Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Fakta The Denied di Film Avatar Aang, Kelompok Pemburu Tongkat Sonam
The Denied di film Avatar Aang
  • The Denied adalah kelompok ekstrem nonbender yang menilai dunia timpang bagi mereka dan memburu Tongkat Sonam agar memperoleh kemampuan mengendalikan elemen.
  • Setelah Tagah mendapatkan Tongkat Sonam, anggota The Denied memperoleh airbending, memadukannya dengan senjata, lalu menyerbu Republic City untuk membangkitkan Jharana dari Dunia Roh.
  • Aang menghancurkan Tongkat Sonam, membuat The Denied kehilangan airbending dan Tagah lenyap; para pemimpinnya ditangkap, sementara Kallik meninggalkan kelompok dan bergabung dengan Air Acolytes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

The Denied menjadi salah satu kelompok baru yang diperkenalkan dalam film Avatar: Aang – The Last Airbender. Berbeda dari musuh-musuh sebelumnya, organisasi ini beranggotakan para nonbender yang percaya bahwa dunia telah lama berlaku tidak adil terhadap mereka.

Keyakinan tersebut membuat mereka memburu Tongkat Sonam, artefak legendaris yang diyakini mampu memberikan kemampuan mengendalikan elemen kepada orang biasa. Berikut delapan fakta menarik tentang The Denied yang perlu kamu ketahui.

1. Kelompok Nonbender yang Membenci Ketimpangan

Tagah Tongkat Sonam dan The Denied Avatar

The Denied merupakan kelompok ekstrem yang seluruh anggotanya berasal dari kalangan nonbender. Mereka percaya dunia terlalu berpihak kepada para bender, sementara orang-orang biasa tidak memiliki kekuatan maupun pengaruh untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Menurut pandangan mereka, kemampuan mengendalikan elemen telah menciptakan ketimpangan sosial yang berlangsung selama berabad-abad. Karena itu, mereka menganggap perubahan hanya bisa terjadi jika para nonbender juga memiliki kekuatan yang sama.

Ideologi inilah yang menjadi alasan utama berdirinya The Denied. Mereka tidak sekadar mencari kekuatan, tetapi ingin mengubah tatanan dunia sesuai dengan keyakinan mereka tentang keadilan.

2. Memburu Tongkat Sonam demi Mendapat Airbending

Tagah Tongkat Sonam dan The Denied Avatar

Tujuan terbesar The Denied adalah menemukan Tongkat Sonam, artefak legendaris milik Avatar Sonam yang konon mampu memberikan kemampuan mengendalikan elemen kepada nonbender.

Pencarian mereka dimulai setelah mengetahui keberadaan sebuah patung Avatar Sonam yang menyimpan peta menuju lokasi tongkat tersebut. Demi memperoleh petunjuk itu, mereka bahkan menyerang Kuil Udara Selatan dan berhadapan langsung dengan Avatar Aang.

Meski Aang sempat mencoba menyelesaikan konflik secara damai, The Denied menolak bantuannya. Mereka percaya kesempatan untuk memperoleh bending jauh lebih penting daripada mempercayai seorang Avatar.

3. Awalnya Mengandalkan Senjata, Bukan Bending

Kallik Anggota The Denied di Film Avatar

Sebelum memperoleh kemampuan mengendalikan udara, seluruh anggota The Denied mengandalkan kemampuan bertarung dan senjata untuk menghadapi para bender.

Setiap anggota memiliki gaya bertarung yang berbeda. Jie menggunakan busur lengkap dengan panah peledak, Yuddah bertarung memakai guandao, Hong menggunakan sepasang kipas perang, sementara Kallik mengandalkan cambuk berbilah dalam pertarungan jarak dekat.

Latihan dan kerja sama mereka membuat The Denied tetap menjadi ancaman meski belum memiliki bending. Bahkan, mereka mampu beberapa kali menyulitkan Team Avatar hanya dengan mengandalkan strategi dan persenjataan.

4. Tagah Memberikan Airbending kepada Seluruh Anggotanya

Tagah di Film Avatar Aang

Setelah berhasil memperoleh Tongkat Sonam, Tagah mengambil alih kepemimpinan The Denied. Ia kemudian memenuhi impian terbesar kelompok tersebut dengan memberikan kemampuan airbending kepada para anggotanya menggunakan kekuatan Tongkat Sonam.

