Emily Blunt sebagai Emily Charlton (dok. 20th Century Studios/The Devil Wears Prada 2)
Secara teknis, arahan visualnya masih mempertahankan kemewahan orisinalnya, namun dengan palet warna yang lebih dingin dan modern.
Kantor Runway yang dulu terasa hangat dan eksklusif kini digambarkan lebih steril, mencerminkan transisi ke arah digital. Detail-detail kecil, seperti bagaimana Miranda memandang layar tablet dengan sorot mata yang sama tajamnya saat ia melihat koleksi musim gugur yang buruk, menjadi simbolisme yang kuat tentang bagaimana standar kesempurnaan tidak pernah berubah, meski medianya berganti.
Pada akhirnya, The Devil Wears Prada 2 adalah sebuah pengingat bahwa gaya mungkin bisa dibeli, tapi kelas adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.
Ini adalah surat cinta sekaligus kritik pedas bagi siapa saja yang percaya bahwa industri media dan mode bisa bertahan hanya dengan mengikuti arus. Miranda Priestly telah kembali untuk memberi tahu kita bahwa di dunia yang serba instan ini, keunggulan tetaplah absolut. That’s all.