Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kekuatan Sutradara Spider-Man BND yang Cocok untuk Film Naruto
(Dok. Sony Pictures/Spider-Man: Brand New Day, Dok. Shueisha, Masashi Kishimoto/Naruto)
  • Destin Daniel Cretton dipercaya Lionsgate menggarap live-action Naruto, setelah menyutradarai Shang-Chi dan Spider-Man: Brand New Day.
  • Rekam jejak Cretton dinilai mampu menjaga protagonis tetap dominan di tengah banyak karakter, sekaligus membangun antagonis kompleks dengan latar emosional.
  • Aksi Cretton memadukan koreografi jelas, unsur fantasi, dan bobot emosional; pendekatan ini dinilai selaras dengan pertarungan serta tema trauma dalam Naruto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Spider-Man: Brand New Day kini sudah tayang di Indonesia.

Menariknya, sutradara film tersebut, Destin Daniel Cretton, juga dipercaya menggarap film live-action Naruto untuk Lionsgate.

Melihat rekam jejaknya di Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings dan Spider-Man: Brand New Day, ada sejumlah kekuatan Cretton yang terasa sangat cocok untuk mengadaptasi dunia Naruto.

Ini beberapa alasan kenapa saya merasa begitu!

1. Banyak karakter, tapi tokoh utama tetap menjadi pusat cerita

Peter Parker alias Spider-Man (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Saat menggarap Shang-Chi, Cretton menghadirkan banyak karakter menarik, termasuk kemunculan Wong dan Abomination yang menjadi fan service bagi penggemar MCU.

Namun hingga akhir film, tidak pernah terasa bahwa Shang-Chi kehilangan sorotan. Film tersebut tetap berfokus pada perjalanan sang protagonis.

Hal serupa kembali ia lakukan di Spider-Man: Brand New Day. Meski dipenuhi karakter penting dengan peran masing-masing, Peter Parker tetap menjadi pusat cerita dari awal hingga akhir.

Kemampuan ini akan sangat berguna untuk Naruto, yang sejak awal memang memiliki deretan karakter ikonik dan lawan-lawan yang tak kalah menarik. Tantangannya adalah memastikan Naruto tetap menjadi tokoh utama di tengah banyaknya karakter kuat, dan Cretton sejauh ini sudah membuktikan mampu melakukannya.

2. Mampu menghadirkan antagonis yang kompleks

Wenwu (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings)

Banyak antagonis terbaik di Naruto bukan sekadar sosok jahat, melainkan karakter dengan latar belakang tragis dan motivasi yang kuat.

Memang, film pertama kemungkinan belum akan sampai ke sosok seperti Pain atau Obito. Namun bahkan karakter awal seperti Zabuza dan Haku pun sudah memiliki kedalaman emosi yang luar biasa.

Cretton sendiri sudah menunjukkan kemampuannya menghadirkan antagonis dengan sisi manusiawi, mulai dari Wenwu di Shang-Chi hingga salah satu antagonis utama di Spider-Man: Brand New Day.

Karena itu, jika diberi kesempatan mengadaptasi karakter-karakter seperti Zabuza, Pain, atau Obito di masa depan, ada alasan untuk optimistis ia mampu menyajikannya secara memikat.

3. Aksi spektakuler yang tetap memiliki "jiwa"

Spider-Man: Brand New Day (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Baik Shang-Chi maupun Spider-Man: Brand New Day menghadirkan adegan aksi yang kreatif dan menghibur.

Namun yang membuat kedua film tersebut menonjol bukan hanya koreografinya. Setiap pertarungan memiliki muatan emosional yang kuat.

Konflik Shang-Chi dengan Wenwu bukan sekadar duel ayah dan anak, sementara perjuangan Peter Parker di Brand New Day juga digerakkan oleh tema kesendirian, kehilangan, dan pentingnya tidak memikul segalanya sendirian.

Pendekatan seperti ini terasa sangat cocok untuk Naruto, yang sejak awal dipenuhi tema tentang kesepian, pencarian jati diri, dan keinginan untuk diakui oleh orang lain.

4. Konsisten menggali emosi dan psikologi karakter

Wenwu dan keluarganya (dok. Marvel Studios/Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings)

Salah satu kekuatan Cretton adalah konsistensinya mengeksplorasi luka batin dan perjalanan mental para karakternya.

Menariknya, pendalaman tersebut tidak hanya diberikan kepada protagonis, tetapi juga kepada para antagonis.

Pendekatan seperti ini sangat sesuai dengan Naruto, di mana konflik emosional sering kali sama pentingnya dengan pertarungan itu sendiri. Banyak karakter di seri tersebut dibentuk oleh trauma, kehilangan, hingga siklus kebencian yang terus berulang.

5. Adegan aksi yang terasa berbobot

Spider-Man vs The Hand (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Tentu kualitas adegan aksi bukan hanya bergantung pada sutradara. Ada tim stunt, koreografer, hingga koordinator aksi yang juga berperan besar.

Meski begitu, film-film Cretton sejauh ini konsisten menghadirkan pertarungan yang memiliki dasar gerakan yang terasa berbobot.

Di Shang-Chi, koreografi bela diri menjadi fondasi utama sebelum dipadukan dengan unsur fantasi. Sementara di Spider-Man: Brand New Day, kelincahan Spider-Man dipadukan dengan penggunaan kekuatan super yang tetap terasa jelas dan mudah diikuti.

Pendekatan semacam ini sangat cocok untuk Naruto. Banyak pertarungan terbaik di serial tersebut menggabungkan koreografi pertarungan yang solid dengan penggunaan ninjutsu, taijutsu, dan kemampuan khusus secara kreatif. Duel seperti Naruto vs Neji maupun Rock Lee vs Gaara menjadi contoh bagaimana aksi fisik dan kekuatan super bisa saling melengkapi.

Setelah melihat Shang-Chi dan Spider-Man: Brand New Day, ada alasan untuk percaya bahwa Cretton bersama timnya memiliki kemampuan untuk menghadirkan keseimbangan serupa dalam film live-action Naruto. Bahkan jika kelak cerita berkembang hingga arc-arc yang lebih besar, fondasi penyutradaraan seperti ini terasa sangat menjanjikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article