Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

8 Keluhan Penggemar dari Stranger Things Season 5, Kurang Memuaskan?

Stranger things season 5.jpg
Stranger Things Season 5. Netflix
Intinya sih...
  • Adegan Will mengaku tak suka perempuan dianggap terlalu panjang dan kurang pas
  • Pace konflik akhir dirasa terburu-buru, keputusan besar diambil dengan cepat tanpa detail
  • Vecna terasa kurang digali, pertarungan melawan Mind Flayer terlalu cepat, dan absennya makhluk-makhluk dari Upside Down
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai musim penutup, Stranger Things Season 5 datang dengan ekspektasi setinggi langit.

Skala cerita paling besar, taruhan paling berbahaya, dan janji penutup yang “final”. Namun justru karena itu, berbagai keluhan dari penggemar bermunculan. Berikut delapan kritik yang paling sering dibahas penonton untuk Stranger Things season 5.

1. Adegan Will mengaku tak suka perempuan rasanya kepanjangan

will stranger things season 5.jpg
Will di Stranger Things Season 5. Netflix

Momen Will akhirnya jujur soal identitas dirinya memang penting secara karakter, tapi banyak penggemar menilai durasi dan penempatannya kurang pas.

Adegan ini hadir di tengah situasi genting sebelum mereka bergerak menghadapi Vecna untuk yang terakhir kalinya, sehingga dianggap memotong tensi cerita utama. Kritik utamanya bukan hanya pada pesan, melainkan pada timing dan ritme yang terasa mengganggu alur.

Oh tentu jika kita berbicara terkait "pesan"-nya, banyak yang tidak suka juga. Sudah pesannya tak disukai, panjang pula adegannya.

2. Pace yang dirasa terburu-buru di konflik akhir

Screenshot-2025-10-31-105155.png
Stranger Things Season 5, Dok. Netflix

Season 5 dinilai kurang seimbang dalam pengaturan tempo. Beberapa episode awal di part 1 terasa terlalu lama membangun konflik, sementara bagian akhir justru dipadatkan secara agresif. Banyak konflik besar seolah diselesaikan terlalu cepat, tanpa ruang bernapas yang cukup untuk dampak emosionalnya.

Dampaknya, sejumlah momen penting terasa lewat begitu saja tanpa eksplorasi lanjutan. Keputusan besar diambil dengan cepat, dan konsekuensinya tidak selalu diperlihatkan secara detail. Bagi penonton, ini menimbulkan kesan bahwa cerita “kehabisan waktu” di saat seharusnya memberikan penutup yang lebih matang.

3. Vecna terasa kurang digali dan terasa disia-siakan

Vecna Stranger Things Season 5
Vecna (dok. Netflix/ Stranger Things Season 5)

Sebagai musuh utama, Vecna telah dibangun sebagai ancaman dengan latar psikologis dan kekuatan yang komplekssejak musim sebelumnya.

Ekspektasi penonton pun tinggi terhadap konfrontasi terakhir dengannya. Namun, banyak yang merasa pertarungan final tersebut berlangsung terlalu singkat jika dibandingkan dengan panjangnya buildup yang sudah dilakukan.

Selain durasi, struktur pertarungannya juga dianggap kurang berlapis. Penonton berharap ada lebih banyak fase konflik, strategi, atau konsekuensi langsung yang memaksa karakter utama beradaptasi. Alih-alih itu, penyelesaian konflik Vecna dinilai relatif cepat dan langsung menuju resolusi.

4. Pertarungan melawan Mind Flayer yang terlalu cepat

mind flayer stranger things season 5.jpg
Mind Flayer Stranger Things Season 5. Netflix

Mind Flayer sebelumnya dikenal sebagai ancaman yang memengaruhi dunia secara luas, baik secara fisik maupun psikologis. Di Season 5, banyak penonton merasa perannya lebih bersifat simbolis ketimbang fungsional dalam konflik.

Mind Flayer jarang diberi ruang untuk benar-benar menunjukkan dampaknya secara langsung terhadap jalannya cerita. Akibatnya, ancaman terasa lebih terpusat pada Vecna saja, dan sosok Mind Flayer kehilangan perannya sebagai kekuatan besar yang dulu mendominasi ketakutan di seri ini.

Belum lagi pertarungan melawan Mind Flayer yang selesai dengan cepat, padahal dia sosok kaiju yang melawan anak-anak. Penggemar bahkan bercanda kalau adegan Will di poin 1 lebih panjang dibanding momen melawan Mind Flayer di akhir.

