"Power Ballad" hadir sebagai film yang terus-menerus memberikan kejutan dengan memetik dawai harapan dari sebuah narasi yang menyayat hati. Sutradara John Carney, yang dikenal sangat meyakini kekuatan musik, kali ini tidak hanya mengeksplorasi kemampuan musik dalam menghubungkan manusia atau menyuarakan emosi yang terpendam. Ia justru menyuntikkan pertanyaan baru yang menyayat hati. Apakah keintiman sebuah lagu memudar saat ia dikonsumsi oleh massa?
Lebih jauh, Carney mempertanyakan bagaimana seseorang yang kita anggap sejiwa secara artistik, ternyata bisa memiliki sisi kelam yang mengecewakan. Ini adalah teritori baru baginya; sebuah kisah pahit-manis yang mengingatkan kita akan perbedaan besar antara sekadar menghafal lirik di kepala dengan menyimpan sebuah lagu dalam hati.
