Sutradara sekaligus CEO DC Studios, James Gunn, ikut memberikan pujian untuk film aksi terbaru The Furious!
Bahkan dia menonton filmnya bersama dengan kru dan para aktor Man of Tomorrow, sekuelnya Superman!
Simak infonya berikut ini!

Sutradara sekaligus CEO DC Studios, James Gunn, ikut memberikan pujian untuk film aksi terbaru The Furious!
Bahkan dia menonton filmnya bersama dengan kru dan para aktor Man of Tomorrow, sekuelnya Superman!
Simak infonya berikut ini!
Melalui unggahan di media sosial, Gunn mengungkap bahwa ia baru saja menonton film tersebut bersama sejumlah pemeran dan kru proyek Man of Tomorrow. Menurutnya, film garapan sutradara Kenji Tanigaki itu menjadi bukti bahwa Tanigaki merupakan salah satu sineas aksi terbaik yang aktif berkarya saat ini.
"Oh boy! Baru saja pergi bersama sejumlah cast dan kru #ManofTomorrow untuk menonton #TheFurious. Saya tidak menyangka Kenji Tanigaki bisa melampaui pencapaiannya setelah Walled In yang spektakuler, tetapi The Furious benar-benar menunjukkan bahwa dia adalah salah satu pembuat film aksi terbaik yang bekerja saat ini. Kami semua menyukainya," tulis Gunn.
Pujian tersebut menambah daftar respons positif yang diterima The Furious sejak pemutaran perdananya. Film ini mengikuti perjuangan seorang ayah yang tanpa henti memburu pihak-pihak yang terlibat dalam penculikan putrinya. Premis yang sederhana itu justru menjadi fondasi bagi rangkaian adegan laga intens yang menjadi daya tarik utama film.
Selain mendapat perhatian dari tokoh industri seperti Gunn, The Furious juga memperoleh sambutan positif dari kritikus dan penonton.
Film tersebut sempat mencatatkan skor tinggi di Rotten Tomatoes, dengan tingkat apresiasi yang nyaris seimbang antara kritikus dan audiens.
Saat saya cek hari ini, filmnya dapat 97% positif dari 109 reviewer dan 95% positif dari 500+ rating terverifikasi dari penonton.
Kami di Duniaku.com sebelumnya sudah memberikan nilai 4 dari 5 bintang untuk The Furious.
Dalam ulasan Duniaku.com, fondasi karakter utama dinilai cukup kuat, tetapi kualitas tersebut tidak sepenuhnya diimbangi oleh karakter pendukung. Sejumlah antagonis dianggap terlalu karikatural, sementara subplot konflik keluarga Paklong terasa kurang matang dibandingkan elemen utama cerita.
Upaya film untuk menghadirkan kritik terhadap korupsi sistemik di tubuh kepolisian juga dinilai kurang halus. Dialog-dialog yang digunakan terkadang terasa kaku, dengan penggambaran aparat yang cenderung hitam-putih tanpa banyak ruang abu-abu.
Babak penutup film pun sedikit kehilangan momentum. Namun hal itu lebih disebabkan oleh tingginya standar yang sudah dibangun film sejak paruh pertama melalui rentetan adegan aksi yang nyaris tanpa jeda.
Terlepas dari berbagai kelemahan tersebut, The Furious tetap berhasil membuktikan bahwa premis sederhana tidak selalu menjadi kelemahan. Di tangan sutradara yang memahami ritme dan esensi film laga, konsep yang sederhana justru dapat menghasilkan tontonan yang efektif dan memacu adrenalin.
Dengan pujian dari sosok seperti James Gunn serta respons positif dari banyak penonton dan kritikus, The Furious semakin mengukuhkan posisi Kenji Tanigaki sebagai salah satu nama penting dalam perfilman aksi modern!