Bagi The Denied, momen itu menjadi bukti bahwa keyakinan mereka selama ini benar. Mereka akhirnya memperoleh kekuatan yang selama ini hanya dimiliki para bender, sekaligus memiliki pemimpin yang siap mengubah dunia sesuai cita-cita mereka.

Sejak saat itu, The Denied tidak lagi sekadar menjadi kelompok pemberontak nonbender. Mereka berubah menjadi pasukan pengendali udara baru yang dipimpin langsung oleh Tagah untuk menyerang Republic City.

5. Menggabungkan Senjata dan Airbending

The Denied (dok. Paramount+)

Setelah memperoleh airbending dari Tongkat Sonam, anggota The Denied tidak meninggalkan gaya bertarung lama mereka. Sebaliknya, mereka justru menggabungkan kemampuan baru tersebut dengan senjata yang selama ini telah mereka kuasai.

Jie mulai memperkuat tembakan panahnya menggunakan hembusan angin sehingga melesat lebih cepat dan lebih mematikan. Hong memadukan airbending dengan kipas perangnya untuk menciptakan serangan yang lebih luas, sementara Yuddah mengombinasikan guandao dengan dorongan angin agar serangannya semakin kuat.

Perpaduan antara seni bela diri, persenjataan, dan airbending membuat The Denied memiliki gaya bertarung yang berbeda dari para Pengembara Udara pada umumnya.

6. Menyerbu Republic City Bersama Tagah

Jie Pemimpin The Denied di Film Avatar

Setelah mendapatkan kekuatan baru, The Denied mengikuti Tagah menuju Republic City untuk menjalankan rencananya membangkitkan kembali kota Jharana dari Dunia Roh.

Di bawah komando Tagah, mereka menjadi pasukan utama yang menghadapi Team Avatar. Sementara Aang bertarung melawan Tagah, anggota The Denied bertempur melawan Katara, Zuko, Toph, hingga Sokka di berbagai sudut kota.

Pertempuran tersebut menyebabkan kerusakan besar di Republic City. Bahkan, kemunculan kembali kuil Jharana dari Dunia Roh membuat situasi kota semakin kacau sebelum akhirnya Team Avatar berhasil membalikkan keadaan.

7. Tidak Semua Anggotanya Benar-Benar Jahat

Kallik Anggota The Denied di Film Avatar

Meski dikenal sebagai kelompok ekstrem, tidak semua anggota The Denied memiliki keyakinan yang sama. Salah satu contohnya adalah Kallik, yang mulai mempertanyakan tindakan organisasinya setelah menyaksikan kehancuran Republic City.

Dalam pertarungannya melawan Katara, Kallik sempat diajak untuk menyadari bahwa memiliki kekuatan tidak berarti harus mengikuti jalan kekerasan. Kata-kata tersebut perlahan membuatnya ragu terhadap tujuan yang selama ini ia perjuangkan.

Setelah Tagah dikalahkan, Kallik memilih meninggalkan The Denied. Ia kemudian bergabung dengan Air Acolytes, menandai awal kehidupan baru yang jauh berbeda dari masa lalunya.

8. Kalah Setelah Tongkat Sonam Dihancurkan

Hong dan Jie The Denied (dok. Paramount+)

Puncak kehancuran The Denied terjadi ketika Avatar Aang memutuskan menghancurkan Tongkat Sonam. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri sumber kekuatan yang selama ini menjadi andalan Tagah dan kelompoknya.

Sesaat setelah tongkat hancur, seluruh anggota The Denied langsung kehilangan airbending yang diberikan oleh artefak tersebut. Tagah juga ikut lenyap karena hidupnya telah terhubung dengan kekuatan Tongkat Sonam selama ribuan tahun.

Setelah pertempuran berakhir, para pemimpin The Denied seperti Jie, Hong, dan Yuddah ditangkap serta dijatuhi hukuman kerja sosial untuk membantu membangun kembali wilayah yang rusak. Dengan berakhirnya konflik tersebut, The Denied pun resmi bubar dan tidak lagi menjadi ancaman bagi dunia Avatar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article