Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
7 Hal Menarik Steel Ball Run Episode 2, Kasus Pembunuhan?

Gyro didiskualifikasi ke posisi 21 karena memakai Spin untuk menghalangi Sandman, lalu membalas dengan membuat botol sampanye meledak dan membanjiri Steven serta tamu.
Gyro mengajak Johnny beraliansi sambil mengajarkan prinsip Spin; mereka memilih memotong gurun Arizona dan menghadapi serangan duri kaktus cholla yang dikendalikan Mrs. Robinson.
Steven menerima laporan pembunuhan peserta dan menunjuk Mountain Tim sebagai deputi; Tim menemukan jejak kuda yang cocok dengan pelaku di lokasi pertarungan Mrs. Robinson.
Setelah lama menunggu, akhirnya serial anime Steel Ball Run kembali berlanjut ke episode kedua di mana Johnny, Gyro dan lainnya harus menempuh jarak tempuh yang lebih jauh lagi sehingga perlombaan tersebut mulai bergerak ke arah ajang perebutan sumber air. Kompetisi itu kian mencekam semenjak Steel menemukan adanya kriminal keji yang bersembunyi di antara para pejoki kuda.
Apa saja hal menarik yang terjadi di Steel Ball Run episode 2? Berikut pembahasannya!
Table of Content
1. Gyro kena diskualifikasi akibat tuduhan kecurangan penggunaan senjata

Steven mengumumkan Gyro didiskualifikasi (Dok. Netflix/Steel Ball Run) Pada episode pertama, Gyro diketahui berhasil mencapai garis finish di urutan pertama dan mengalahkan sejumlah kompetitor seperti Johnny, Diego, Sandman, dan Pocoloco.
Namun sayangnya, Steven punya kabar buruk soal kemenangan Gyro.
Ia memberitahu publik bahwa petugas pengawas mendapati kecurangan yang terjadi menjelang momen garis finish, yaitu saat Gyro memakai Spin untuk menjegal pergerakan Sandman. Berkat itu, si pelari tersebut malah yang naik posisi menjadi urutan pertama dan mengubah keseluruhan urutan peserta.
Gyro sendiri kena diskualifikasi dan diturunakan ke posisi ke-21.
2. Gyro mengerjai Steven dengan memakai Spin ke botol-botol sampanye

Gyro memakai Spin ke botol sampanye (Dok. Netflix/Steel Ball Run) Mendengar pengumuman tersebut, Gyro jelas tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Meski sempat naik pitam, ia masih mampu menahan emosinya dan memilih untuk tidak meluapkannya secara langsung.
Alih-alih berdebat, Gyro justru mengambil pendekatan yang berbeda. Ia menggunakan teknik Spin pada meja tempat sejumlah botol sampanye diletakkan.
Melihat tindakan tersebut, Steven segera menegurnya. Namun, Gyro hanya menjawab bahwa dirinya tidak punya apa pun untuk dikatakan, sebelum akhirnya berbalik dan pergi begitu saja.
Namun, apa yang terjadi setelah kepergian Gyro justru membuat suasana semakin kacau.
Sesaat kemudian, botol-botol sampanye tersebut mulai meledak satu per satu. Tutup botol yang terpental dengan kecepatan tinggi pun menghantam tangki air di dekatnya. Dalam sekejap, tangki tersebut pecah dan air langsung tumpah membanjiri Steven beserta para tamu yang berada di sana.
Dengan begitu, aksi Gyro yang tampaknya sederhana tadi ternyata meninggalkan kekacauan yang cukup besar.
3. Gyro dan Johnny resmi membentuk aliansi

Gyro dan Johnny menjadi tim (Dok. Netflix/Steel Ball Run) Setelah puas mengerjai Steven, Gyro pergi menemui Johnny.
Ia pun memberi hadiah pelajaran kedua soal Spin, yaitu jangan membiarkan otot tubuh tahu. Intinya, Gyro ingin Johnny mengetahui bagaimana prinsip Spin bekerja tanpa membuat otot tubuh mendeteksinya.
Selain itu, Gyro juga ingin memberitahu kalau ia ingin membuat tim dengan Johnny mengingat perjalanan lomba kali ini akan jauh lebih berat dengan janji kemenangan urutan pertama dan kedua untuk dirinya dan Johnny.
4. Steven mendapat laporan soal kasus pembunuhan para peserta

