Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Penjelasan Nasib Tagah di Akhir Film Avatar Aang! Ke Mana Dia?

Penjelasan Nasib Tagah di Akhir Film Avatar Aang! Ke Mana Dia?
Tagah di Film Avatar Aang
Intinya Sih
  • Tagah memimpin The Denied ke Republic City, menghubungkan Tongkat Sonam dengan reruntuhan Jharana, lalu menyerap energi spiritual yang membuatnya mendominasi pertarungan melawan Aang.
  • Aang merebut Tongkat Sonam dengan Avatar State dan menghancurkannya, mengakhiri kekuatannya, menghilangkan airbending anggota The Denied, serta mengembalikan Kuil Jharana ke Dunia Roh.
  • Karena terikat spiritual dengan Tongkat Sonam selama ribuan tahun, Tagah menghilang setelah artefak hancur; ia berdamai dengan masa lalu usai percakapannya dengan Aang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tagah menjadi salah satu karakter baru yang paling menyita perhatian dalam Avatar: Aang – The Last Airbender. Sosok pengendali udara kuno ini bukan sekadar antagonis biasa, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan sejarah Avatar Sonam dan Tongkat Sonam yang menjadi pusat konflik film.

Di penghujung cerita, Tagah akhirnya mencapai tujuannya untuk memperoleh kembali kekuatan luar biasa yang pernah ia miliki. Namun, pertarungan terakhir melawan Aang justru mengubah takdirnya secara permanen.

Bagaimana nasib Tagah?

1. Tagah Berhasil Mendapatkan Kembali Kekuatan Tongkat Sonam

Tagah di Film Avatar Aang.png
Tagah di Film Avatar Aang

Menjelang akhir film, Tagah memimpin kelompok The Denied menuju Republic City. Ia memandang kota tersebut sebagai simbol dunia baru yang bertentangan dengan keyakinannya, karena berbagai bangsa hidup berdampingan dalam satu tempat.

Dengan menggunakan Tongkat Sonam, Tagah memanggil kembali reruntuhan Jharana dari Dunia Roh. Saat berhasil menghubungkan tongkat dengan kuil tersebut, energi spiritual dalam jumlah luar biasa mengalir ke tubuhnya hingga membuatnya berubah menjadi sosok yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Dalam wujud barunya, Tagah mampu mendominasi pertarungan melawan Aang. Bahkan Avatar nyaris kalah sebelum akhirnya berhasil membalikkan keadaan menggunakan teknik pengendalian udara yang sebelumnya justru diajarkan oleh Tagah sendiri.

2. Aang Memilih Menghancurkan Tongkat Sonam

Tongkat Sonam di Film Avatar Aang 1.jpg
Tongkat Avatar Sonam di Film Avatar Aang

Setelah berhasil merebut Tongkat Sonam, Aang sempat menggunakan kekuatan artefak itu bersama Avatar State. Dengan gabungan kedua kekuatan tersebut, ia akhirnya mampu mengalahkan Tagah yang sebelumnya hampir tidak terkalahkan.

Meski memiliki kesempatan untuk mempertahankan artefak tersebut, Aang mengambil keputusan berbeda. Ia memilih menghancurkan Tongkat Sonam agar kekuatan luar biasa itu tidak lagi bisa digunakan siapa pun.

Keputusan tersebut langsung menghilangkan airbending yang sebelumnya diberikan kepada anggota The Denied dan membuat Kuil Jharana kembali ke Dunia Roh. Pada saat yang sama, Aang juga mengakhiri ancaman terbesar yang selama ini dibawa oleh Tongkat Sonam.

3. Tagah Menghilang dengan Damai

Tagah Avatar Aang Film.jpg
Tagah di Film Avatar Aang

Ternyata selama ribuan tahun, keberadaan Tagah telah terikat secara spiritual dengan Tongkat Sonam. Ketika artefak itu hancur, ikatan yang mempertahankan eksistensinya di dunia ikut lenyap.

Awalnya Tagah marah dan menuduh Aang telah menghancurkan harapan terakhir bangsa Pengembara Udara. Namun Aang menenangkan lawannya dengan mengatakan bahwa mereka sama-sama harus menerima kenyataan dan memaafkan diri sendiri karena gagal melindungi bangsa mereka pada masa lalu.

Ucapan tersebut membuat Tagah akhirnya berdamai dengan masa lalunya. Dalam momen terakhirnya, ia mengucapkan pepatah kuno Pengembara Udara, "Pengembara Udara terbentuk dari kabut. Kita berjalan di dunia hanya untuk sesaat, lalu kembali kepada angin yang abadi."

Setelah itu, tubuh Tagah perlahan menghilang bersama kekuatan Tongkat Sonam, menandai akhir perjalanan salah satu karakter paling tragis di film tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More