Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Keputusan Besar Eiichiro Oda untuk One Piece Live-Action!
Mihawk Krieg Pearl. (Dok. Netflix/One Piece)
  • Eiichiro Oda terlibat langsung dalam pengawasan kreatif One Piece live-action sebagai kreator manga dan produser eksekutif.

  • Keberatan Oda membuat Netflix mempertimbangkan kembali anggaran serta memberikan sumber daya untuk mendekatkan serial dengan manga.

  • Keterlibatan Oda turut mempertahankan kisah Desa Syrup dan adegan Mihawk membelah kapal Don Krieg.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keputusan Oda mana yang paling berpengaruh?
Vote Now
Mei 2023

Eiichiro Oda menyampaikan pesan resmi mengenai proses produksi One Piece live-action. Ia mengatakan Netflix berjanji tidak merilis serial sebelum dirinya merasa puas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keputusan Oda mana yang paling berpengaruh?
Vote Now
  • What?
    Eiichiro Oda memengaruhi sejumlah keputusan produksi dalam adaptasi live-action One Piece, termasuk anggaran, cerita Usopp, dan adegan Mihawk.
  • Who?
    Eiichiro Oda, Netflix, Tomorrow Studios, Steven Maeda, Emily Rudd, dan Taz Skylar terlibat dalam informasi mengenai proses adaptasi.
  • Where?
    Proses produksi berlangsung dalam adaptasi live-action One Piece Netflix. Pembahasan juga muncul dalam podcast Trash Taste dan wawancara Rotten Tomatoes.
  • When?
    Pada Mei 2023, Oda menyampaikan pesan mengenai proses produksi sebelum musim pertama tayang.
  • Why?
    Oda ingin memastikan hasil adaptasi tetap dekat dengan materi sumber dan tidak merilis serial sebelum ia merasa puas.
  • How?
    Oda menyampaikan keberatan terhadap naskah revisi dan terlibat dalam pengawasan kreatif, sehingga beberapa keputusan produksi dipertimbangkan kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keputusan Oda mana yang paling berpengaruh?
Vote Now

Eiichiro Oda ikut mengawasi serial One Piece live-action. Ia tidak setuju saat cerita dan anggarannya terlalu banyak diubah. Netflix lalu memberi lebih banyak sumber daya. Cerita Usopp tetap memakai Desa Syrup, bukan pulau Gaimon. Adegan Mihawk membelah kapal Don Krieg juga tetap ada karena Oda menganggapnya penting.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keputusan Oda mana yang paling berpengaruh?
Vote Now

Keterlibatan langsung Eiichiro Oda memberi ruang bagi adaptasi One Piece untuk mempertahankan unsur penting dari manga. Keberatannya mendorong peninjauan ulang anggaran dan cerita, sementara adegan Mihawk serta kisah Desa Syrup tetap mendapat tempat. Proses ini menunjukkan adanya upaya untuk menjaga hubungan antara kebutuhan produksi dan materi sumber.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keputusan Oda mana yang paling berpengaruh?
Vote Now

Eiichiro Oda punya pengaruh yang luar biasa besar terhadap adaptasi live-action One Piece Netflix.

Sebagai kreator manga sekaligus produser eksekutif, Oda tidak sekadar memberikan restu kepada adaptasi ini. Ia juga terlibat dalam pengawasan kreatifnya. Bahkan, ada beberapa keputusan produksi yang berubah setelah Oda menyampaikan keberatannya.

Mulai dari anggaran produksi, alur cerita Usopp, hingga adegan ikonik Dracule Mihawk, berikut empat contoh bagaimana keterlibatan Oda memengaruhi One Piece live-action!

1. Anggaran produksi nyaris dipangkas setengahnya

One Piece Live Action (dok. Netflix/One Piece)

Salah satu cerita paling menarik di balik layar One Piece live-action terungkap ketika Steven Maeda, showrunner musim pertama, tampil dalam podcast Trash Taste lewat episode How One Piece Broke the Live Action Curse (ft. Steve Maeda).

Menurut Maeda, Netflix sempat meminta tim produksi memangkas anggaran hingga setengahnya sekaligus mengurangi jumlah episode dari 10 menjadi 8.

Perubahan ini membuat tim penulis harus menyusun ulang cerita agar bisa diproduksi dengan anggaran yang lebih terbatas.

Masalahnya, semakin banyak penyesuaian yang dilakukan, semakin jauh pula hasilnya dari cara One Piece bercerita dalam manga.

Maeda bahkan mengaku sempat khawatir Netflix akan membatalkan proyek tersebut.

Menurut saya, musim pertama serial ini punya potensi yang sangat bagus, tetapi alurnya justru semakin menjauh dari gaya penceritaan One Piece.

Ketika naskah revisi itu akhirnya dibaca Eiichiro Oda, sang kreator tidak menyetujuinya.

Oda menyampaikan keberatannya dengan tegas:

"Bukan ini yang saya sepakati."

Netflix kemudian mempertimbangkan kembali kebijakan anggarannya dan memberikan sumber daya yang dibutuhkan agar tim produksi bisa membuat serial yang lebih dekat dengan materi sumbernya.