Steven diajak sheriff melihat mayat kasus pembunuhan (Dok. Netflix/Steel Ball Run) Usai kekacauan yang dibuat Gyro, Steven ditemui seorang sheriff yang ingin melaporkan sebuah masalah serius.
Yah, rupanya si petugas menemukan sejumlah peserta yang telah tewas akibat terbunuh oleh seseorang. Motifnya sendiri sudah ditebak, si pelaku menginginkan hadiah utama untuk dirinya sendiri. Sheriff itu mengkhawatirkan kalau jumlah korban akan terus bertambah jika pelaku dibiarkan begitu saja. Di sisi lain, ia juga tahu Steven tak akan bisa menghentikan Steel Ball Run begitu saja.
Oleh karena itu, ia menawarkan solusi: mempekerjakan Mountain TIm sebagai deputinya. Hal itu masuk akal mengingat Tim akan jadi peserta yang tentu akan masuk ke dalam target pembunuhan selanjutnya.
Selain itu, Tim juga tampaknya cukup pintar dalam menginvestigasi di mana ia bisa memahami semua yang terjadi cuma dari pola jejak tapak kuda yang diduga milik pelaku.
5. Gyro dan Johnny terkena serangan duri kaktus cholla

Gyro dan Johnny terkena tembakan duri kaktus (Dok. Netflix/Steel Ball Run) Seperti yang sudah diketahui, babak kedua Steel Ball Run bakal jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya. Kali ini, jarak yang harus ditempuh para peserta bertambah menjadi sekitar 750 mil.
Artinya, perlombaan ini bukan lagi sekadar soal siapa yang mampu memacu kudanya paling cepat. Peserta yang gagal mengatur persediaan air bukan hanya berisiko tersingkir dari perlombaan, tetapi juga bisa kehilangan nyawa bersama kudanya.
Namun, di tengah kondisi seperti itu, Gyro dan Johnny justru mengambil keputusan yang terbilang gila. Bukannya mencari sumber air terdekat seperti peserta lainnya, keduanya memilih memotong jalur dengan menerobos langsung kawasan gurun Arizona.
Keputusan tersebut memang berpotensi menghemat jarak tempuh, tetapi ternyata membawa mereka ke masalah baru.
Di tengah perjalanan, Gyro dan Johnny tiba-tiba diserang oleh sesuatu yang tidak mereka duga, duri-duri kaktus yang melesat ke arah mereka seperti peluru. Rupanya, mereka telah memasuki wilayah yang dipenuhi kaktus cholla, spesies unik yang dapat melepaskan durinya ketika merasakan getaran di sekitarnya.
Meski begitu, ada sesuatu yang terasa janggal dari serangan tersebut. Secara normal, duri kaktus cholla baru akan terlepas ketika manusia berada cukup dekat dengan tumbuhan tersebut. Namun, dalam kasus Gyro dan Johnny, duri-duri itu sudah melesat ke arah mereka ketika jaraknya masih terbilang jauh.
6. Gyro berhasil mengalahkan Mrs. Robinson dengan memakai getaran Spin ke kaktus

Robinson terkena tembakan duri kaktus (Dok. Netflix/Steel Ball Run) Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk menemukan pelakunya.
Yah, orang yang sedari tadi menyerang Gyro dan Johnny adalah Mrs. Robinson, pejoki kuda yang sejak awal membuntuti mereka. Ia tampaknya belajar dari kasus Gyro sehingga memilih memanfaatkan medan sekitarnya agar tak ikut terkena penalti.
Pria itu sendiri rupanya punya kemampuan unik untuk mengontrol para serangga yang hidup di dalam tubuhnya. Dengan kekuatan tersebut, ia memanfaatkan para serangga untuk membuat kaktus cholla bereaksi dan melepaskan duri ke arah yang diinginkan.
Nah, hal itu yang dimanfaatkan Gyro. Ia sengaja membuat kedua bola besinya melepaskan teknik Spin ke kaktus cholla yang mengarah ke Mrs. Robinson sehingga pria itu terkena hujan duri.
Setelah berhasil mengalahkan Mrs. Robinson, Gyro dan Johnny langsung melanjutkan perjalanan.
7. Mountain Tim menduga jejak kaki kuda yang baru saja pergi adalah milik pelaku

Tim menduga jejak kaki kuda Gyro adalah milik pelaku pembunuhan (Dok. Netflix/Steel Ball Run) Pasca-kepergian Gyro dan Johnny, Mountain Tim akhirnya tiba di bekas pertarungan dengan Mrs. Robinson.
Namun saat Tim memeriksa kondisi Mrs. Robinson yang masih tak sadarkan diri dan kudanya, ia mendapati fakta bahwa pria tersebut bukan kriminal yang saat ini ia kejar. Hal itu dikarenakan karena pola jejak tapak kuda Mrs. Robinson sendiri berbeda dengan terduga pelaku.
Ironisnya, ia malah mendapati bekas jejak kuda lain yang belum lama pergi yang ternyata sesuai dengan si pelaku.
Dengan petunjuk tersebut, kita seolah diarahkan kalau pelakunya bisa jadi antara Gyro atau Johnny yang memang belum lama pergi meninggalkan tempat tersebut.
Itulah daftar hal menarik di anime Steel Ball Run episode 2.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku


















