Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

12 Negara One Piece yang Mungkin Berperang Melawan Pemerintah Dunia

vivi dan imu.jpg
Vivi dan Imu di One Piece
Intinya sih...
  • Elbaph: Negara raksasa yang dipaksa tunduk oleh Pemerintah Dunia, kini dihadapkan pada perang terbuka setelah Imu menyerbu dan menculik anak-anak para pejuang raksasa.
  • Arabasta: Pembunuhan Raja Nefertari Cobra oleh Imu membawa Arabasta ke jalur konflik, terutama jika Vivi mengetahui kebenaran tentang kematian ayahnya.
  • Wano: Setelah dibebaskan dari tirani Kaido dan Orochi oleh Bajak Laut Topi Jerami, Wano siap berkonflik dengan Pemerintah Dunia jika Luffy mengobarkan perang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di dunia One Piece, ada satu hal yang nyaris tak terpikirkan: sebuah negara secara terbuka menyatakan perang pada Pemerintah Dunia.

Itu bukan sekadar tindakan nekat. Secara skala, ini setara dengan sebuah negara di dunia nyata mendeklarasikan perang pada PBB, dengan satu perbedaan krusial: “PBB”-nya One Piece berada di bawah kendali langsung sosok-sosok seperti Gorosei… dan di puncaknya, Imu.

Artinya, ini bukan hanya melawan institusi diplomatik, tapi menantang kekuasaan absolut yang telah mengendalikan dunia selama ratusan tahun.

Namun justru di situlah kita sekarang berada.

Final Saga memperlihatkan dunia yang mulai retak: Vegapunk menyiarkan yang ia tahu soal kenyataan dunia, legitimasi Pemerintah Dunia goyah, Tenryuubito tak lagi tak tersentuh, dan negara-negara mulai menyadari bahwa tunduk pun tidak menjamin keselamatan.

Lalu negara mana saja di One Piece yang secara logis punya alasan, posisi, dan keberanian untuk menyatakan perang pada Pemerintah Dunia?

Mari kita coba perhitungkan satu per satu.

1. Elbaph

shanks elbaph.jpg
Shanks dan Bajak Laut Rambut Merah di Elbaph One Piece

Dulu, Raja Harald rela melakukan pengorbanan ekstrem. Ia mematahkan tanduknya sendiri dan bersedia tunduk pada Pemerintah Dunia demi satu tujuan: agar Elbaph diterima sebagai bagian dari tatanan dunia dan bangsanya bisa hidup tanpa ancaman perang abadi.

Namun sejak awal, niat Imu sama sekali berbeda.

Bagi Imu, Elbaph bukan mitra melainkan aset militer. Para raksasa dipandang sebagai prajurit ideal, bukan warga dunia yang setara. Dengan menjadikan Harald sebagai Kesatria Dewa, Imu justru memperoleh cara paling efektif untuk mengendalikan Elbaph dari dalam. Perjanjian Laut Dalam membuat Harald bisa dipaksa menjalankan kehendak Imu, bahkan ketika itu sepenuhnya bertentangan dengan keinginannya sendiri.

Harald hanya dijadikan alat, yang untungnya bisa dihentikan Loki.

Situasi kini bahkan lebih terang-terangan. Imu dan Kesatria Dewa tidak lagi bersembunyi di balik diplomasi. Mereka secara langsung menyerbu Elbaph, menculik anak-anak para pejuang raksasa sebagai sandera untuk memaksa Elbaph tunduk sepenuhnya. Ini bukan lagi politik; ini perang terbuka dalam bentuk paling kejam.

Dengan kondisi seperti itu, hampir mustahil Elbaph memilih jalan damai. Bagi bangsa raksasa yang menjunjung kehormatan, perang bukan pilihan melainkan keharusan.

2. Arabasta

Nefertari Vivi (dok. Toei Animation/One Piece)
Nefertari Vivi (dok. Toei Animation/One Piece)

Arabasta punya alasan paling personal dan paling berbahaya untuk memusuhi Pemerintah Dunia.

