3 Avatar yang Punya Reputasi Buruk di Sejarah Semestanya! Korra?

- Kuruk lama dicap malas dan hedonis, padahal diam-diam memburu Roh-Roh Gelap hingga jiwanya rusak; ia menanggung dampak ketidakseimbangan manusia dan roh dari era Yangchen.
- Di Desa Chin, Kyoshi dikenang membunuh Chin the Conqueror, meski Chin jatuh dari tebing saat Kyoshi memisahkan semenanjung. Kyoshi menerima tanggung jawab tanpa membela diri.
- Reputasi Korra memburuk hingga era Pavi: trailer Avatar: Seven Havens menyebut Avatar mengecewakan umat manusia dan identik sebagai penghancur, sementara penyebabnya masih misterius.
Tidak semua Avatar dikenang sebagai penyelamat dunia.
Ada Avatar yang namanya terus dihormati hingga ratusan tahun setelah wafat, seperti Yangchen.
Namun ada juga Avatar yang justru memiliki reputasi buruk. Ada yang disalahpahami oleh sejarah, ada yang dibenci di wilayah tertentu, bahkan ada yang kini dianggap sebagai penyebab kehancuran dunia.
Siapa saja?
Table of Content
1. Avatar Kuruk

Malas.
Hedonis.
Itulah citra yang melekat pada Avatar Kuruk selama bertahun-tahun. Bahkan para sahabatnya sendiri sempat menyesali kegagalan mereka membimbing Kuruk.
Padahal kenyataannya jauh berbeda.
Diam-diam, Kuruk menghabiskan hidupnya memburu dan melawan Roh-Roh Gelap yang mengancam keseimbangan dunia. Setiap kali ia menghancurkan roh tersebut, jiwanya sendiri ikut rusak hingga akhirnya ia meninggal dalam usia yang masih muda.
Ironisnya, masalah itu muncul karena era sebelumnya. Novel Avatar mengungkap bahwa Yangchen kerap berpihak kepada manusia saat terjadi konflik antara manusia dan roh. Akibatnya, keseimbangan dunia roh terganggu dan Kuruk harus menanggung konsekuensinya.
Yang pahit, Yangchen tetap dikenang sebagai salah satu Avatar terbesar sepanjang sejarah.
Sementara Kuruk terus diingat sebagai Avatar yang gagal, padahal ia berjuang sendirian tanpa pernah menceritakan pengorbanannya kepada dunia.
2. Avatar Kyoshi

Kalau Kyoshi, reputasi buruknya lebih bersifat lokal.
Di Desa Chin, Kyoshi dikenang sebagai Avatar yang membunuh Chin the Conqueror.
Padahal kalau melihat kejadiannya, Chin sebenarnya jatuh hingga tewas karena tetap berdiri keras kepala di tepi tebing saat Kyoshi memisahkan semenanjung menjadi Pulau Kyoshi.
Meski begitu, ketika Aang memanggil rohnya untuk bersaksi, Kyoshi sama sekali tidak berusaha membela diri. Ia bahkan menerima tanggung jawab atas kematian Chin.
Sikap itu memang menunjukkan prinsip Kyoshi sebagai Avatar, tetapi di sisi lain justru membuat posisi Aang semakin sulit saat diadili.
Di luar kasus tersebut, Kyoshi memang memiliki penyesalan pribadi, seperti pembentukan Dai Li yang pada akhirnya menyimpang dari tujuan awal. Namun menariknya, hampir tidak ada masyarakat yang benar-benar menyalahkannya atas keputusan itu.
3. Avatar Korra

Kalau Korra, skalanya jauh lebih besar.
Bahkan semasa hidupnya, ia sudah sering menjadi sasaran kritik. Tokoh seperti Presiden Raiko beberapa kali menyalahkan Korra atas berbagai krisis yang terjadi, meski situasinya sering kali jauh lebih rumit daripada yang terlihat.
Kini, melalui trailer Avatar: Seven Havens, reputasi Korra tampaknya mencapai titik terburuk.
Narasi trailer menyebut bahwa "Avatar telah mengecewakan kita." Sementara sinopsis resmi menggambarkan bahwa gelar Avatar kini identik dengan "penghancur umat manusia, bukan penyelamatnya."
Trailer bahkan memperlihatkan Korra berjalan di tengah kota yang terbakar sambil berada dalam Avatar State dan tersenyum.
Apa yang sebenarnya terjadi masih menjadi misteri.
Namun satu hal sudah jelas: di era Pavi, nama Korra tampaknya dikenang bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Avatar yang dianggap membawa dunia menuju kehancuran.


