2. Netflix berjanji tidak akan merilis serial ini sebelum Oda puas

Luffy dan Nami tampil dalam materi trailer resmi One Piece season 2. (Netflix Tudum)

Pada Mei 2023, beberapa bulan sebelum musim pertama tayang, Eiichiro Oda menyampaikan pesan resmi kepada para penggemar mengenai proses produksi One Piece live-action.

Dalam pesannya, Oda mengakui bahwa bekerja dengan tim dari latar budaya berbeda bukanlah hal yang selalu mudah. Netflix dan Tomorrow Studios memang memahami karakter-karakter One Piece, tetapi mereka memiliki pendekatan hiburan, keterampilan, dan tujuan yang tidak selalu sama dengan dirinya.

Meski begitu, Oda mengatakan bahwa semua pihak akhirnya mulai bekerja dengan selaras.

Ada satu pernyataan yang kemudian menjadi sangat penting bagi penggemar adaptasi ini.

Walaupun serialnya sudah diumumkan akan tayang pada 2023, Oda mengungkapkan bahwa Netflix telah berjanji kepadanya bahwa serial tersebut tidak akan dirilis sebelum ia merasa puas dengan hasilnya.

"Mereka telah berjanji bahwa kita tidak akan meluncurkannya sampai saya merasa puas."

Pernyataan ini memperlihatkan betapa pentingnya persetujuan Oda dalam proses adaptasi.

Netflix sudah mencurahkan sumber daya yang besar untuk serial ini, tetapi jadwal rilis bukan satu-satunya pertimbangan. Oda tetap ingin memastikan bahwa hasil akhirnya layak membawa nama One Piece ke penonton global.

Dan keputusan itu tampaknya menjadi salah satu fondasi penting dalam hubungan kerja antara sang kreator dan tim adaptasi.

One Piece live-action Season 1 sendiri tetap tayang di 2023, akhir Agustus.

3. Perkenalan Usopp nyaris berlangsung di pulau Gaimon!

Usopp (dok. Netflix/One Piece Live Action)

Masih dalam podcast Trash Taste, Steven Maeda mengungkapkan salah satu perubahan cerita yang sempat direncanakan ketika tim produksi harus mengerjakan versi naskah dengan anggaran lebih rendah.

Kali ini, masalahnya berkaitan dengan kisah perkenalan Usopp.

Dalam manga, Usopp diperkenalkan melalui petualangan di Desa Syrup. Arc ini juga menghadirkan Kapten Kuro dan berbagai peristiwa yang membentuk awal perjalanan Usopp bersama Bajak Laut Topi Jerami.

Namun, membangun desa tersebut beserta berbagai elemen yang dibutuhkan ternyata membutuhkan anggaran yang tidak tersedia dalam skenario produksi versi hemat.

Lantas, apa alternatif yang sempat dipertimbangkan? Pulau tempat Gaimon tinggal!

Ya, karakter yang tubuhnya terjebak di dalam peti harta karun itu sempat direncanakan menjadi bagian dari cerita perkenalan Usopp.

Dengan pendekatan tersebut, tim produksi bisa menyederhanakan lokasi dan mengubah struktur cerita agar lebih sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Namun, rencana itu akhirnya tidak digunakan setelah Netflix mempertimbangkan kembali anggaran produksi dan memberikan ruang bagi tim untuk membuat adaptasi yang lebih dekat dengan manga.

Ada ironi kecil di sini.

Pulau Gaimon sempat dipertimbangkan sebagai solusi untuk menyiasati anggaran, tetapi pada akhirnya justru tidak muncul dalam musim pertama One Piece live-action.

Untung saja, kita tetap mendapatkan kisah Desa Syrup dan perkenalan Usopp yang lebih dekat dengan materi aslinya.

4. Adegan ikonik Mihawk membelah kapal Don Krieg nyaris dihilangkan

Mihawk Krieg Pearl. (Dok. Netflix/One Piece)

Contoh lainnya berkaitan dengan salah satu momen paling ikonik dalam perkenalan Dracule Mihawk.

Dalam manga dan anime One Piece, Mihawk menunjukkan betapa jauhnya kemampuan dirinya dibandingkan pendekar pedang lain ketika ia membelah kapal besar milik Don Krieg dengan mudah.

Adegan ini bukan sekadar aksi keren. Momen tersebut langsung memperlihatkan bahwa Mihawk berada di level yang berbeda dari para petarung yang selama ini dikenal Zoro.

Karena itu, adegan ini juga penting untuk membangun motivasi Zoro dalam mengejar impiannya menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Namun, ketika cerita tersebut diadaptasi ke live-action, adegannya sempat dipertimbangkan untuk dihilangkan.

Dalam wawancara dengan Rotten Tomatoes untuk promosi Season 2, Emily Rudd dan Taz Skylar menceritakan bagaimana keterlibatan langsung Oda membantu mempertahankan momen tersebut.

Menurut cerita mereka, Oda merasa adegan itu terlalu penting untuk dilewatkan.

Akhirnya, momen Mihawk membelah kapal tetap dimasukkan ke dalam serial, meskipun konteks dan penyajiannya disesuaikan dengan kebutuhan adaptasi.

Pilih keputusan Oda yang paling penting

Keputusan Oda mana yang paling berpengaruh?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article