Cyclops (dok. 20th Century Fox/X-Men: The Last Stand)
Ini masalah teknis yang cukup unik untuk Cyclops.
Dalam akting, gerakan mata saja bisa memberikan banyak informasi: tatapan, arah pandangan, ekspresi ketika seseorang terkejut, marah, takut, atau sedang mencoba membaca situasi.
Masalahnya, Cyclops hampir sepanjang waktu menggunakan visor atau kacamata khusus yang menutupi mata aktornya.
Artinya, aktor harus menemukan cara lain untuk menyampaikan emosi.
Dan sejauh ini, kedua versi live-action Cyclops terasa belum sepenuhnya berhasil menyajikan karakter Cyclops dengan keterbatasan ini.
Ini bukan berarti James Marsden atau Tye Sheridan tidak bisa berakting.
Justru tantangannya adalah karakter tersebut memiliki keterbatasan visual yang tidak dimiliki kebanyakan karakter lain.
Karena itu saya cukup penasaran dengan Kit Connor.
Kalau MCU benar-benar ingin menjadikan Cyclops sebagai salah satu pusat X-Men, dia harus menemukan cara membuat Scott terasa karismatik, tegas, emosional, sekaligus manusiawi, bahkan ketika sebagian besar ekspresi matanya tidak bisa terlihat.
Dan kalau Marvel berhasil melakukan itu?
Kita akhirnya mungkin mendapatkan sesuatu yang belum pernah benar-benar diberikan film X-Men sebelumnya:
Cyclops yang terasa seperti Cyclops, bukan sekadar karakter kelewat serius, tanpa karakteristik menonjol selain optic blast.