Faktanya jelas: Imu telah membunuh Raja Nefertari Cobra. Pembunuhan ini bukan sekadar tragedi kerajaan, melainkan serangan langsung terhadap salah satu dari dua puluh keluarga pendiri, keluarga yang sejak awal menolak menjadi Tenryuubito.

Lebih jauh lagi, ada kecurigaan kuat bahwa Imu juga bertanggung jawab atas hilangnya Nefertari D. Lili di masa lalu. Lili menolak memindahkan keluarga Nefertari ke Mary Geoise bersama 19 keluarga pendiri lainnya, dan setelah itu, ia tidak pernah kembali ke Arabasta. Jika benar, maka keluarga Nefertari telah lama menjadi “duri” dalam sistem yang dibangun Imu.

Untuk saat ini, publik masih diarahkan untuk mempercayai bahwa Sabo adalah pelaku pembunuhan Cobra. Namun kita tahu ada saksi kunci yang melihat kebenaran di Mary Geoise: Wapol.

Ironisnya, Wapol kini berada di tempat yang sama dengan Vivi, di bawah perlindungan Big News Morgans, sebuah kombinasi yang sangat berbahaya bagi Pemerintah Dunia. Wapol bukan sosok yang pandai menjaga rahasia. Jika ia keceplosan sekali saja, maka Vivi akan mengetahui kebenaran tentang kematian ayahnya.

Dan di situlah titik baliknya.

Jika Vivi, pewaris sah Arabasta, menyadari bahwa Raja Cobra dibunuh langsung oleh penguasa sejati Pemerintah Dunia, maka sikap netral Arabasta nyaris mustahil dipertahankan. Bukan karena dendam semata, melainkan karena legitimasi Pemerintah Dunia runtuh di mata salah satu kerajaan pendiri.

3. Wano

Wano (dok. Toei Animation/One Piece)
Wano (dok. Toei Animation/One Piece)

Sejak awal, Wano memang bukan bagian dari Pemerintah Dunia. Negeri samurai ini memilih isolasi sebagai cara bertahan dan keputusan itu kini terbukti menyelamatkan mereka dari banyak belenggu politik global.

Situasinya berubah total setelah tumbangnya Kaido dan Kurozumi Orochi. Wano berutang budi besar kepada Monkey D. Luffy dan Bajak Laut Topi Jerami yang telah membebaskan mereka dari tirani puluhan tahun. Hutang semacam ini, di Wano, bukan perkara sepele, itu ikatan kehormatan.

Karena itu, jika Luffy suatu hari secara terbuka mengobarkan perang melawan Pemerintah Dunia, hampir tak ada alasan bagi Wano untuk tinggal diam. Mereka tidak terikat secara hukum, tidak bergantung secara politik, dan kini punya pemimpin serta generasi baru yang melihat dunia luar dengan cara berbeda.

Namun bahkan tanpa seruan langsung dari Luffy, Wano tetap berada di jalur konflik.

4. Kerajaan Ryugu

Artefak Penting di Anime One Piece, Selain Harta Karun Roger
Shirahoshi sebagai Poseidon (dok. Toei Animation/One Piece)

Sejak awal, mitologi One Piece sudah memberi isyarat kuat bahwa Poseidon dan Joy Boy adalah dua kunci besar untuk mencapai “sesuatu” di masa depan entah itu kebebasan dunia, fajar baru, atau runtuhnya tatanan lama.

Jika Joy Boy era sekarang memang adalah Monkey D. Luffy, maka Poseidon telah lama dikonfirmasi sebagai Shirahoshi. Dengan kombinasi itu saja, Kerajaan Ryugu terasa ditakdirkan untuk suatu hari berhadapan langsung dengan Pemerintah Dunia.

Takdir itu kemudian diperkeras oleh realitas politik yang kejam.

Di Reverie, Saint Charlos dua kali membuat masalah dengan Shirahoshi, sebuah tindakan yang, dalam dunia normal, sudah cukup untuk memicu konflik diplomatik besar. Namun konflik itu tidak pernah benar-benar terjadi, bukan karena Kerajaan Ryugu salah, melainkan karena Charlos adalah Tenryuubito: hukum berhenti bekerja di hadapan mereka.

