Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

4 Hal Menarik dari Teaser X-Men untuk Avengers: Doomsday! Cyclops

Cyclops Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)
Cyclops Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)
Intinya sih...
  • Interaksi Xavier dan Magneto yang ramah
  • Cyclops menggunakan Optic Blast di tengah kehancuran
  • Spekulasi tentang keterlibatan Sentinel dan kemungkinan kembalinya X-Men di Avengers: Doomsday
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejauh ini, rangkaian teaser Avengers: Doomsday jelas bermain di ranah nostalgia. Seri teaser dibuka dengan kembalinya Steve Rogers lewat Chris Evans, lalu dilanjutkan oleh Thor melalui Chris Hemsworth.

Namun teaser kali ini terasa berbeda kelas.

Alih-alih menyorot karakter MCU, Marvel justru membuka pintu nostalgia ke arah lain: era X-Men versi Bryan Singer. Dalam teaser singkat tersebut, kita diperlihatkan tiga sosok ikonik: Charles Xavier yang diperankan Patrick Stewart, Magneto versi Ian McKellen, serta Cyclops yang kembali diperankan James Marsden.

Lantas, apa saja hal menarik dari teaser X-Men ini? Apa maknanya bagi Doomsday, dan sejauh apa peran mutan akan memengaruhi konflik Avengers kali ini?

Mari kita bedah satu per satu.

1. Diawali dengan interaksi Xavier dan Magneto

Magneto Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)
Magneto Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)

Teaser X-Men ini dibuka dengan visual gedung sekolah Xavier yang terlihat sepi.

Di dalam bangunan, dua sosok legendaris bertemu: Charles Xavier dan Magneto, masing-masing kembali diperankan oleh Patrick Stewart dan Ian McKellen.

Magneto versi McKellen kini terlihat jauh lebih renta dibandingkan terakhir kali kita melihatnya di layar lebar, sebuah detail yang nyaris tak terhindarkan, mengingat usia sang aktor yang kini telah memasuki kepala delapan.

Yang menarik, dinamika keduanya sama sekali tidak terasa seperti musuh. Xavier dan Magneto tampak ramah, saling tersenyum.

Ada juga dialog Magneto yang entah dia ucapkan ke Professor X atau ke pihak lain kalau di filmnya, "Kematian akan datang menjemput kita semua, hanya itu yang aku yakini. Pertanyaannya bukanlah apakah kamu siap untuk mati, pertanyaannya adalah, akan jadi siapa dirimu saat menutup mata?"

2. Optic Blast besar-besaran

Cyclops Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)
Cyclops Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)

Setelah pembuka yang damai, teaser lalu bergeser ke adegan yang kontras. Kita melihat Cyclops sendirian di tengah reruntuhan. Lingkungannya porak-poranda. Kita jadi bertanya-tanya: apakah ini X-Mansion yang sama, yang baru saja kita lihat di adegan sebelumnya?

Di latar belakang, tampak kaki-kaki Sentinel menjulang. Kehadirannya menjadi penanda ancaman klasik X-Men: perburuan mutan dalam skala besar oleh mesin anti-mutan berbahaya.

Sorotan utama jelas jatuh pada Cyclops, dan ada satu detail yang langsung mencuri perhatian penggemar lama. Untuk pertama kalinya, James Marsden akhirnya mengenakan kostum Cyclops yang terasa mendekati versi klasik, bahkan mengingatkan pada estetika X-Men '92. Memang tidak sepenuhnya identik, tidak ada kolor kuning, namun nuansanya terasa Cyclops banget.

Namun ini bukan momen heroik yang bersih dan gagah.

Kondisi Cyclops terlihat kacau. Wajahnya kotor, penampilannya berantakan, seolah ia baru saja kehilangan sesuatu yang penting. Di tengah kehancuran, dengan Sentinel berdiri di dekatnya, Cyclops berlutut, menengadah ke langit, menjerit, dan melepaskan Optic Blast masif ke udara.

3. Apa yang terjadi sebenarnya di sini?

Cyclops Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)
Cyclops Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)

Tak bisa dipungkiri, teaser ini langsung memicu gelombang spekulasi.

