Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ulasan Film Motor City, Ketika Bintang Reacher Ngamuk Tanpa Dialog!
Dok. Independent Film Company (Motor City)
  • Motor City mengikuti John Miller, mantan narapidana yang dijebak gangster Reynolds dan polisi korup di Detroit 1977, lalu kabur untuk membalas dendam serta menyelamatkan Sophia.
  • Konsep film yang nyaris tanpa dialog dinilai membatasi penceritaan visual, membuat ritme terasa lambat, soundtrack berlebihan, dan peran Shailene Woodley kurang berkembang.
  • Alan Ritchson tampil meyakinkan lewat fisik dan aksi brutal, terutama pelarian penjara, pertarungan pisau di lift, serta baku tembak pabrik, meski eksekusi keseluruhan dinilai canggung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Alan Ritchson, aktor berbadan masif yang namanya makin meroket berkat serial Reacher, kembali beraksi di layar lebar. Kali ini ia membintangi Motor City, sebuah film action thriller arahan sutradara Potsy Ponciroli (Old Henry). Menariknya, film ini mengusung satu gimmick yang cukup berani: hampir tidak ada dialog sama sekali.

Terdengar badass? Tentu saja. Bayangkan seorang raksasa berotot menghabisi musuh-musuhnya dalam keheningan ala karakter-karakter John Woo. Tapi, apakah eksekusinya berhasil memuaskan dahaga para penikmat film aksi, atau malah jadi membosankan? Simak review Motor City dari kami berikut ini!

1. Plot Balas Dendam Klasik di Detroit Tahun 70-an

Dok. Independent Film Company (Motor City)

Dari segi cerita, Motor City menawarkan plot grindhouse yang sangat, sangat klise. Ritchson berperan sebagai John Miller, seorang mantan narapidana dengan nama yang sama generiknya dengan karakternya. Saat hidupnya mulai membaik, punya pekerjaan di pabrik, memelihara rambut pirang gondrong yang epik, dan punya pacar cantik bernama Sophia (Shailene Woodley), ia malah dijebak hingga kembali masuk penjara.

Pelakunya? Mantan pacar Sophia, seorang gangster jahat dari wilayah barat Cleveland bernama Reynolds (Ben Foster) yang bekerja sama dengan polisi paling korup di Detroit (Pablo Schreiber). Reynolds mengambil alih Sophia dan menjadikannya "piala" di istana narkobanya. Tentu saja, John Miller tidak tinggal diam. Ia harus kabur dari penjara dan memulai misi balas dendam berdarah.

Film ini ber-setting di Detroit tahun 1977. Sayangnya, visualnya terasa terlalu digital dan hambar, sampai-sampai sutradara butuh memasang title card "1977 Detroit" untuk mengingatkan penonton, walau kostum karakternya sudah didandani heboh mirip film American Hustle.

2. Gimmick Tanpa Dialog yang Malah Terasa Membatasi

Dok. Independent Film Company (Motor City)

Membuat film aksi non-verbal adalah tantangan besar. Film seperti ini menuntut sutradara dengan visi visual yang luar biasa kuat. Sutradara legendaris John Woo saja tampak kepayahan saat membuat Silent Night yang berkonsep serupa. Sayangnya, Potsy Ponciroli bukanlah John Woo, apalagi Robert Rodriguez.

Alih-alih menghadirkan penceritaan visual yang cemerlang, ketiadaan dialog di Motor City malah diperlakukan seperti "masalah" yang harus dipecahkan seadanya oleh sang sutradara. Untuk menambal kekosongan itu, Ponciroli malah terlalu sering menjejalkan soundtrack lagu-lagu hits tempo dulu secara berlebihan.

Ketiadaan dialog ini juga memakan korban. Shailene Woodley harus rela melakukan pekerjaan tanpa pamrih yang menyia-nyiakan bakatnya. Tanpa kata-kata, sulit untuk membaca dinamika perasaannya selain menjadi sekadar damsel in distress. Pada akhirnya, efek tanpa suara ini tidak membuat filmnya terasa sinematik, melainkan membuatnya terasa seperti film thriller satu dimensi di mana segala sesuatunya berjalan dua kali lebih lama dari yang seharusnya.

