Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Kemiripan Zaheer dan Tagah, Airbender Kuat Musuh Avatar!
Zaheer dan Tagah di Avatar
  • Zaheer dan Tagah sama-sama bermula sebagai nonbender, lalu menjadi pengendali udara sangat kuat melalui sumber kekuatan berbeda: Harmonic Convergence bagi Zaheer dan Tongkat Sonam bagi Tagah.
  • Keduanya menjadi musuh utama Avatar di era masing-masing, memakai airbending secara mematikan dan berhadapan dengan Korra maupun Aang melalui benturan kekuatan serta filosofi.
  • Zaheer memimpin Red Lotus, sedangkan Tagah memimpin The Denied; keduanya berideologi ekstrem, memahami budaya Pengembara Udara, dan menggunakannya untuk membenarkan visi dunia mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Zaheer dan Tagah merupakan dua pengendali udara yang menjadi musuh utama Avatar pada era yang berbeda. Zaheer menjadi antagonis utama Korra di The Legend of Korra Book 3, sementara Tagah hadir sebagai villain utama dalam film Avatar: Aang – The Last Airbender.

Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, keduanya ternyata memiliki banyak kemiripan. Mulai dari asal-usul sebagai nonbender hingga cara mereka menggunakan airbending yang bertolak belakang dengan ajaran damai Pengembara Udara.

Berikut kemiripan Zaheer dan Tagah!

1. Sama-sama Awalnya Bukan Pengendali Udara

Zaheer di Avatar Korra

Baik Zaheer maupun Tagah terlahir sebagai nonbender. Mereka tidak memiliki kemampuan mengendalikan elemen sejak lahir seperti para Pengembara Udara pada umumnya.

Perbedaannya terletak pada cara mereka memperoleh kekuatan tersebut. Tagah menjadi airbender pertama yang diciptakan Avatar Sonam menggunakan Tongkat Sonam, sedangkan Zaheer memperoleh airbending setelah peristiwa Harmonic Convergence di era Korra.

Meski mendapatkannya dengan cara berbeda, keduanya sama-sama membuktikan bahwa seorang nonbender dapat berkembang menjadi salah satu pengendali udara terkuat di masanya.

2. Menjadi Musuh Utama Seorang Avatar

Tagah dan Avatar Aang

Setelah memperoleh airbending, keduanya justru menjadi ancaman terbesar bagi Avatar pada generasinya masing-masing.

Zaheer menjadi lawan utama Korra dalam Book 3 dan hampir berhasil mengakhiri Siklus Avatar dengan racun logam yang memaksa Korra memasuki Avatar State. Sementara itu, Tagah menjadi antagonis utama Aang dalam film dengan memanfaatkan Tongkat Sonam untuk membangkitkan kembali kota Jharana dan menyerang Republic City.

Keduanya juga menjadi ujian besar bagi sang Avatar, bukan hanya karena kekuatannya, tetapi juga karena keyakinan yang mereka perjuangkan.

3. Menggunakan Airbending sebagai Senjata Mematikan

Red Lotus Avatar Korra

Pengembara Udara dikenal memiliki filosofi damai dan sebisa mungkin menghindari membunuh lawan. Namun, Zaheer dan Tagah justru menunjukkan sisi paling mematikan dari airbending.

Zaheer terkenal karena membunuh Ratu Bumi dengan menghilangkan udara di sekeliling kepalanya hingga kehabisan napas. Di sisi lain, Tagah menggunakan hembusan angin bertekanan tinggi yang mampu menghancurkan bangunan, melempar airship, hingga melukai Avatar Aang secara fatal.

Keduanya membuktikan bahwa airbending sebenarnya bisa menjadi salah satu elemen paling mematikan jika digunakan tanpa mengikuti ajaran Pengembara Udara

4. Sama-sama Memiliki Ideologi yang Kuat

Tagah di Film Avatar Aang

Baik Zaheer maupun Tagah bukan tipe antagonis yang mengejar kekuasaan demi kepentingan pribadi. Semua tindakan mereka didorong oleh keyakinan yang menurut mereka benar.

