Kok Punisher Lebih Mudah Akrab dengan Spider-Man Ketimbang Daredevil?

- Punisher dan Daredevil memulai hubungan saat Frank Castle masih dilanda balas dendam, sehingga konflik moral dan perdebatan soal cara melawan kejahatan terus mendominasi hubungan mereka.
- Spider-Man diduga mengenal Frank setelah konflik besarnya mereda; Peter memilih menghentikan aksi mematikan Frank secara langsung tanpa menguliahi, lalu tetap bisa bekerja sama.
- Meski berbeda metode, Spider-Man dan Punisher sama-sama fokus melindungi warga rentan; Frank tetap pada prinsipnya, tetapi lebih mudah menerima kerja sama tanpa debat berkepanjangan.
Punisher versi Jon Bernthal punya hubungan yang menarik dengan dua hero jalanan Marvel: Daredevil dan Spider-Man.
Dengan Daredevil, hubungan mereka berawal dari konflik yang sangat tajam. Meski pada akhir Daredevil Season 2 keduanya mulai saling menghormati, perbedaan cara pandang mereka tidak pernah benar-benar hilang.
Spider-Man pun sebenarnya tidak sejalan dengan Frank Castle. Peter Parker sebisa mungkin menghindari membunuh musuh, sementara Frank hampir selalu menganggap peluru tajam sebagai solusi terbaik.
Namun yang menarik...
Di Spider-Man: Brand New Day, Frank justru terasa lebih mudah akrab dengan Spider-Man dibandingkan dengan Daredevil.
Marvel belum memberikan penjelasan pasti mengenai hal ini. Tapi kalau melihat perjalanan kedua karakter, ada beberapa teori yang cukup masuk akal.
Table of Content
1. Frank bertemu Daredevil di masa paling gelap dalam hidupnya

Ketika pertama kali bertemu Matt Murdock di Daredevil Season 2, Frank Castle masih berada di tengah aksi balas dendam terhadap semua pihak yang terlibat dalam kematian keluarganya.
Kondisi mentalnya saat itu jelas belum stabil.
Tidak heran kalau setiap percakapan dengan Matt akhirnya berubah menjadi perdebatan panjang soal moralitas dan cara mereka menghadapi kejahatan.
Untuk Spider-Man, petunjuk mengenai insiden di Staten Island menunjukkan bahwa Frank kemungkinan sudah mengenal Spider-Man jauh sebelum peristiwa Brand New Day.
Namun secara timeline, diduga pertemuan itu terjadi setelah Frank melewati konflik besar dengan Kolonel Ray Schoonover maupun Billy Russo.
Artinya, Spider-Man mungkin mengenal Frank yang sudah jauh lebih tenang dibanding Daredevil ketika pertama kali bertemu dengannya.
2. Spider-Man lebih banyak bertindak daripada berdebat

Spider-Man dan Daredevil sama-sama sebisa mungkin menghindari membunuh lawan.
Namun cara mereka menghadapi Frank berbeda.
Matt Murdock hampir selalu mencoba menantang cara berpikir Frank. Bahkan di Daredevil: Born Again, keduanya masih terlibat perdebatan ketika berada di ruangan yang sama.
Spider-Man justru mengambil pendekatan yang berbeda.
Di Brand New Day, Peter tampaknya sudah memahami bahwa Frank akan mencoba membunuh lawannya.
Karena itu, alih-alih berdebat panjang, Peter memilih menghentikannya secara langsung. Ia menyumbat senjata Frank, lalu menghajarnya bila perlu.
Tetapi setelah ancaman selesai, ia tidak berusaha menguliahi Frank.
Bisa jadi pendekatan seperti ini justru membuat Frank lebih mudah menerima kehadiran Spider-Man.
3. Spider-Man terasa lebih konsisten di mata Frank?

Ini tentu hanya teori.
Spider-Man adalah sosok yang sangat kuat. Namun justru karena itu, ia hampir selalu menahan diri ketika menghadapi penjahat jalanan.
Momen Peter benar-benar kehilangan kendali sangat jarang terjadi. Salah satu contoh paling terkenal adalah ketika ia hampir membunuh Green Goblin di Spider-Man: No Way Home.
Daredevil memiliki dinamika yang berbeda.
Keyakinan agamanya membuat Matt berusaha keras untuk tidak membunuh.
Namun siapa pun yang pernah melihat cara Daredevil bertarung tahu bahwa lawan-lawannya sering kali berakhir di rumah sakit dengan kondisi mengenaskan.
Dari sudut pandang Frank, mungkin ada kesan bahwa Spider-Man lebih konsisten dengan prinsipnya. Kalau Peter berkata ia tidak ingin membunuh, ia benar-benar berusaha menahan diri sampai batas maksimal.
Sedangkan Matt terkadang terlihat berada di wilayah abu-abu.
Sekali lagi, ini hanya dugaan. Namun bisa jadi hal itu ikut memengaruhi cara Frank memandang kedua hero tersebut.
4. Frank memang punya kelemahan terhadap anak-anak

Meski di Brand New Day Peter Parker sudah jauh lebih dewasa, Spider-Man masih memancarkan kesan sebagai sosok yang muda dan penuh semangat.
Apalagi bagi orang yang tidak mengetahui identitas asli di balik topengnya. Jadi ada kemungkinan awalnya Frank merasa Peter lebih muda dari seharusnya.
Sementara itu, Frank Castle sejak lama diperlihatkan sangat sensitif terhadap anak-anak.
Kasus yang melibatkan korban anak hampir selalu menjadi pemicu kemarahan terbesarnya.
Kalau Frank memang memandang Spider-Man sebagai "anak muda" yang sedang berusaha melakukan hal benar, bukan tidak mungkin ia secara naluriah menjadi lebih sabar dan lebih toleran terhadap Peter dibanding kepada Matt Murdock yang jelas-jelas sudah dewasa, dan bahkan mungkin lebih dekat selisih usianya.
Jadi, mana yang lebih dekat dengan Frank?

Yang menarik, Spider-Man tidak pernah benar-benar mengubah prinsip Frank.
Frank tetap membawa senapan mesin, tetap membawa sniper rifle, tetap menganggap membunuh sebagai solusi yang sah.
Namun Spider-Man tampaknya berhasil melakukan sesuatu yang bahkan Daredevil cukup sering kesulitan lakukan: ia membuat Frank mau bekerja sama tanpa harus terus-menerus memperdebatkan siapa yang paling benar.
Dan mungkin justru di situlah letak unik hubungan mereka. Mereka tidak pernah benar-benar sepakat soal metode, tetapi mereka sama-sama memahami bahwa tujuan mereka adalah melindungi orang-orang yang tidak mampu melindungi diri sendiri.


















