Membedah Aspek Kesendirian 3 Karakter Penting di Spider-Man BND

Frank Castle hidup sendiri setelah kehilangan keluarganya dalam tragedi yang terkait konspirasi militer.
Peter Parker menjauh dari MJ dan Ned demi melindungi mereka, meski ia masih memiliki pilihan untuk kembali.
Karakternya Sadie Sink kehilangan keluarganya secara bertahap.
Salah satu hal yang paling saya sukai dari Spider-Man: Brand New Day adalah banyaknya karakter yang muncul tidak terasa sekadar fan service atau kejutan.
Mereka memiliki benang merah yang sama.
Tiga karakter terpenting di film ini (Peter Parker, Frank Castle, dan Jean Grey) sama-sama hidup dalam kesendirian. Namun penyebab kesendirian mereka sangat berbeda.
Dan dari situlah tema utama film ini terasa begitu kuat.
Mari kita coba bedah.
Table of Content
1. Frank Castle

Frank Castle kehilangan keluarganya akibat baku tembak antargeng di Central Park, New York.
Lalu terungkap bahwa tragedi itu bukan sekadar kecelakaan.
Ada konspirasi militer yang melibatkan Kolonel Ray Schoonover. Kematian keluarga Frank menjadi bagian dari upaya membungkamnya agar tidak mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di Kandahar.
Setelah itu, hidup Frank dipenuhi balas dendam. Satu per satu anggota geng maupun orang-orang yang terlibat dalam konspirasi tersebut ia habisi. Namun... ia terasa tak punya kehidupan di luar misinya itu. Setiap ia "pensiun" sejenak, ia terasa hampa.
Di The Punisher: One Last Kill, Frank bahkan sempat merasa hidupnya telah selesai setelah seluruh pihak yang ia ketahui bertanggung jawab sudah tewas.
Ia sempat ingin mengakhiri hidupnya. Namun pada akhirnya ia menemukan tujuan baru: bertempur demi melindungi mereka yang tidak mampu melindungi diri sendiri.
Meski begitu, Frank tetap hidup sendirian.
Dan di Brand New Day, ia bahkan menegaskan sendiri kepada Peter bahwa kesendirian itu bukan pilihannya.
"You think this is a choice, living like this?"
Kalimat singkat itu menjadi salah satu dialog paling penting di film.
2. Peter Parker

Situasi Peter sangat berbeda.
Ia pernah memiliki hampir segalanya. Bibi May yang mencintainya. MJ dan Ned yang selalu mendukungnya. Tony Stark dan komunitas para hero.
Lalu semuanya berubah.
May meninggal akibat ulah Green Goblin, dan setelah peristiwa Spider-Man: No Way Home, seluruh dunia melupakan Peter Parker.
Yang menarik, Peter sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali hubungan dengan MJ maupun Ned. Ia bahkan sempat berjanji akan menemui MJ. Namun pada akhirnya Peter memilih pergi.
Ia percaya membiarkan MJ dan Ned hidup tanpa dirinya adalah cara terbaik untuk melindungi mereka.
Di sinilah letak tragedinya.
Berbeda dengan Frank, Peter sebenarnya masih memiliki pilihan. Kesendiriannya bukan sepenuhnya dipaksakan keadaan. Sebagian merupakan hasil pengorbanan yang ia pilih sendiri.
Namun pengorbanan itu juga menyimpan ironi. MJ dan Ned tidak pernah diberi kesempatan menentukan pilihan mereka sendiri. Peter mengambil keputusan itu seorang diri.
3. Karakternya Sadie Sink

Jean Grey mungkin menjadi karakter yang paling tragis di film ini.
Saat kekuatan dirinya dan Sara Grey mulai bangkit, ibu mereka justru membuang kedua anaknya.
Jean sempat masih memiliki Sara. Namun Sara justru ditangkap oleh Department of Damage Control.
Seluruh aksi Jean membajak tubuh orang lain dan menyerang fasilitas DODC sebenarnya berangkat dari satu tujuan sederhana: ia ingin menemukan Sara.
Namun jawaban yang ia temukan justru jauh lebih menyakitkan.
Sara telah meninggal sebagai korban eksperimen. Dan hal terakhir yang sempat dilihat kakaknya hanyalah sebuah ventilasi langit-langit, sebelum nyawanya berakhir.
Tidak mengherankan bila setelah mengetahui kenyataan itu, emosi Jean akhirnya meledak dan kekuatannya berkembang menjadi ancaman besar bagi New York.
Kesimpulan: Sama-sama sendiri, tetapi tidak dengan cara yang sama

Inilah yang menurut saya membuat Spider-Man: Brand New Day terasa berbeda.
Ketiga tokoh utamanya sama-sama hidup dalam kesendirian.
Namun penyebabnya berbeda.
Frank kehilangan keluarganya dan dipaksa hidup sendiri.
Peter memilih memutus hubungan dengan orang-orang yang masih ia cintai demi melindungi mereka.
Sementara Jean kehilangan keluarganya sedikit demi sedikit, hingga akhirnya tidak lagi memiliki siapa pun.
Karena itulah ketika film ini pada akhirnya menyampaikan pesan bahwa "kita tidak bisa berjuang sendirian," pesannya terasa begitu kuat.
Film ini tidak sedang berbicara kepada satu jenis karakter saja.
Ia berbicara kepada tiga orang yang sama-sama kesepian, tetapi datang dari jalan hidup yang sama sekali berbeda. Dan justru karena latar belakang mereka berbeda, ketika Peter akhirnya mulai membuka diri, Frank mulai mengakui Peter, dan Jean menemukan secercah harapan, resolusi film ini terasa sebagai penyelesaian tema, bukan sekadar penyelesaian konflik.


