Lebih pahit lagi, terungkap kemudian bahwa Donquixote Mjosgard, satu-satunya Tenryuubito yang berani membela Shirahoshi dan mengizinkan Charlos diserang, justru dieksekusi oleh Figarland Garling.

Dari sudut pandang Kerajaan Ryugu, ini bukan lagi soal penghinaan satu-dua kali. Ini bukti sistemik bahwa keselamatan mereka tidak pernah dijamin, hukum tidak pernah berpihak, dan hidup mereka selalu berada di bawah ancaman para “dewa palsu”.

Dengan Poseidon berada di pihak mereka, dengan sejarah penindasan yang panjang, dan dengan Tenryuubito yang terus memberi alasan untuk melawan, Kerajaan Ryugu punya dasar lore dan moral yang sangat kuat untuk menyatakan perang.

5. Mokomo Dukedom

Carrot, salah satu karakter dari suku Mink
Carrot (dok. Toei Animation/One Piece)

Bajak Laut Topi Jerami sudah membantu Mokomo Dukedom, negeri Mink di atas punggung Zunesha, sejak setelah serangan Jack.

Ikatan itu makin menguat ketika suku Mink bahu-membahu dengan Aliansi Ninja–Bajak Laut–Samurai–Mink untuk menjatuhkan Kaido. Sejak saat itu, Mokomo Dukedom bukan lagi sekadar sekutu situasional, mereka adalah keluarga medan perang.

Struktur kepemimpinan mereka pun kini semakin terhubung dengan dunia luar. Inuarashi dan Nekomamushi, dua pemimpin legendaris suku Mink, kini menjabat sebagai daimyo di Wano. Sementara itu, kepemimpinan Mokomo Dukedom diserahkan kepada Carrot, sosok yang sempat disangka akan bergabung dengan Topi Jerami karena kedekatannya dengan mereka sejak Whole Cake Island.

Dengan kepemimpinan baru ini, arah Mokomo Dukedom justru semakin jelas: mereka tidak lagi terisolasi, dan tidak ragu memilih pihak.

Jika suatu hari Luffy harus berhadapan langsung dengan Pemerintah Dunia, hampir mustahil membayangkan Mokomo Dukedom tinggal diam. Bagi suku Mink, kesetiaan adalah segalanya dan musuh Luffy otomatis menjadi musuh mereka.

6. Suku Kuja dari Amazon Lily

Boa Hancock
Boa Hancock (dok. Toei Animation/One Piece)

Angkatan Laut sudah menyerang suku Kuja duluan setelah status Boa Hancock sebagai Shichibukai dicabut.

"Aku harus pergi ke mana?" pikir Boa Hancock di bab 1059 setelah menyadari Angkatan Laut akan terus mencoba datang selama dia ada di Amazon Lily.

Namun dinamika itu bisa berubah total jika dunia memasuki fase perang terbuka.

Jika Luffy dan negara-negara lain secara terang-terangan menyatakan perang terhadap Pemerintah Dunia, maka bagi Hancock dan Suku Kuja, itu bukan lagi pilihan nekat melainkan kesempatan emas. Kesempatan untuk berhenti bingung harus melakukan apa dan mulai melawan, dengan sekutu yang jelas dan tujuan yang sama.

Dalam skenario itu, Suku Kuja tiba-tiba berubah menjadi aset militer yang sangat berbahaya: seluruh pasukan adalah prajurit wanita elit, penguasaan Haki adalah standar, bukan pengecualian, dan di puncaknya berdiri Hancock, pengguna Haoshoku Haki dengan Buah Iblis yang bahkan membuat komandan Yonko (Catarina Devon dan Vasco Shot dari Bajak Laut Kurohige) jadi batu.

Terlebih jika Kuja berdiri di sisi Luffy bersama negara-negara lain seperti Wano dan Elbaph, maka Pemerintah Dunia tidak lagi berhadapan dengan satu bajak laut bermasalah.

Mereka menghadapi koalisi bangsa-bangsa kuat dan Kuja, yang sejak awal hidup di luar norma dunia, akan bertarung tanpa ragu dan tanpa ilusi terhadap “keadilan” Pemerintah Dunia.

