Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
7 Hewan Kuchiyose Terbesar di Naruto, Bikin Medan Perang Geger

Manda II, modifikasi Kabuto, mampu mengejar, menggigit, dan menahan Pulau Kura-Kura yang menjadi tempat persembunyian Naruto serta Killer B.
Katsuyu memiliki ukuran asli jauh lebih besar; gabungan kekuatan Tsunade dan Sakura hanya memanggil sekitar sepersepuluh tubuhnya saat Perang Dunia Shinobi Keempat.
Kuchiyose raksasa lain seperti Manda, Gamabunta, anjing berkepala banyak, Giant Clam, dan Giant Rhino berperan menghadapi Bijuu, memperbanyak diri, menciptakan genjutsu, hingga menghancurkan bangunan.
Hewan Kuchiyose terbesar di Naruto bukan cuma berasal dari Gunung MyĆboku atau Gua RyĆ«chi.
Sepanjang cerita, para shinobi diperlihatkan mampu memanggil berbagai makhluk berukuran raksasa untuk membantu mereka bertarung. Ukurannya bahkan bisa menjulang di atas bangunan, bahkan sampai memenuhi area medan perang.
Menariknya, beberapa hewan Kuchiyose tidak hanya mengandalkan ukuran. Ada yang digunakan untuk menahan Bijuu, ada yang menjadi bagian dari strategi genjutsu, dan ada pula yang terus bertambah besar setelah menerima serangan.
Penasaran siapa saja hewan Kuchiyose tersebut? Yuk, kita intip daftar 7 hewan Kuchiyose terbesar yang ada di dunia Naruto!
Table of Content
1. Manda II, ular raksasa Kabuto yang mampu menahan Pulau Kura-Kura

Nidaime Manda (dok. Pierrot/Naruto Shippuden) Manda II merupakan versi modifikasi dari Manda yang diciptakan Kabuto Yakushi menggunakan DNA Manda asli sebagai dasarnya.
Dibandingkan pendahulunya, Kabuto menyebut Manda II memiliki ukuran lebih besar, kekuatan lebih tinggi, serta indra yang lebih tajam.
Kemunculan Manda II terjadi menjelang Perang Dunia Shinobi Keempat. Saat itu, Kabuto bersama Deidara yang telah di Edo Tensei pergi mencari Naruto dan Killer B yang berada di sebuah pulau terpencil.
Masalahnya, pulau tersebut ternyata merupakan kura-kura raksasa yang menjadi tempat persembunyian Naruto.
Kabuto kemudian menggunakan Manda II untuk menemukan dan menghentikan pergerakan kura-kura tersebut.
Gak main-main, ular tersebut langsung berenang mengejar, menghabisi cumi-cumi raksasa penjaga pulau, lalu menggigit ekor kura-kura itu dan menahannya agar gak bisa kabur.
Kabuto bahkan memanfaatkan serangan bom tanah liat milik Deidara untuk membuat kura-kura tersebut terbalik. Setelah itu, Manda II kembali melilit bagian lehernya.
Skala pertarungan ini menjadi alasan Manda II layak masuk daftar. Ia bukan sekadar lebih besar daripada Manda asli, tetapi mampu menahan Pulau Kura-Kura, makhluk raksasa yang ukurannya sendiri begitu besar sampai menjadi sebuah pulau tempat para shinobi tinggal dan berlatih.
2. Katsuyu, siput raksasa yang ukuran aslinya jauh lebih besar

Tsunade dan Katsuyu di Shippuden. (Dok. Pierrot/Naruto Shippuden) Katsuyu merupakan Kuchiyose milik Tsunade dan kemudian juga digunakan Sakura.
Berbeda dari kebanyakan makhluk Kuchiyose yang memiliki satu ukuran tertentu, tubuh Katsuyu yang dipanggil ke medan perang sebenarnya hanya sebagian dari tubuh aslinya.
Saat menghadapi invasi Pain, Tsunade memanggil Katsuyu untuk membantu melindungi penduduk Konoha. Katsuyu kemudian membelah tubuhnya menjadi banyak bagian kecil yang tersebar ke seluruh desa.
Dengan cara tersebut, Katsuyu dapat menyampaikan informasi dari Tsunade kepada penduduk sekaligus membantu melindungi dan menyembuhkan mereka ketika Pain menghancurkan Konoha.
Ukuran Katsuyu kembali terlihat jauh lebih besar saat Perang Dunia Shinobi Keempat.
Sakura dan Tsunade menggunakan kekuatan Strength of a Hundred Seal untuk memanggil Katsuyu dalam jumlah jauh lebih besar.
Namun, Tsunade menjelaskan bahwa kemampuan gabungan mereka baru mampu memanggil sekitar sepersepuluh dari ukuran asli Katsuyu.
Bagian yang dipanggil itu saja sudah mampu membentang di medan perang dan bahkan melampaui pegunungan di sekitarnya.
Hal tersebut membuat ukuran penuh Katsuyu masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam cerita Naruto.
Jadi, Katsuyu yang terlihat membantu Tsunade saat invasi Pain atau mendampingi Sakura dan Tsunade dalam Perang Dunia Shinobi Keempat sebenarnya belum menunjukkan keseluruhan ukuran tubuhnya.
3. Manda, ular raksasa Orochimaru yang mampu menelan Gamabunta

