Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbandingan Equalists dan The Denied di Avatar, Kriminal Non Bender!
Amon dan Tagah di Avatar
  • The Denied dan Equalists sama-sama muncul dari keresahan nonbender terhadap ketimpangan kekuasaan bender, yang dianggap lebih mampu menentukan perubahan dunia.
  • The Denied memburu Tongkat Sonam untuk memberi bending kepada nonbender, sedangkan Equalists pimpinan Amon ingin menghapus bending sebagai sumber ketidakadilan.
  • Kedua kelompok melawan bender dengan kemampuan nonbending, tetapi The Denied menjadi gambaran awal konflik yang berkembang lebih besar melalui Equalists di era Korra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sekilas, The Denied dari film Avatar Aang: The Last Airbender terasa seperti versi awal dari Equalists yang muncul dalam The Legend of Korra. Keduanya sama-sama lahir dari keresahan kelompok nonbender yang merasa dunia terlalu berpihak kepada para pengendali elemen.

Namun, ada satu perbedaan mendasar yang membuat keduanya justru memiliki tujuan berlawanan. The Denied ingin mendapatkan kekuatan yang dimiliki para bender, sedangkan Equalists ingin menghilangkan kekuatan tersebut dari dunia.

Apa saja perbandingan kedua grup kriminal di Avatar ini?

1. Sama-sama Berasal dari Keresahan Nonbender

Electrified Kali Sticks Avatar Korra

The Denied dan Equalists sama-sama melihat ketimpangan antara bender dan nonbender sebagai masalah besar.

Dalam film Avatar Aang, The Denied merupakan kelompok ekstremis nonbender yang percaya bahwa kekuasaan terlalu banyak berada di tangan para bender. Mereka merasa nonbender tidak mempunyai kemampuan yang sama untuk menentukan perubahan di dunia, sehingga mereka mencari cara untuk mendapatkan kekuatan tersebut.

Sementara itu, Equalists muncul beberapa dekade kemudian di Republic City dengan gagasan serupa. Mereka menganggap bending sebagai sumber ketidakadilan dan penindasan, sehingga Amon memimpin gerakan untuk menghapus bending dari masyarakat.

Jadi, keduanya berangkat dari persoalan yang hampir sama, bagaimana nasib orang-orang yang lahir tanpa kemampuan bending di dunia yang sebagian masyarakatnya memiliki kekuatan supernatural?

2. The Denied Ingin Mendapatkan Bending, Equalists Justru Ingin Menghapusnya

The Denied di film Avatar Aang

Perbedaan paling besar antara kedua kelompok ini terletak pada solusi yang mereka pilih.

The Denied percaya bahwa masalah akan selesai jika mereka juga memiliki bending. Karena itu, mereka memburu Tongkat Sonam, artefak yang dipercaya mampu memberikan kemampuan bending kepada nonbender. Ketika Tagah akhirnya mendapatkan tongkat tersebut, ia bahkan memberikan airbending kepada anggota The Denied.

Sebaliknya, Equalists memiliki tujuan yang benar-benar berlawanan. Mereka tidak ingin semua orang menjadi bender, tetapi justru ingin menghilangkan bending agar tidak ada lagi perbedaan kekuatan tersebut.

Dengan kata lain, The Denied berpikir, "Kalau bender punya kekuatan, kami juga harus mendapatkannya."

Equalists berpikir, "Kalau bending adalah sumber ketidakadilan, maka tidak boleh ada yang memilikinya."

3. Sama-sama Menggunakan Kemampuan Nonbending untuk Melawan Bender

Amon dan Equalist di Avatar

Sebelum mendapatkan airbending dari Tagah, The Denied harus mengandalkan kemampuan bertarung dan persenjataan untuk menghadapi para bender. Anggotanya menggunakan berbagai senjata seperti busur, guandao, kipas perang, dan cambuk.

Hal tersebut mengingatkan pada Equalists yang juga mengembangkan teknik dan teknologi untuk menghadapi bender. Chi-blocking menjadi salah satu senjata utama mereka, sementara sarung tangan listrik, kendaraan, granat asap, dan berbagai persenjataan membantu mereka menghadapi lawan yang memiliki kemampuan bending.

Namun, keduanya kemudian berkembang dengan cara berbeda. The Denied akhirnya mendapatkan bending secara langsung melalui Tongkat Sonam, sementara Equalists tetap mempertahankan identitas mereka sebagai kelompok nonbender yang menggunakan teknologi dan teknik khusus untuk melawan bender.

4. The Denied Seperti Bayangan Awal dari Equalists

The Denied (dok. Paramount+)

Kemiripan kedua kelompok tersebut tampaknya memang sengaja digunakan untuk menghubungkan kondisi dunia setelah perang dengan konflik yang terjadi pada era Korra.

Di film diperlihatkan bahwa meskipun Aang berhasil mengakhiri Perang Seratus Tahun, masalah antara bender dan nonbender tidak otomatis menghilang. The Denied menjadi salah satu tanda bahwa masih ada kelompok yang merasa tidak mendapatkan tempat yang setara di dunia baru tersebut.

Bertahun-tahun kemudian, keresahan yang lebih besar muncul di Republic City dan melahirkan gerakan Equalists. Bahkan materi pembahasan film secara eksplisit menggambarkan The Denied sebagai kelompok yang menjadi foreshadowing bagi Equalists.

Bedanya, The Denied gagal menyelesaikan masalah mereka setelah Aang menghancurkan Tongkat Sonam. Equalists kemudian mengambil gagasan ketimpangan tersebut ke arah yang jauh lebih besar di era Korra.

Jadi, The Denied bukan sekadar "Equalists versi Aang". Mereka lebih seperti gambaran awal dari persoalan sosial yang nantinya berkembang menjadi salah satu konflik terbesar dalam The Legend of Korra.

Curated For You

Editorial Team

Related Article