- Double Gald
- Double hingga Triple EXP
- Penambahan Max HP
- Beragam opsi penyesuaian gaya bermain
Review Game Tales of Berseria (Remastered), Kisah Balas Dendam Velvet

- Tales of Berseria Remastered hadir dengan peningkatan kenyamanan bermain seperti Grade Shop sejak awal, autosave, opsi encounter toggle, dan akses sebagian besar DLC untuk pengalaman lebih fleksibel.
- Cerita tetap jadi kekuatan utama lewat karakter Velvet Crowe yang kompleks dan konflik moral abu-abu, menghadirkan nuansa narasi lebih dewasa dibanding kisah pahlawan klasik.
- Sistem pertarungan Liberation-LMBS masih seru dan taktis, meski visual serta desain dungeon menunjukkan usia game; remaster ini fokus pada penyempurnaan QoL ketimbang perubahan besar.
Kami dari Duniaku.com mendapat kesempatan mencoba lebih awal versi remastered dari salah satu seri Tales yang paling dikenang di luar Jepang: Tales of Berseria.
Apakah versi ini sekadar polesan ulang, atau benar-benar memberi pengalaman yang lebih baik?
Mari kita bahas.
1. Apa Saja yang Baru?

Pertanyaan pertama tentu soal peningkatan.
Seperti remaster seri Tales sebelumnya, peningkatan paling terasa ada pada aspek quality of life (QoL).
Salah satu yang paling signifikan adalah Grade Shop sudah terbuka sejak awal permainan, mirip pendekatan yang pernah digunakan pada seri seperti Tales of Xillia. Pemain langsung mendapat Grade cukup besar (sekitar 11200) untuk mengaktifkan berbagai fitur seperti:
Selain itu, kini tersedia:
- Ikon destinasi tujuan
- Opsi toggle battle encounter
- Autosave
- Fitur Retry saat kalah
- Peningkatan kecepatan gerak karakter hingga sekitar 20% (berdasarkan informasi resmi Bandai Namco)
Sebagian besar DLC dari versi orisinal juga dapat diakses, meski tidak semuanya disertakan.
Pada dasarnya, semua tambahan ini hadir untuk membuat pengalaman bermain terasa lebih nyaman dan fleksibel, terutama bagi pemain baru.
2. Cerita dan Karakter Tetap Jadi Kekuatan Utama

Sejak versi orisinalnya, Tales of Berseria sudah dikenal karena kekuatan cerita dan karakternya.
Tiga jam pertama permainan sudah menegaskan beberapa hal penting:
- Velvet Crowe sebagai tokoh utama memiliki motivasi balas dendam yang kuat dan masuk akal.
- Ia masih menyimpan sisi lembut, tetapi bersedia melakukan apa pun demi tujuannya, bahkan jika itu menyakiti pihak yang tak bersalah.
- Kelompok antagonis pun tidak sepenuhnya bisa dianggap “benar”. Situasi di kota Hellawes, salah satu kota paling awal yang kamu kunjungi, dan perlakuan terhadap para malak memberi gambaran awal bahwa konflik ini bukan hitam-putih.
Menariknya, kelompok Velvet sendiri diisi oleh karakter-karakter dengan latar belakang bermasalah: bajak laut, daemon, hingga penyihir dengan moralitas ambigu.
Sepanjang permainan, pemain akan terus mempertanyakan: Apakah yang dilakukan Velvet benar?
Dan pada titik tertentu, muncul kesadaran bahwa prinsip “melakukan apa pun demi tujuan” mungkin juga dianut oleh pihak yang ia lawan.
Pendekatan ini terasa berbeda dari kisah klasik sekelompok pahlawan idealis. Bagi pemain yang lebih menyukai protagonis konvensional, karakter Velvet mungkin terasa kurang simpatik. Namun justru konflik batin dan kompleksitas inilah yang membuat penyajiannya terasa lebih dewasa dan memikat.
3. Combat yang Tetap Memikat

Sistem pertempuran game ini menggunakan sistem yang namanya Liberation-LMBS (Linear Motion Battle System), varian khas seri Tales.
Secara teknis, sistem ini masih berbasis turn-based, namun terasa seperti action karena:
- Karakter dapat bergerak bebas di arena
- Kombinasi serangan fisik dan Artes bisa dirangkai secara fleksibel
- Soul Gauge menentukan panjang combo dan ritme serangan
Di awal permainan, pemain mungkin bisa menang hanya dengan menekan tombol berulang. Namun seiring progres, pendekatan taktis dan pemahaman kombo menjadi jauh lebih penting.
Ketika berhasil menemukan rangkaian kombo yang efektif, terutama menggunakan Velvet, pertarungan terasa sangat memuaskan.
Selain cerita dan karakter, combat tetap menjadi salah satu daya tarik utama game ini.
4. Remaster Tidak Menghapus Semua Kelemahan Lama

Namun, perlu diakui: ini tetap remaster dari game yang awalnya dirilis di era PS3 dan PS4.
Secara visual, peningkatannya tidak terlalu drastis. Saat dimainkan di PS5, kesan “game generasi lama” masih terasa, terutama dari segi tekstur dan detail lingkungan.
Beberapa kelemahan orisinal juga masih ada, seperti:
- Desain dungeon yang cenderung linear dan repetitif
- Environment kota dan world map yang terasa hambar
- Backtracking yang cukup sering
Dalam konteks ini, keputusan membuka Grade Shop sejak awal dan memberi opsi mematikan encounter terasa seperti solusi untuk mengurangi potensi grind dan repetisi.
Dengan kata lain, pemain bisa lebih fokus menikmati cerita dan interaksi karakter, sambil meminimalkan gangguan dari aspek gameplay yang kurang kuat.
5. Jadi, Apakah Layak Dimainkan?

Bagi penggemar JRPG yang mencari cerita dengan nuansa lebih gelap dan pengolahan karakter yang dewasa, Tales of Berseria sejak awal sudah merupakan pilihan yang sangat baik.
Versi remaster ini membuat pengalaman tersebut lebih nyaman dan fleksibel, terutama untuk pemain baru.
Namun, ia tetap membawa keterbatasan teknis dan desain dari versi lamanya.
Secara pribadi, versi orisinal dulu saya beri nilai 4 dari 5 bintang.
Untuk versi remaster ini, saya cenderung memberi 3,5 dari 5 bintang.
Bukan karena ceritanya melemah, melainkan karena peningkatannya terasa lebih sebagai penyempurnaan kenyamanan, bukan transformasi besar.
Meski begitu, bagi yang belum pernah mencoba Tales of Berseria, versi ini adalah cara paling lengkap dan nyaman untuk menikmatinya!
Tales of Berseria kembali dengan peningkatan kenyamanan bermain dan berbagai penyempurnaan quality-of-life! Ikuti perjalanan balas dendam Velvet bersama para rekan eksentriknya saat mereka berlayar menembus kepulauan yang membentuk Kerajaan Midgand.
| Genre | RPG |
| Developers | D.A.G Inc. |
| Publisher | Bandai Namco Entertainment Inc. |
| Platform | Nintendo Switch™, PlayStation®5, Xbox Series X|S, PC via Steam® |
| Price | Rp. NaN |
System Requirements Tales of Berseria Remastered PC
Operating System | Windows 11 (64-bit) |
|---|---|
Processor | Intel Core i3-8100 / AMD Ryzen 3 3100 |
Memory | 8 GB RAM |
GPU | VIDIA GeForce GTX 650 (1 GB) / AMD Radeon HD 7770 (2 GB) / Intel Arc A310 (4 GB) |
DirectX | Version 12 |
Storage | 19 GB available space |


