5. Absennya Demogorgon, Demodog, atau Demobat di pertarungan akhir

Demogorgon
Demogorgon (dok. Netflix/Stranger Things season 5)

Sejak season 4, Upside Down dibuat sebagai lokasi yang menyeramkan dengan banyaknya monster seperti Demogorgon, Demodog, atau Demobat yang berbahaya, namun di season 5 entah kenapa eksistensi mereka seakan berkurang dan menghilang.

Demogorgon sudah menjadi ikon visual dan ancaman fisik Stranger Things sejak awal. Ketidakhadiran mereka di pertarungan akhir melawan Vecna dan Mind Flayer membuat sebagian penonton merasa skala konflik terasa lebih kecil dari yang diharapkan.

Bagi penonton lama, absennya makhluk-makhluk ini juga mengurangi kesinambungan dengan musim-musim sebelumnya. Pertarungan pamungkas dinilai kurang merepresentasikan keseluruhan bahaya Upside Down yang selama ini digambarkan penuh variasi monster.

Tentu meme Demogorgon sedang liburan saat Vecna diserang Eleven dan lainnya keluar di antara penggemar.

6. Plot armor terlalu kuat pada karakter-karakter utama

Pertanyaan Stranger Things
Pertanyaan Stranger Things (variety)

Dalam perang besar melawan ancaman dunia lain dan sosok super kuat seperti Vecna serta kaiju seperti Mind Flayer, banyak penonton berharap ada konsekuensi serius bagi karakter inti. Mungkin kalau sampai ada yang mati akan menyedihkan, minimal luka-luka parah.

Namun, Season 5 berakhir tanpa kehilangan besar dari kelompok utama. Hal ini memunculkan kesan bahwa risiko yang dihadapi tidak sepenuhnya nyata.

Akibatnya, beberapa momen berbahaya terasa kurang menegangkan karena penonton mulai menyadari bahwa karakter utama kemungkinan besar akan selamat. Kritik ini bukan soal keinginan melihat kematian, melainkan soal konsistensi ancaman dalam cerita.

7. Banyak misteri yang tak terjawab sampai terasa seperti plot hole

Pertanyaan Stranger Things
Pertanyaan Stranger Things (variety)

Salah satu keluhan terbesar penggemar terhadap Season 5 adalah banyaknya pertanyaan lama yang tidak mendapatkan penjelasan. Salah satunya adalah kenapa Vecna harus menculik 12 anak, kenapa harus 12 secara spesifik?

Selain itu, keterkaitan antara kekuatan Vecna, Upside Down, dan Mind Flayer juga masih menyisakan celah. Penonton masih mempertanyakan apakah Vecna sepenuhnya pengendali, pion, atau hanya bagian dari sistem yang lebih besar. Season 5 memang memberi jawaban parsial, tetapi tidak cukup jelas untuk menutup spekulasi yang sudah berkembang sejak beberapa musim sebelumnya.

Keluhan lain datang dari hilangnya karakter penting tanpa penjelasan. Salah satunya adalah Dr. Sam Owens, yang perannya sangat signifikan dalam konflik pemerintah, eksperimen Hawkins Lab, dan hubungan dengan Eleven. Absennya karakter ini tanpa kejelasan nasib membuat banyak penonton merasa ada potongan cerita yang sengaja dilewati begitu saja.

Selain Owens, ada pula pertanyaan soal kelanjutan lembaga pemerintah, nasib sisa eksperimen Hawkins Lab, serta bagaimana dunia luar benar-benar merespons krisis supernatural berskala besar. Season 5 cenderung memusatkan cerita pada karakter utama, tetapi mengorbankan konsistensi dunia yang sebelumnya dibangun cukup detail.

8. Endingnya terasa terlalu aman

Link Nonton Stranger Things
Link Nonton Stranger Things (screenrant.com)

Sebagai seri yang dikenal cukup berani dalam menggambarkan trauma dan kehilangan, ending Season 5 dianggap terlalu rapi oleh sebagian penonton. Banyak konflik ditutup dengan resolusi jelas tanpa konsekuensi lanjutan yang signifikan.

Bagi penonton tertentu, penutup ini terasa lebih seperti penenang emosional ketimbang refleksi dari perjalanan panjang yang penuh bahaya. Kritik ini muncul karena ekspektasi bahwa akhir cerita akan meninggalkan dampak emosional yang lebih kompleks atau setidaknya memberikan sesuatu yang "besar".

Untuk yang ini, penggemar agak terbagi, ada yang suka dengan ending aman ini karakter favorit mereka masih hidup, namun ada juga yang kecewa karena endingnya terlalu main aman.

Nah kalau menurutmu, apa yang mengecewakan dari Stranger Things season 5?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Film

See More

6 Fakta Menarik Sabdo Kuncoro Janur Ireng, Pengguna Santet Sewu Dino?

08 Jan 2026, 20:00 WIBFilm