Ghost in the Cell (Instagram.com/jokoanwar)
Film ini memadukan ketegangan, momen komedi yang pas, sekaligus menyelipkan kritik sosial yang tajam. Ceritanya berlatar di penjara Indonesia yang penuh kekerasan dan ketidakadilan, bikin penonton nggak cuma deg-degan, tapi juga mikir soal sistem dan kekuasaan yang ada.
Dengan kombinasi ini, Joko Anwar berhasil bikin tontonan yang seru tapi tetap punya pesan. Penonton bisa ketawa, kaget, dan ikut merenung sekaligus. Pokoknya, pengalaman nonton film ini beda banget dari horor biasa!
Itu dia 5 fakta dan hal seru seputar Ghost in the Cell. Jangan lupa, film ini tayang di bioskop mulai 16 April 2026.
Jadi siap-siap, karena pengalaman nonton film ini dijamin bakal beda dari horor biasa yang pernah kamu tonton sebelumnya!
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
Film ini diambil di lokasi nyata atau studio? | Sebagian besar adegan Ghost in the Cell diambil di lokasi set yang dirancang menyerupai penjara Indonesia, tapi tetap ada sentuhan efek visual untuk bikin atmosfernya makin mencekam. |
Apakah film ini murni fiksi atau terinspirasi kisah nyata? | Cerita Ghost in the Cell adalah fiksi, tapi tema yang diangkat terasa relevan karena menyinggung isu sosial yang dekat dengan realita. |
Seberapa lama durasinya? | Film ini punya durasi sekitar 120 menit, cukup panjang untuk horor-komedi tapi tetap bikin penonton enggak bosen. |
Apakah film ini cocok untuk semua umur? | Karena mengusung genre horor dengan latar penjara yang penuh kekerasan, film ini kemungkinan besar ditujukan untuk penonton remaja dan dewasa. Jadi pastikan cek klasifikasi usia sebelum nonton ya! |