Pertanyaan paling besar tentu soal siapa di balik kehancuran ini. Kehadiran Sentinel di latar belakang membuka banyak kemungkinan. Salah satunya, dan yang paling menggiurkan secara naratif, adalah keterkaitannya dengan Doctor Doom. Konsep Doom yang mengendalikan atau memanfaatkan Sentinel sebagai alat penindasan mutan terasa masuk akal, sekaligus mengerikan.

Dalam satu langkah, Doom bisa diposisikan sebagai ancaman bersama bagi X-Men, Avengers, dan Fantastic Four. Sentinel adalah senjata yang menarik buat dia.

Namun ada kemungkinan lain. Sentinel juga bisa saja dilepas oleh kubu manusia anti-mutan, konflik klasik X-Men yang tak selalu membutuhkan mastermind kosmik. Jika ini adalah hasil kebencian manusia biasa yang kembali memuncak, maka tragedi yang kita lihat terasa lebih pahit, karena ia lahir dari ketakutan lama yang tak pernah benar-benar mati. Terutama kalau Doom tinggal memanfaatkan kebencian manusia untuk mempermudah rencananya pada X-Men.

Menariknya, teaser X-Men ini juga berbeda dari dua teaser sebelumnya. Tidak ada sorotan eksplisit pada anak. Tidak ada figur yang jelas-jelas menjadi simbol masa depan. Namun justru di situlah muncul spekulasi lain yang lebih kelam.

Bagaimana jika keputusasaan Cyclops, jeritan dan Optic Blast yang ia lepaskan ke langit, lahir dari kehilangan anaknya? Jika Marvel memilih jalur ini, maka nama seperti Rachel Summers langsung terlintas sebagai kemungkinan. Bakal menarik kalau Rachel diculik atau mati.

Dan jika reruntuhan yang kita lihat benar-benar adalah X-Mansion, maka implikasinya semakin berat. Bisa jadi, X-Men yang nantinya terlibat dalam konflik Avengers: Doomsday bukan lagi tim utuh, melainkan sisa-sisa, para penyintas dari sebuah tragedi besar.

4. X-Men akan kembali di Avengers: Doomsday

X-Men akan kembali di Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)
X-Men akan kembali di Avengers: Doomsday. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday)

Pesan penutup teaser sebelumnya, “Steve Rogers will return” dan “Thor will return”, jelas terasa epik. Namun sebagai penonton MCU, kita sebenarnya sudah siap dengan itu. Mereka adalah fondasi semesta ini sejak awal; kembalinya mereka terasa seperti reuni yang memang tinggal menunggu waktu.

Namun teaser X-Men menutup dirinya dengan pesan yang berbeda bobotnya:
“The X-Men will return in Avengers: Doomsday.”

Kalimat ini terasa jauh lebih menghantam karena X-Men (dalam konteks film) selama ini berada di luar semesta MCU. Mereka adalah ikon Marvel dari era yang berbeda, dunia yang terpisah. Pengecualian kecil memang sudah ada, seperti kemunculan Professor X di Doctor Strange in the Multiverse of Madness, tetapi itu lebih terasa sebagai singgahan multiverse ketimbang integrasi penuh.

Kini, lewat Avengers: Doomsday, Marvel menegaskan sesuatu yang lebih besar: X-Men bukan lagi tamu. Mereka hadir sebagai bagian dari konflik utama film Avengers.

Ironisnya, kembalinya ini tidak disajikan dengan kemegahan atau hero shot. Visual yang mendahuluinya justru memperlihatkan kehancuran, kelelahan, dan keputusasaan. Jika X-Men benar-benar akan bertarung di Doomsday, mereka tampaknya datang bukan dalam kondisi ideal, melainkan sebagai penyintas dari tragedi besar.

Dan justru di situlah kekuatannya.

Bukan kembalinya pahlawan di puncak kejayaan, melainkan kembalinya mereka yang sudah kehilangan segalanya, dan tetap memilih untuk bertarung demi hal yang benar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Film

See More

Siapa Bayi Steve Rogers di Teaser Avengers: Doomsday? Ini Teorinya

07 Jan 2026, 17:00 WIBFilm