6 Fakta Santet Janur Ireng, Kutukan Pembantai Keluarga Kuncoro!

- Janur Ireng adalah santet terkuat di tanah Jawa, hanya bisa dilepaskan sekali seumur hidup
- Santet ini membutuhkan persetujuan 4 anggota Trah Pitu dan menggunakan media darah dan janur
- Efeknya mampu membuat tubuh korbannya menghitam dan melukai diri sendiri sampai tewas, hanya Canguksono yang bisa selamat
Seperti yang kita tahu, Janur Ireng adalah santet paling keji yang pernah dilepaskan para Trah Pitu untuk menyingkirkan Arjo Kuncoro yang berpotensi akan membantai mereka semua jika dibiarkan. Saking kuatnya efek santet satu ini, dikatakan kalau hampir semua keluarga Kuncoro terbantai saat resepsi pernikahan sesat Arjo dan Intan.
Apa saja fakta menarik santet Janur Ireng? Berikut pembahasannya!
Table of Content
1. Dikatakan merupakan santet terkuat di tanah Jawa

Seperti yang kita tahu, anggota Trah Pitu memiliki kemampuan gaib yang berbeda-beda. Mereka juga memiliki peliharaan gaib yang sering membantu dalam berbagai keperluan entah untuk meningkatkan kemakmuran atau justru sebagai alat perang gaib dengan sesama anggota Trah Pitu lain.
Namun semua Trah Pitu sepakat kalau santet Janur Ireng ini adalah ilmu hitam terkuat yang pernah ada. Begitu dilepaskan, korban tak akan bisa menghindar atau bertahan dari serangan gaib satu ini kecuali ia punya status spesial yang bisa membuatnya terlindungi saat santet ini dilepaskan.
Saking kejinya santet ini, Janur Ireng hanya cuma bisa dilepaskan sekali seumur hidup.
2. Dibutuhkan persetujuan 4 anggota Trah Pitu

Yah, karena efeknya yang sangat kuat, santet ini seakan disegel rapat.
Untuk mengaktifkannya saja, butuh persetujuan empat dari seluruh anggota Trah Pitu. Jika sampai kurang satu saja, efeknya akan langsung berbalik menyerang pengirimnya sendiri.
Santet ini sendiri pertama kali dilepaskan oleh Karsa Atmojo dengan persetujuan Gayatri, Anggodo, dan terakhir Sabdo sendiri selaku perwakilan dari keluarga Kuncoro. Bisa dibilang, para anggota Trah Pitu ini sudah gerah akan tindakan Arjo yang mencoba merebut perkebunan yang dipercayakan Karsa pada abdinya dan takut jika suatu saat nanti, Bokolono akan dikirim untuk membantai mereka semua.
3. Menggunakan media darah dan janur

Meski terdengar mengerikan, media dan caranya bisa dibilang simpel.
Para pengguna santet ini tinggal memakai media janur yang ditetesi darah mereka dengan iringan niat untuk menghancurkan seluruh korbannya.
Namun karena memang butuh persetujuan empat anggota Trah Pitu, darah yang digunakan tentu berasal dari mereka semua. Jika berhasil, maka janur yang dipakai sebagai media santet akan menghitam sesuai namanya, pertanda kalau ilmu hitam maut itu sudah lepas dan bersiap menghancurkan sasarannya.
4. Efeknya mampu membuat tubuh korbannya menghitam dan membuat mereka melukai diri sendiri sampai tewas

Efek santet ini jelas bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.
Jika dibandingkan dengan Sewu Dino, jangkauan santet Janur Ireng jauh lebih luas dan bersifat masif. Sewu Dino lebih menyerupai penyiksaan yang bekerja perlahan, menggerogoti korban sedikit demi sedikit. Sementara itu, Janur Ireng adalah perwujudan pembantaian dalam sekali lepasan.
Yang membuatnya semakin mengerikan, bukan hanya target utama yang terdampak.
Setiap orang yang memiliki keterkaitan dengan korban, baik melalui darah, ikatan batin, maupun hubungan gaib tertentu, berpotensi ikut terseret. Tubuh mereka perlahan menghitam, kesadaran mulai tergerus, dan kendali atas diri sendiri menghilang.
Rasa sakit yang muncul bukan lagi sekadar fisik. Korban akan merasakan penderitaan luar biasa hingga akhirnya terdorong untuk melukai diri mereka sendiri dengan berbagai cara, seolah ada sesuatu yang mengambil alih kemauan mereka sepenuhnya. Bahkan Arjo Kuncoro saja diketahui mati setelah tangannya menggorok lehernya sendiri secara paksa akibat efek santet ini.
5. Hanya Canguksono yang bisa selamat dari santet Janur Ireng

Meski efek Janur Ireng dikenal sangat brutal, ada satu pengecualian yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya.
Santet ini tidak akan menyakiti Canguksono itu sendiri. Dengan kata lain, Sabdo terbukti berada di luar jangkauan efek Janur Ireng. Hal itu setidaknya dikonfirmasi sendiri oleh Karsa Atmojo.
Namun kenyataannya, fakta bahwa Sabdo mampu selamat masih belum memiliki jawaban pasti. Tidak ada catatan yang benar-benar menjelaskan penyebabnya. Sebagian meyakini hal ini terjadi karena Sabdo masih tercatat sebagai salah satu pihak yang ikut melepaskan santet Janur Ireng. Namun ada pula yang berpendapat, statusnya sebagai Canguksono-lah yang secara alami melindunginya dari petaka tersebut.
6. Penyebab tragedi Sewu Dino

Santet Janur Ireng sendiri bukan cuma mengakhiri tirani keluarga Kuncoro namun juga memulai petaka baru di masa mendatang.
Yah, karena ulah Karsa sendiri, Sabdo yang merasa terkhianati akhirnya memutuskan untuk membalas dendam dengan santet lain yang tak kalah keji, Sewu Dino. Gara-gara itu, keluarga Atmojo sampai kena imbasnya di mana Della kerasukan Sengarturih dan Karsa yang harus menderita penyakit kulit.
Mereka sendiri harus mengalami hal itu selama bertahun-tahun sampai Sri datang mengakhiri tragedi yang menimpa keluarga Atmojo.
Itulah fakta-fakta santet Janur Ireng, santet terkeji di tanah Jawa.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku


















