ia tidak memberi ruang bagi refleksi, berbeda dengan Kiryu. Namun di sinilah keterbatasannya mulai terasa. Ceritanya singkat, eksplorasi karakternya terbatas, dan struktur misinya cepat terasa repetitif.

Dark Ties memang memperkaya konteks konflik utama, tetapi tidak cukup kuat untuk berdiri sendiri. Ia terasa seperti epilog emosional, bukan bab baru yang benar-benar mendalam. Sebuah tambahan yang menarik, tetapi juga mengingatkan bahwa potensinya jauh lebih besar dari yang diwujudkan.

4. Disempurnakan, Bukan Direvolusi

ss_f6d5496302d2de4c46d55e782221f7e6f0f03ffb.1920x1080.jpg
Dok. Ryu Ga Gotoku Studio (Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties)

Sebagai remake, peningkatan visual di Kiwami 3 bersifat selektif. Model karakter utama dan pencahayaan terlihat lebih bersih dan modern, tetapi banyak elemen lama yang tetap dipertahankan. Animasi, NPC, dan detail lingkungan tertentu masih terasa berasal dari generasi sebelumnya.

Pendekatan ini membuat Kiwami 3 terasa konsisten secara estetika, tetapi kurang mengesankan secara teknis. Ini bukan remake yang mengejar standar visual tertinggi, melainkan yang fokus menjaga identitas aslinya.

Musik mengikuti filosofi serupa. Tidak ada perubahan besar atau pendekatan baru yang mencolok. Soundtrack lama tetap digunakan dengan kualitas audio yang disesuaikan. Musik bekerja efektif dalam membangun suasana, tetapi tidak menjadi daya tarik utama.

Sistem pertarungan di Kiwami 3 disesuaikan agar lebih nyaman dimainkan, tetapi fondasi desain lamanya masih jelas terasa. Pola musuh, variasi pertempuran, dan struktur misi tidak sefleksibel seri Yakuza yang lebih baru.

Bagi penggemar lama, ini adalah nostalgia yang bisa diterima. Bagi pemain baru, gameplay-nya bisa terasa kaku dan kurang intuitif. Remake ini memperhalus, bukan membangun ulang.

5. Pelajaran Mengenai Melepaskan, Bukan Menang!

ss_9cba6bf65a0beef3fe9d84599989fa573efcdfb4.1920x1080.jpg
Dok. Ryu Ga Gotoku Studio (Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties)

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties adalah remake yang berani jujur pada sumber aslinya, bahkan ketika kejujuran itu berarti mempertahankan kelemahan lama. Ia unggul dalam tema, emosi, dan karakterisasi Kiryu, tetapi tertinggal dalam pacing, penyempurnaan gameplay, dan kedalaman konten tambahan.

Ini bukan game Yakuza terbaik untuk memulai, dan bukan pula yang paling memuaskan secara teknis. Namun sebagai potret Kazuma Kiryu di titik hidup paling rapuh, Kiwami 3 tetap menjadi salah satu bab paling penting dan paling pahit dalam seri Yakuza.

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties
3/5

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties adalah remake dari Yakuza 3 yang menyorot sisi paling manusiawi Kazuma Kiryu. Kini jauh dari hiruk-pikuk Kamurocho, Kiryu mencoba hidup tenang dengan mengelola panti asuhan Morning Glory di Okinawa, sebelum masa lalunya kembali menyeretnya ke dunia kriminal. Game ini menampilkan cerita yang lebih personal dan ritme yang lambat, berfokus pada hubungan, tanggung jawab, dan konsekuensi pilihan hidup. Konflik Tojo Clan hadir dengan pendekatan yang lebih dewasa, menekankan drama karakter ketimbang aksi tanpa henti. Konten tambahan Dark Ties menghadirkan sudut pandang Yoshitaka Mine, memperkaya konflik utama dengan perspektif antagonis. Dengan peningkatan visual dan penyesuaian gameplay yang setia pada desain orisinilnya, Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties menawarkan pengalaman yang lebih reflektif bagi pemain yang mengutamakan cerita.

Genre

Action

Developers

Ryu Ga Gotoku Studio

Publisher

SEGA

Platform

Switch 2, XBOX X/S, PS4, PS5, Steam

Price

Rp. NaN

Minimum Requirement Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties

Operating System

Windows 11

Processor

Intel Core i3-8100,3.6GHz or AMD Ryzen 3 2300X,3.5GHz

Memory

8 GB RAM

GPU

NVIDIA GeForce GTX1650,4GB or AMD Radeon RX6400,4GB or Intel Arc A380,6GB

DirectX

Version 12

Storage

58 GB available space

Galeri Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Game

See More

Review Game Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties, Ketika Sang Naga Menjadi Ayah

11 Feb 2026, 09:00 WIBGame