Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Ulasan Film Power Ballad, Ironi Ketenaran dan Kekuatan Sebuah Lagu
Dok. Lionsgate Studio (Power Ballad)
  • Film 'Power Ballad' karya John Carney menggali sisi gelap industri musik, menyoroti bagaimana idealisme artistik sering tergerus oleh sistem yang memaklumi eksploitasi demi keuntungan dan ketenaran.
  • Kisah berpusat pada Rick dan Danny, dua musisi dengan hubungan kompleks setelah lagu pribadi Rick dicuri dan diubah menjadi hit global, memunculkan konflik moral tentang kepemilikan karya dan integritas.
  • Dinamika emosional keduanya menjadi inti cerita, memperlihatkan benturan antara ambisi, pengkhianatan, serta makna sejati kesuksesan di tengah dunia hiburan yang glamor namun penuh tekanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

"Power Ballad" hadir sebagai film yang terus-menerus memberikan kejutan dengan memetik dawai harapan dari sebuah narasi yang menyayat hati. Sutradara John Carney, yang dikenal sangat meyakini kekuatan musik, kali ini tidak hanya mengeksplorasi kemampuan musik dalam menghubungkan manusia atau menyuarakan emosi yang terpendam. Ia justru menyuntikkan pertanyaan baru yang menyayat hati. Apakah keintiman sebuah lagu memudar saat ia dikonsumsi oleh massa?

Lebih jauh, Carney mempertanyakan bagaimana seseorang yang kita anggap sejiwa secara artistik, ternyata bisa memiliki sisi kelam yang mengecewakan. Ini adalah teritori baru baginya; sebuah kisah pahit-manis yang mengingatkan kita akan perbedaan besar antara sekadar menghafal lirik di kepala dengan menyimpan sebuah lagu dalam hati.

1. Sisi Gelap Industri Musik

Dok. Lionsgate Studio (Power Ballad)

Sebuah penyegaran naratif disajikan ketika Carney, yang biasanya menyoroti karakter di pinggiran industri musik, kini membawa dramanya langsung ke jantung bisnis tersebut. Alih-alih sekadar menjadikan label besar sebagai pihak antagonis, ia memilih pendekatan yang jauh lebih bernuansa. Film ini menyoroti bagaimana niat artistik yang murni tidak selalu dirusak oleh keegoisan individu, melainkan diputarbalikkan oleh sistem industri di mana eksploitasi telah menjadi sebuah kewajaran.

Kita diperkenalkan pada Rick (Paul Rudd), seorang penyanyi band pernikahan di Irlandia, dan Danny (Nick Jonas), mantan anggota boy band yang karier solonya sedang meredup. Pertemuan mereka berujung pada sebuah sesi jamming yang intim, menangkap momen ketika dua orang merasa saling memahami dan ingin membangun sesuatu bersama.

Sineas Yaron Orbach bersama Carney berhasil memvisualisasikan kontras yang tajam antara ruang bermusik dan dunia nyata. Di dalam kamar Danny, hanya ada ide dan potensi tanpa batas. Harapan kedua pria ini terasa nyata saat mereka bertukar cerita dan kecintaan pada musik. Namun, suasana di luar ruangan yang remang-remang mewakili realitas di mana mimpi sering kali terbentur oleh logistik, tanggung jawab, dan peluang yang terlewat.

Di ruang yang aman itulah, Rick secara naif memperdengarkan sebuah lagu pribadi yang telah ia ciptakan selama bertahun-tahun kepada Danny, sebuah keputusan yang kelak akan mengubah dinamika hubungan mereka secara drastis.

2. Pencurian Karya dan Ketenaran yang Menyesakkan

Dok. Lionsgate Studio (Power Ballad)

Beberapa bulan kemudian, Danny berhasil menghidupkan kembali kariernya dengan menyulap lagu pribadi Rick menjadi lagu hit global. Merasa karyanya dicuri, Rick yang berang terbang ke Los Angeles bersama sahabatnya, Sandy (Peter McDonald), untuk meminta pertanggungjawaban. Dalam situasi ini, Danny seharusnya mudah untuk dibenci, namun Nick Jonas dengan cerdas memberikan kedalaman emosional pada karakternya.