3. Aksi Brutal yang Diselamatkan Sang Bintang

Dok. Independent Film Company (Motor City)

Kabar baiknya? Alan Ritchson tahu betul cara memanfaatkan fisiknya. Ia tidak butuh dialog untuk tampil meyakinkan sebagai mantan napi yang menyimpan dendam. Ia hanya perlu menjadi sosok yang sangat besar, mengintimidasi, dan berkeringat, dan ia melakukan ketiganya dengan sangat baik di sini.

Secara action, Ponciroli tampak kekurangan visi (atau budget) untuk mengeksekusi rentetan aksi spektakuler yang dijanjikan oleh premisnya. Namun, ada tiga adegan besar yang patut diacungi jempol. Pertama adalah adegan pelarian dari penjara yang sangat memuaskan. Dua lainnya, adegan pertarungan pisau di dalam lift dan baku tembak di tengah hujan percikan api pabrik, menjadi penutup yang cukup brutal di menit-menit akhir film. Efek suara seperti jepretan korek api hingga bunyi borgol di pergelangan tangan Ritchson juga cukup membangun tensi, meski kadang terasa terlalu caper (cari perhatian).

4. Kesimpulan?

Dok. Independent Film Company (Motor City)

Motor City adalah tipe film aksi yang ide kasarnya lebih mudah disukai daripada hasil akhirnya. Niat Potsy Ponciroli menghadirkan tontonan pulp fiction murni justru terhambat oleh eksekusinya yang canggung. Gimmick bisunya pada akhirnya malah membuat penonton bergumam dalam hati, "Bisa nggak sih orang-orang ini ngomong aja?"

Jika kamu fans berat Alan Ritchson dan hanya ingin melihatnya membanting dan menembak orang dalam mode slow-motion selama satu setengah jam, film ini masih punya momen yang menghibur. Tapi jika kamu mengharapkan film balas dendam revolusioner, Motor City sayangnya kehabisan bensin sebelum mencapai garis finis.

Sinopsis Motor City (2026)

Berlatar di Detroit pada tahun 1977, Motor City mengisahkan kehidupan John Miller (Alan Ritchson), seorang mantan narapidana berbadan masif yang berusaha menata kembali hidupnya. Ia telah memiliki pekerjaan tenang di sebuah pabrik dan bersiap melamar kekasihnya, Sophia (Shailene Woodley). Namun, kebahagiaan itu hancur lebur ketika ia dijebak dalam sebuah kasus narkoba oleh Reynolds (Ben Foster), seorang gangster kejam yang juga mantan kekasih Sophia, dibantu oleh seorang polisi korup. John pun kembali dijebloskan ke dalam penjara, sementara Sophia direbut paksa untuk tinggal di istana kejahatan milik Reynolds.

Tidak terima hidupnya dirampas, John merancang pelarian yang epik dari balik jeruji besi demi membalas dendam dan menyelamatkan wanita yang dicintainya. Dalam sebuah misi penebusan yang sunyi tanpa sepatah kata pun, ia memulai aksi pembantaian brutal yang penuh darah melintasi kota Detroit. Hanya berbekal kekuatan fisiknya yang luar biasa dan amarah yang memuncak, John menerjang berbagai rintangan mematikan untuk menghabisi Reynolds beserta seluruh sindikat kejahatannya.

Motor City
2026
3/5
Directed by Potsy Ponciroli
ProducerJon Berg, Greg Silverman, Chad St. John, Cliff Roberts, Alan Ritchson
WriterChad St. John
Age Rating17+
GenreAksi, Cerita Seru, Kejahatan
Duration103 Minutes
Release Date26-08-2026
Themegangster, 1970s, revenge, detroit, michigan, joyous, awestruck
Production HouseStampede Ventures, Gramercy Park Media, Peachtree Media Partners, Ace of Spades, Syndicate Entertainment
Where to WatchCGV, Cinema XXI, Cinepolis, FLIX
CastAlan Ritchson, Shailene Woodley, Ben Foster, Amar Chadha-Patel, Ben McKenzie

Trailer Motor City (2026)

Curated For You

Editorial Team

Related Article