Peter Parker alias Spider-Man (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)
Perubahan yang dialami Peter di Brand New Day terasa sebagai sesuatu yang alami. Seolah-olah semakin dewasa Peter, semakin kuat pula sisi laba-labanya berkembang. Apalagi ketika ia ada di titik emosional sulit.
Karena itulah konflik film menjadi sangat personal.
Peter bukan hanya mempertanyakan bagaimana cara menghentikan perubahan tersebut, tetapi kemudian, seiring interaksi dengan karakter lain, dibawa memahami siapa dirinya sebenarnya. Apakah ia masih seorang manusia yang memiliki kekuatan laba-laba? Ataukah ia perlahan berubah menjadi makhluk laba-laba yang kebetulan masih memiliki sisi manusia?
Konflik seperti ini bersifat internal dan introspektif.
Jika Symbiote hadir, fokus konflik kemungkinan akan bergeser. Soalnya, Symbiote adalah faktor eksternal yang memang dikenal mampu memperbesar amarah, ego, dan emosi negatif penggunanya.
Akibatnya, pertanyaan yang semula berbunyi: "Peter ingin menjadi sosok seperti apa?"
Berpotensi berubah menjadi: "Bagaimana Peter bisa melepaskan Symbiote dari tubuhnya?"
Keduanya sama-sama menarik, tetapi membahas hal yang berbeda.