Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Review One Piece World Seeker: Cerita Asik, Pertarungannya Bikin Jenuh

Review One Piece World Seeker: Cerita Asik, Pertarungannya Bikin Jenuh
Share Article

Kalau kamu mengikuti

fan page Duniaku.net

, kamu mungkin menyadari kalau saya dan Nyasu sejak pekan lalu menyajikan

stream One Piece World Seeker

.

Selama sepekan ini, saya juga memainkan

World Seeker

(dengan

save

-an berbeda supaya tidak mengganggu kenikmatan kalian yang menonton

stream

) untuk menilai seperti apa gim terbaru

One Piece

ini.

Hasil yang saya dapatkan sih menarik.

Simak

review One Piece World Seeker

di bawah ini!

  1. Cerita yang Fun dan Menarik

    Kelompok Topi Jerami mengunjungi Prison Island untuk mendapatkan harta karun.

    Masalahnya? Ternyata tidak ada harta karun. Itu adalah perangkap.

    Luffy pun pada akhirnya harus mengumpulkan lagi teman-temannya dan menjelajah area-area dari Prison Island. Ancaman terbesarnya adalah Warden Isaac, sang kepala penjara.

    Namun wajah-wajah akrab seperti Sakazuki, Rob Lucci, hingga Germa pun hadir untuk meramaikan plot.

    Dari segi cerita,

    One Piece World Seeker

    terasa

    fun

    untuk saya.

    Serius, saya membayangkan ini seperti

    movie-movie One Piece

    . Kisah yang liar dan epik, melibatkan kru Topi Jerami dan musuh-musuh mereka, dalam pergolakan yang menonjolkan tokoh orisinal seperti Jeanne dan Isaac.

    Kalau cerita

    World Seeker

    disajikan di episode anime, atau bahkan di

    movie

    , saya rasa penggemar

    One Piece

    akan suka.

  2. Gim One Piece tapi Pertarungannya Tidak Asyik

    ONE PIECE WORLD SEEKER_20190318194105[/caption]

    One Piece

    itu anime

    shonen.

    Jadi saya sebenarnya mengharapkan mekanik pertarungan yang seru.

    Tapi yang saya dapati adalah... mekanik pertarungan gim ini masih harus diasah lagi.

    Pertarungan melawan musuh biasa awalnya menyenangkan, namun berhubung pola pertempurannya itu-itu saja, setelah dua-tiga jam kamu bisa merasa bosan.

    Gim ini juga menyuguhkan duel

    boss

    melawan musuh ikonik seperti Smoker, Pacifista, bahkan Sakazuki! (Yang di manga belum dihadapi Luffy setelah

    timeskip

    ).

    Namun duel-duel ini terasa kurang menggigit.

    Saat sebagian besar cerita berkutat kepada pertempuran, mekanik pertempurannya sendiri terasa kurang oke ini terasa sebagai nilai minus besar.

    Sebenarnya, bukan hanya pertarungannya saja yang kurang asyik.

    Sidequest

    gim ini juga banyak yang sekedar mengumpulkan barang, dan tidak memiliki konsekuensi menarik selain memberikan bonus.

  3. Dunia yang Indah tapi Terlalu Sepi

    ONE PIECE WORLD SEEKER_20190318192131[/caption]

    Sejak pertama kali melihat

    trailer

    -nya, pendapat saya soal

    World Seeker

    adalah: visual gim ini ciamik.

    Grafisnya benar-benar memperlihatkan seperti apa kalau animasi

    One Piece

    dikemas menjadi 3D. Jauh lebih baik daripada

    Jump Force

    yang rilis bulan lalu. (Desain realistis gim itu membuat Luffy dan beberapa tokoh terlihat aneh).

    Bukan hanya tokoh-tokohnya, yang terasa banget sentuhan Eiichiro Oda, dunia

    World Seeker

    pun terasa menakjubkan.

    Masalahnya? Saat kamu mengeksplorasi, dunia gim ini terasa sangat kosong.

    Berhubung ini tahun 2019, dunia

    open world

    tapi hampa ini terasa kurang oke saat dieksplorasi.

    Oh, dan ngomong-ngomong soal sepi, gim ini juga terasa sunyi di beberapa bagian karena minimnya musik dan suara latar.

    Penggemar

    One Piece

    sih rasanya tetap bisa menikmati gim ini.

    Cerita yang oke minimal akan membantumu melewati bagian-bagian membosankan gim. Visual gim ini juga menarik, dan interaksi-interaksi dengan tokoh Topi Jerami bisa menghibur para fan.

    Selain itu, sistem

    skill

    dari Luffy (di mana kamu mengumpulkan poin untuk membantu Luffy mempelajari dan

    upgrade skill

    ) juga bisa menyenangkan. Walau tidak masuk akal Luffy melupakan tekniknya sendiri, tetap asyik membangun karakter Luffy sesuai dengan gaya mainmu.

    Cuma ya itu.

    Dengan kelemahan seperti dunia sepi, sistem

    fighting

    yang terasa kurang terbangun, serta

    gameplay

    yang pada dasarnya

    linear

    dengan tambahan

    sidequest

    seadanya, saya jadi bertanya-tanya: apakah memang seharusnya

    World Seeker

    jadi gim

    open world?

    Apakah seharusnya gim ini dijadikan gim yang lebih linear, namun sistem pertarungannya lebih dibangun sehingga lebih asyik?

    Yah, demikianlah

    review One Piece World Seeker

    versi saya.

    Untuk kamu-kamu yang sudah main, apakah ada

    review One Piece World Seeker

    versimu sendiri? Sampaikan kesanmu di kolom komentar!

  4. Nilai Akhir: 60/100

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More