Manda Kuchiyose milik Orochimaru (dok. Pierrot/Naruto) Sebelum Manda II muncul, Manda asli sudah dikenal sebagai salah satu ular terbesar dalam dunia Naruto.
Ia merupakan Kuchiyose utama Orochimaru dari Gua Ryƫchi dan dikenal sebagai ular kolosal terkuat. Bahkan, ukurannya disebut lebih besar daripada Gamabunta dan Katsuyu jika dilihat dari panjang tubuhnya.
Manda paling terkenal ketika Orochimaru berhadapan dengan Jiraiya dan Tsunade.
Dalam pertarungan tersebut, ketiganya memanggil Kuchiyose masing-masing. Orochimaru memanggil Manda, Jiraiya memanggil Gamabunta, sedangkan Tsunade memanggil Katsuyu.
Pertarungan kemudian berubah menjadi pertarungan tiga makhluk raksasa.
Manda berhadapan dengan Gamabunta dan Katsuyu sekaligus. Ukuran dan kekuatannya membuat pertarungan berlangsung sengit, bahkan Manda mampu melilit tubuh Katsuyu dan membuka rahangnya cukup lebar untuk menelan Gamabunta.
Manda memang akhirnya tewas setelah digunakan Sasuke dalam pertarungan melawan Deidara.
Sasuke menggunakan Manda sebagai pelindung dari ledakan Deidara, lalu melakukan Kuchiyose: Manda untuk keluar dari situasi tersebut. Manda selamat dari ledakan awal, tetapi kemudian mati akibat luka fatal yang dideritanya.
4. Gamabunta, katak raksasa yang pernah menahan Kurama

Gamabunta di Naruto. (Dok. Pierrot/Naruto Shippuden) Gamabunta merupakan salah satu Kuchiyose terbesar sekaligus paling sering muncul dalam cerita.
Ia adalah pemimpin para katak di Gunung MyĆboku dan telah digunakan oleh Jiraiya, Naruto, serta Minato dalam berbagai situasi.
Salah satu momen terbesar Gamabunta terjadi pada malam kelahiran Naruto. Ketika Kurama mengamuk di Konoha, Minato menggunakan Kuchiyose no Jutsu untuk memanggil Gamabunta tepat di atas tubuh Kurama yang sedang mempersiapkan Bijuu Dama.
Minato kemudian meminta Gamabunta menahan Kurama selama beberapa saat. Gamabunta sendiri menyadari bahwa ia tidak akan mampu menahan Bijuu tersebut terlalu lama.
Meski begitu, tubuh raksasanya berhasil menekan Kurama cukup lama sehingga Minato dapat menggunakan Hiraishin untuk memindahkan ledakan keluar dari Konoha.
Naruto juga pernah memanggil Gamabunta ketika menghadapi Gaara yang berubah menjadi Shukaku. Dalam pertarungan tersebut, Gamabunta harus menghadapi Bijuu secara langsung.
Ia bahkan menggunakan pedangnya untuk memotong salah satu lengan Shukaku. Gamabunta kemudian membantu Naruto mengalahkan Gaara dengan menyamar sebagai Kurama menggunakan Henge no Jutsu, sehingga Shukaku terkecoh dan Naruto mendapat kesempatan untuk menyerang Gaara.
Ukuran Gamabunta memang tidak membuatnya setara dengan Bijuu, tetapi beberapa pertarungannya menunjukkan bahwa ia memiliki nyali tinggi untuk berhadapan langsung dengan makhluk sekelas Kurama dan Shukaku.
5. Anjing raksasa berkepala banyak milik Pain

