Stranger Than Heaven (Dok. SEGA)
Salah satu tantangan terbesar dalam membuat Makoto Daito adalah rentang perjalanan hidupnya. Pemain tidak hanya mengikuti satu periode penting dalam hidupnya, tetapi melihat bagaimana dirinya berkembang seiring waktu.
Makoto memiliki darah Jepang-Amerika dan datang ke Jepang pada 1915. Latar belakang tersebut membuatnya berada dalam posisi yang berbeda dari karakter-karakter utama RGG Studio sebelumnya.
Abe menjelaskan bahwa tim ingin perkembangan Makoto terasa dalam berbagai aspek, bukan hanya melalui perubahan usia.
“Kami ingin menunjukkan perkembangan Makoto melalui kemampuan bahasa Jepang dan kemampuan bertarungnya. Keduanya berkembang seiring perjalanan hidupnya.”
Makoto pada awal cerita belum memiliki kemampuan bahasa Jepang yang sempurna dan juga bukan seorang petarung hebat. Seiring waktu, pengalaman yang ia dapatkan akan membentuk dirinya.
Bagi Abe, aspek tersebut penting karena perjalanan Makoto memang menjadi inti dari Stranger Than Heaven. Ia bukan karakter yang sudah selesai sejak awal cerita, melainkan seseorang yang dibentuk oleh berbagai pengalaman yang dilewatinya.
Latar belakang Jepang-Amerika Makoto juga menjadi bagian dari tantangan tersebut. Abe sendiri pernah tinggal di Amerika dan Australia, sehingga ia memiliki pengalaman mengenai hidup di lingkungan yang berbeda dari negara asalnya.
“Saya pernah tinggal di Amerika dan Australia, jadi saya bisa sedikit memahami perspektif Makoto sebagai seseorang yang memiliki latar belakang berbeda dan mencoba menemukan tempatnya.”
Hal tersebut kemudian ikut memengaruhi bagaimana tim menggambarkan cara Makoto berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.