7. Dressrosa

Riku Doldo III karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Riku Doldo III karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Kasus Dressrosa sejak awal sudah menjadi contoh paling telanjang tentang bagaimana Pemerintah Dunia membiarkan tirani selama kepentingannya terpenuhi.

Selama bertahun-tahun, Donquixote Doflamingo berkuasa dengan brutal, sementara Raja Riku Doldo III dan putrinya Rebecca menderita. Pemerintah Dunia tahu dan memilih menutup mata, karena Doflamingo berguna sebagai penghubung dunia hitam dan pemasok senjata.

Setelah Dressrosa arc berakhir, kerajaan itu memang dipulihkan dan kembali diizinkan hadir di Reverie. Secara formal, Dressrosa “direhabilitasi”. Namun keadilan yang mereka dapatkan tetap terasa rapuh.

Di Reverie, Leo dari suku Tontatta menyaksikan sendiri ketidakadilan sistemik yang sama: Saint Charlos mencoba menculik Shirahoshi dan nyaris tidak mendapat konsekuensi apa pun, hanya karena statusnya sebagai Tenryuubito.

Pada percobaan kedua Charlos, Leo dan Sai (dua komandan Armada Besar Topi Jerami) menghajar Charlos secara terbuka. Tindakan itu memang “ditutup” oleh pengorbanan Donquixote Mjosgard, yang kemudian dieksekusi.

Namun dosa sistemik itu tidak hilang begitu saja.

Sangat mungkin Leo, suku Tontatta, atau bahkan Dressrosa sendiri suatu hari akan kembali dimintai pertanggungjawaban oleh Pemerintah Dunia, bukan karena salah, tapi karena berani melawan Tenryuubito.

Dan jika momen itu tiba, pilihan Raja Riku Doldo III tampaknya jelas.

Setelah melihat bagaimana Pemerintah Dunia membiarkan penderitaan rakyatnya, bagaimana Tenryuubito bertindak tanpa hukum, dan bagaimana Luffy serta sekutunya benar-benar menyelamatkan Dressrosa, sulit membayangkan Riku akan kembali tunduk demi “stabilitas palsu”.

Jika harus memilih, Dressrosa lebih mungkin berdiri di sisi Tontatta dan Monkey D. Luffy, orang-orang yang benar-benar membayar harga untuk keadilan, ketimbang sistem yang hanya datang ketika segalanya sudah hancur.

8. Prodence

Elizabello II (dok. Toei Animation/Elizabello II)
Elizabello II (dok. Toei Animation/Elizabello II)

Kerajaan Prodence dipimpin oleh Elizabello II, raja dengan kekuatan yang nyaris absurd: King Punch, satu tinju yang (setelah terkumpul penuh kekuatannya) mampu menghancurkan benteng dalam satu serangan. Secara militer, itu saja sudah membuat Prodence menjadi faktor yang tidak bisa diremehkan.

Namun alasan Prodence berpotensi menyatakan perang bukan hanya soal kekuatan.

Elizabello II adalah sahabat dekat Raja Riku Doldo III. Hubungan mereka bukan simbolis; keduanya bahkan berangkat ke Mary Geoise untuk Reverie dalam satu kontingen. Artinya, Elizabello melihat langsung bagaimana sistem Pemerintah Dunia bekerja dan bagaimana Dressrosa diperlakukan sebelum dan sesudah tragedi Doflamingo.

Jika Dressrosa suatu hari memilih untuk berdiri melawan Pemerintah Dunia, sulit membayangkan Elizabello II bersikap netral. Karakternya terlalu lurus untuk mengorbankan sahabat demi “stabilitas” yang sejak awal sudah cacat.

9. Kerajaan Sakura

Dr. Kureha (dok. Toei Animation/One Piece)
Dr. Kureha (dok. Toei Animation/One Piece)

Kerajaan Sakura yang dulu dikenal sebagai Drum Kingdom juga memiliki alasan kuat untuk berpihak pada Luffy. Negeri ini bukan sekadar “pernah dibantu”, tetapi diselamatkan secara total dari tirani yang dibiarkan berlarut-larut oleh dunia.

