Spider-Man vs The Hand (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)
Tentu kualitas adegan aksi bukan hanya bergantung pada sutradara. Ada tim stunt, koreografer, hingga koordinator aksi yang juga berperan besar.
Meski begitu, film-film Cretton sejauh ini konsisten menghadirkan pertarungan yang memiliki dasar gerakan yang terasa berbobot.
Di Shang-Chi, koreografi bela diri menjadi fondasi utama sebelum dipadukan dengan unsur fantasi. Sementara di Spider-Man: Brand New Day, kelincahan Spider-Man dipadukan dengan penggunaan kekuatan super yang tetap terasa jelas dan mudah diikuti.
Pendekatan semacam ini sangat cocok untuk Naruto. Banyak pertarungan terbaik di serial tersebut menggabungkan koreografi pertarungan yang solid dengan penggunaan ninjutsu, taijutsu, dan kemampuan khusus secara kreatif. Duel seperti Naruto vs Neji maupun Rock Lee vs Gaara menjadi contoh bagaimana aksi fisik dan kekuatan super bisa saling melengkapi.
Setelah melihat Shang-Chi dan Spider-Man: Brand New Day, ada alasan untuk percaya bahwa Cretton bersama timnya memiliki kemampuan untuk menghadirkan keseimbangan serupa dalam film live-action Naruto. Bahkan jika kelak cerita berkembang hingga arc-arc yang lebih besar, fondasi penyutradaraan seperti ini terasa sangat menjanjikan.