Spider-Man dan Hulk Brand New Day
Jujur, istilah “test audience tidak suka” kadang punya reputasi lucu.
Ada banyak kasus ketika penonton test screening memprotes sesuatu yang justru kemudian dipertahankan dan dipuji setelah film dirilis.
Misalnya, dalam Superman (2025) karya James Gunn, ada adegan singkat ketika Superman menyempatkan diri menyelamatkan seekor tupai di tengah kekacauan serangan monster kaiju.
Adegan tersebut sempat memicu perdebatan dalam test screening karena sebagian penonton mempertanyakan mengapa Superman membuang waktu untuk menyelamatkan hewan kecil.
Namun adegannya tetap dipertahankan, dan fans malah menyukainya.
Dalam kasus Brand New Day, reaksi test audience justru terasa cukup masuk akal.
Bayangkan setelah sekian lama Hulk kembali ditampilkan sebagai monster yang brutal dan sangat kuat, lalu klimaks pertarungannya berakhir dengan: Spider-Man memakai sarung tangan Shocker, satu pukulan, Hulk KO.
Saya bisa membayangkan internet langsung terbakar. Terutama fans Hulk.
Sebaliknya, versi final mempertahankan kesan bahwa Spider-Man tidak mampu untuk mengalahkan Hulk secara fisik.
Ia hanya menemukan cara untuk membuat Hulk berhenti.
Dan itu malah memberikan sesuatu yang lebih menarik: di balik Savage Hulk yang brutal, masih ada sosok yang mampu mengenali hubungan dan memilih untuk tidak melanjutkan pertarungan.
Jadi untuk sekali ini, mungkin kita bisa berterima kasih kepada test audience.
Mereka membantu memastikan Spider-Man menang tanpa benar-benar mengalahkan Hulk.