Setelah tumbangnya Wapol, Sakura Kingdom dibangun ulang dengan nilai yang berbeda. Dan di bawah kepemimpinan Dalton, sulit membayangkan kerajaan ini akan bersikap netral jika Monkey D. Luffy dan negara-negara seperti Elbaph secara terbuka melawan Pemerintah Dunia.

Memang, dari sisi kekuatan militer, Kerajaan Sakura jelas tidak bisa dibandingkan dengan Wano atau Elbaph. Namun kontribusi mereka tidak harus datang dari garis depan.

Kerajaan Sakura memiliki aset yang justru krusial dalam perang skala dunia: Isshi-20, tim dokter elit yang dulu dipaksa mengabdi pada Wapol, kini berada di sisi yang benar plus Kureha, dokter legendaris dengan pengetahuan medis yang melampaui zamannya.

Dalam konflik besar, logistik medis sering kali lebih menentukan daripada satu batalion tambahan. Kerajaan Sakura berpotensi menjadi pusat medis penting.

10. Kerajaan Black Drum

Wapol sebagai penguasa Kerajaan Black Drum. (Toei Animation/One Piece)
Wapol sebagai penguasa Kerajaan Black Drum. (Toei Animation/One Piece)

Cukup lucu kalau Kerajaan Sakura dan Kerajaan Black Drum ada di sisi yang sama.

Tapi faktanya: Wapol adalah saksi mata pembunuhan Nefertari Cobra. Dan kalau dia keceplosan dia bisa dalam bahaya.

Saya curiga jika nanti ada deklarasi bangsa-bangsa untuk memerangi Pemerintah Dunia, Kerajaan Black Drum terpaksa ikutan supaya Wapol selaku pemimpin lebih mungkin selamat.

11. Water 7

Water 7 (dok. Toei Animation/One Piece)
Water 7 (dok. Toei Animation/One Piece)

Bagi Water 7, kebusukan Pemerintah Dunia bukan teori, itu pengalaman langsung.

Iceburg dan para tukang kapal Galley-La Company telah merasakan sendiri bagaimana kejamnya CP9, perpanjangan tangan Pemerintah Dunia, dalam rangkaian peristiwa Water 7 hingga Enies Lobby. Pengkhianatan, pemaksaan, dan manipulasi hukum dilakukan tanpa ragu, semua demi kepentingan “keadilan” versi mereka.

Memang benar, Iceburg dan Water 7 akhirnya lolos dari konsekuensi langsung. Namun luka itu tidak pernah benar-benar sembuh. Terlebih karena ada satu nama yang terus membayangi kota ini: Tom. Seorang pembuat kapal jenius yang ditangkap bukan karena kejahatan, melainkan karena ciptaannya dianggap berbahaya oleh Pemerintah Dunia. Ketidakadilan itu menjadi pengingat abadi bahwa hukum dunia tidak pernah netral.

Kini, ancaman baru menambah alasan Water 7 untuk bersikap. Permukaan air dunia yang terus naik adalah bahaya eksistensial bagi kota terapung ini.

Dalam kondisi seperti ini, pilihan Iceburg menjadi jelas.

Jika suatu hari Monkey D. Luffy memimpin perang besar melawan Pemerintah Dunia, sulit membayangkan Water 7 akan berdiri netral. Bukan karena haus konflik, melainkan karena mereka sudah terlalu lama membayar harga untuk sistem yang tidak pernah berpihak.

12. Kerajaan Kamabakka

Emporio Ivankov (dok. Toei Animation/One Piece)
Emporio Ivankov (dok. Toei Animation/One Piece)

Kalau Kerajaan Kamabakka sih sejak awal posisinya sudah bertentangan dengan Pemerintah Dunia. Terutama karena pemimpinnya, Ivankov, adalah seorang revolusioner.

Bahkan setelah runtuhnya Baltigo, markas lama Pasukan Revolusi, Pulau Momoiro memang jadi markas Pasukan Revolusi.

Karenanya bisa ditebak ketika ada konflik besar negara-negara melawan Pemerintah Dunia, Kerajaan Kamabakka memang akan ada di sisi Luffy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

7 Fakta Kirara Hoshi Jujutsu Kaisen, Teman Sekelas Hakari

30 Jan 2026, 15:00 WIBAnime & Manga