Zaheer percaya dunia hanya akan seimbang jika seluruh pemerintahan dan penguasa dihapuskan sehingga setiap orang benar-benar bebas. Sementara itu, Tagah meyakini satu-satunya cara melindungi bangsanya adalah menjadikan Pengembara Udara sebagai kekuatan militer yang tidak lagi bisa ditindas bangsa lain.

Meski memiliki tujuan berbeda, keduanya sama-sama rela mengorbankan banyak nyawa demi mewujudkan dunia ideal versi mereka sendiri.

5. Sama-sama Memimpin Kelompok Ekstrem

Red Lotus Avatar Korra

Selain menjadi petarung hebat, Zaheer dan Tagah juga merupakan pemimpin organisasi yang memiliki tujuan besar untuk mengubah dunia.

Zaheer memimpin Red Lotus, kelompok rahasia yang ingin menghancurkan pemerintahan dan membebaskan dunia dari para penguasa. Sementara itu, Tagah mengambil alih kepemimpinan The Denied, organisasi nonbender yang mendambakan kekuatan agar dapat mengubah tatanan dunia.

Dengan kharisma dan keyakinan yang kuat, keduanya berhasil menginspirasi para pengikutnya untuk mempertaruhkan nyawa demi mewujudkan cita-cita tersebut.

6. Sama-sama Sangat Memahami Budaya Pengembara Udara

Tagah di Film Avatar Aang

Meski akhirnya memilih jalan yang berbeda, Zaheer dan Tagah sama-sama memiliki pemahaman mendalam tentang budaya Pengembara Udara.

Sebelum memperoleh airbending, Zaheer telah mempelajari sejarah dan filosofi Pengembara Udara selama bertahun-tahun. Ia bahkan mampu mengutip ajaran Guru Laghima dan memahami berbagai nilai spiritual mereka. Di sisi lain, Tagah merupakan murid terbaik Avatar Sonam dan tumbuh pada masa keemasan Pengembara Udara, sehingga mempelajari ajaran tersebut langsung dari sumbernya.

Ironisnya, pengetahuan yang begitu besar itu justru membawa keduanya pada interpretasi yang berbeda dari Aang maupun Tenzin. Mereka sama-sama menggunakan ajaran tersebut untuk membenarkan jalan yang mereka pilih.

7. Menjadi Cerminan Gelap Sang Avatar

Avatar Korra vs Zaheer

Baik Zaheer maupun Tagah bukan hanya lawan yang kuat, tetapi juga menjadi "cermin gelap" bagi Avatar yang mereka hadapi.

Zaheer terus menantang keyakinan Korra tentang keseimbangan dunia, pemerintahan, dan peran Avatar. Sementara itu, Tagah memperlihatkan kepada Aang seperti apa jadinya seorang Pengembara Udara jika meninggalkan jalan damai dan memilih menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

Karena itulah, pertarungan mereka tidak hanya ditentukan oleh kekuatan, tetapi juga benturan antara dua filosofi yang saling bertolak belakang.

8. Kekuatan Airbending Mereka Jauh di Atas Rata-rata

Zaheer dan Tagah di Avatar

Meski bukan terlahir sebagai pengendali udara, Zaheer dan Tagah berkembang menjadi pengguna airbending yang berada jauh di atas rata-rata.

Zaheer mampu menguasai teknik-teknik tingkat tinggi, bahkan menjadi manusia kedua yang diketahui berhasil terbang setelah melepaskan seluruh ikatan duniawinya. Sementara itu, Tagah memiliki tingkat chi yang luar biasa tinggi, mampu menandingi Avatar Aang dalam Avatar State saat menggunakan Tongkat Sonam, serta menciptakan hembusan angin yang cukup kuat untuk menghancurkan bangunan dan melempar airship.

Kemampuan luar biasa inilah yang membuat keduanya dikenang sebagai dua pengendali udara paling berbahaya yang pernah menjadi musuh Avatar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article