Anjing raksasa berkepala banyak milik Pain (dok. Pierrot/Naruto Shippuden) Kuchiyose milik Pain ChikushĆdĆ atau Animal Path ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki sebagian besar makhluk lain dalam daftar ini.
Anjing raksasa berkepala banyak ini bukan hanya berukuran raksasa, tetapi dapat memperbanyak dirinya ketika terkena serangan. Setiap kali terbelah, jumlah kepalanya dapat bertambah.
Makhluk ini pertama kali muncul ketika Pain menghadapi Jiraiya.
Jiraiya menggunakan Gamaken untuk menahan berbagai Kuchiyose milik Pain ketika dirinya sedang mempersiapkan Sage Mode.
Anjing ini kemudian menyerang Gamaken dan membuatnya kesulitan, karena setiap serangan justru dapat menyebabkan kepala anjing tersebut bertambah banyak.
Makhluk yang sama ini kembali digunakan ketika Pain menyerang Konoha. Animal Path memanggilnya bersama sejumlah Kuchiyose raksasa lain.
Naruto kemudian menghadapi makhluk tersebut dengan bantuan Gamabunta, Gamaken, dan Gamahiro. Para katak raksasa tetap kesulitan menghentikan anjing tersebut karena kemampuannya untuk terus memperbanyak diri.
Pada akhirnya, rahasia utama Kuchiyose Pain ini bukan sekadar ukuran tubuh. Selama Animal Path masih aktif, makhluk tersebut sulit dihentikan secara normal. Setelah Naruto mengalahkan Animal Path, Kuchiyose tersebut akhirnya menghilang.
6. Giant Clam milik Gengetsu, Kuchiyose raksasa yang menyembunyikan keberadaan Mizukage Kedua

Giant Clam milik Mizukage Kedua (dok. Pierrot/Naruto Shippuden) Giant Clam merupakan Kuchiyose milik Gengetsu HĆzuki, Mizukage Kedua.
Berbeda dengan Manda atau Gamabunta yang mengandalkan tubuh besar untuk pertarungan jarak dekat, Giant Clam lebih berperan sebagai bagian dari strategi Gengetsu.
Ketika Gengetsu dibangkitkan oleh Kabuto dalam Perang Dunia Shinobi Keempat, ia menghadapi pasukan Divisi Keempat Aliansi Shinobi. Salah satu masalah terbesar yang mereka hadapi adalah kemampuan Gengetsu untuk membuat lawan kesulitan mengetahui posisi aslinya.
Giant Clam membuka cangkangnya dan mengeluarkan kabut. Gengetsu kemudian menggunakan kabut tersebut untuk menciptakan genjutsu berskala besar.
Objek yang terlihat oleh para shinobi sebenarnya hanyalah fatamorgana, sehingga mereka kesulitan menentukan lokasi Gengetsu maupun Giant Clam yang sebenarnya.
Pasukan Aliansi akhirnya menyadari bahwa sumber teknik tersebut adalah Giant Clam.
Mereka harus menemukan dan menghancurkan Kuchiyose tersebut terlebih dahulu untuk menghentikan genjutsu Gengetsu.
7. Giant Rhino, Kuchiyose Pain yang mampu menghancurkan bangunan

Giant Rhino, Kuchiyose milik Pain (dok. Pierrot/Naruto Shippuden) Giant Rhino merupakan salah satu dari banyak makhluk raksasa yang dapat dipanggil oleh Animal Path milik Pain.
Sesuai namanya, bentuknya menyerupai badak dengan ukuran jauh di atas badak biasa.
Tubuhnya bahkan cukup kuat untuk menghancurkan bangunan hanya dengan serangan tabrakan.
Giant Rhino pertama kali digunakan ketika Pain menghadapi Jiraiya. Saat Jiraiya berusaha menghadapi berbagai Kuchiyose Pain, Giant Rhino menyerangnya secara langsung.
Jiraiya berhasil menghindari serangan tersebut, lalu Gamaken datang untuk menghadapi makhluk raksasa itu.
Giant Rhino kemudian muncul lagi ketika Pain menyerang Konoha. Animal Path memanggilnya untuk menyerang desa.
Makhluk ini menerobos bangunan dan kemudian berhadapan dengan pasukan shinobi Konoha. Bahkan ketika sempat ditahan dengan teknik penyegelan milik Ibiki Morino sang Kepala Divisi Interogasi Konoha, Giant Rhino akhirnya berhasil melepaskan diri dan kembali menyerang.
Saat Naruto tiba di medan pertempuran, Giant Rhino kembali menghadapi para katak raksasa.
Gamaken secara langsung menyerangnya dan berhasil memberikan damage yang serius.
Pada akhirnya, seperti Kuchiyose Pain lainnya, Giant Rhino menghilang setelah Animal Path dikalahkan Naruto.
Itulah dia 7 hewan Kuchiyose terbesar di Naruto. Menurut kamu, Kuchiyose mana yang paling keren atau yang bikin lawan menjadi kesusahan ?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku



