Film ini dengan sangat baik memotret betapa ketenaran adalah sebuah mesin yang menyedot jiwa, di mana hidup hanya menjadi perpanjangan dari manajemen merek. Danny bukan tidak memiliki pengalaman hidup, tetapi sistem telah melatihnya untuk melihat pengalaman hidupnya semata-mata sebagai bahan baku untuk mencetak lagu hit, mengabaikan sisi kemanusiaan dan orang-orang yang tulus padanya.

3. Dinamika Karakter di Tengah Narasi yang Padat

Dok. Lionsgate Studio (Power Ballad)

Melihat perubahan dinamika antara Rick dan Danny menjadi resonansi tematik terkuat dalam film ini. Mereka mempertanyakan sifat dasar manusia, apakah kita pada dasarnya baik namun memiliki momen buruk, atau justru sebaliknya? Sayangnya, dengan fokus yang begitu intens pada kedua karakter utama, film ini tidak memiliki cukup ruang untuk mengembangkan alur cerita pendukung.

Marcella Plunkett dan Beth Fallon, yang berperan sebagai istri dan anak Rick, tidak diberikan banyak kesempatan selain menjadi pihak yang menerima dampak dari konflik Rick. Di sisi lain, eksekusi musik dalam film ini patut diacungi jempol. Meskipun lagu Rick mungkin tidak mencapai puncak layaknya "Drive It Like You Stole It" di Sing Street, lagu pop Danny terasa sangat otentik, energik, memikat, namun pada akhirnya terasa hampa, mewakili musik pop modern dengan akurat.

4. Kesimpulan

Dok. Lionsgate Studio (Power Ballad)

Pada akhirnya, "Power Ballad" tidak hanya berkisah tentang pencurian karya, tetapi juga tentang meratapi versi dari mimpi yang tidak pernah terwujud, dan merayakan realitas yang harus kita jalani. Film ini dirangkul oleh kasih sayang yang terbuka terhadap karakternya, bahkan mereka yang digerakkan oleh rasa tidak aman dan keserakahan. Kita mungkin berpikir cerita dan lagu kita telah selesai ditulis, tetapi selalu ada melodi baru yang bisa ditemukan dengan merombak apa yang sudah kita kenal. Mungkin hasilnya bukanlah yang kita inginkan, tetapi mungkin saja, hal itu membawa kita pada sesuatu yang lebih baik.

Sinopsis Power Ballad (2026)

Rick (Paul Rudd) adalah seorang ekspatriat dan musisi paruh baya yang menyambung hidup sebagai penyanyi band pernikahan. Suatu hari, ia secara tak terduga bertemu dengan Danny (Nick Jonas), seorang mantan bintang boy-band yang tengah kesulitan mencari arah untuk kebangkitan karier solonya. Keduanya segera menemukan kecocokan artistik yang hangat lewat sebuah sesi jamming yang intim. Di tengah momen penuh rasa saling percaya tersebut, Rick dengan naif memperdengarkan sebuah melodi emosional dan sangat personal yang telah ia kerjakan selama bertahun-tahun kepada Danny.

Beberapa bulan berselang, Rick harus menelan kenyataan pahit saat mengetahui bahwa melodi rahasianya telah disulap oleh Danny menjadi sebuah lagu pop mega-hit global tanpa memberikan kredit sedikit pun. Merasa dikhianati dan karyanya dirampas, Rick nekat terbang ke Los Angeles untuk menuntut keadilan langsung dari sang bintang. Pertemuan mereka memicu konflik emosional yang menyingkap sisi gelap dan manipulatif dari industri hiburan, sekaligus menguji moralitas serta pandangan mereka tentang arti sebenarnya dari sebuah kesuksesan.

Power Ballad
2026
4/5
Directed by John Carney
ProducerAnthony Bregman, Robert Walpole, John Carney, Peter Cron, Rebecca O'Flanagan
WriterJohn Carney, Peter McDonald
Age RatingD17+
GenreKomedi, Musik, Drama
Duration99 Minutes
Release Date19-06-2026
Themesongwriting, boy band, music, past their prime
Production HouseLikely Story, 30WEST, Fís Éireann/Screen Ireland, Treasure Entertainment, Distressed Films
Where to WatchCinema XXI, CGV, Cinepolis
CastPaul Rudd, Nick Jonas, Peter McDonald, Rory Keenan, Paul Reid

Trailer Power Ballad (2026)

Editorial Team

Related Article