Kenapa Road Malah Tertawa Saat Kelincinya Mati di One Piece?

- Road dikenal sebagai anggota kelompok Hajrudin yang sangat menyayangi hewan peliharaannya seperti Iscat, Needle God, Ear God, Muginn, dan Hilmungardr.
- Meskipun tampak peduli pada hewan-hewan itu, Road sebenarnya lebih terobsesi dengan perannya sebagai Dewa Matahari dalam permainan role-play ciptaannya sendiri.
- Kehadiran Luffy dan kru Topi Jerami membuat diorama Land of Gods jadi hidup kembali, hingga Road tertawa karena akhirnya merasakan ketegangan yang ia cari selama ini.
Seperti yang kita tahu, Road punya banyak hewan peliharaan dan selalu merawatnya setiap hari. Ia bahkan diperlihatkan sempat marah melihat beberapa hewan miliknya bertumbangan. Namun anehnya, ia malah tertawa senang saat melihat kerangka milik Ear God, kelinci karnivora yang ternyata berakhir dimakan Luffy dan lainnya.
Kenapa ia malah bertingkah seperti itu? Begini pembahasannya!
1. Road dikenal cukup peduli pada hewan-hewan peliharaannya

Road adalah personil kelompok Hajrudin yang punya peliharaan terbanyak.
Diketahui hewan-hewan yang ia pelihara adalah Iscat, kucing besar yang dipaksa Luffy membawa kabur kelompoknya, Needle God si landak, Ear God si kelinci karnivora yang dimakan Luffy, Muginn yang membawa kapal Thousand Sunny, dan seekor ular bernama Hilmungardr.
Para hewannya itu dirawatnya dengan baik sehingga mereka begitu setia pada Road. Bahkan terkadang mereka juga membawakan sesuatu seperti Muginn yang membawa kapal Thousand Sunny yang berisi grup Luffy.
2. Namun aslinya, Road lebih peduli role-playernya sebagai Dewa Matahari

Meski bersikap baik terhadap hewan peliharaannya, Road terlalu larut dalam permainan role-play yang ia ciptakan sendiri.
Selama ini, ia merasa Land of Gods kurang hidup karena manusia-manusia yang ia tangkap hanya bisa patuh. Akibatnya, kesehariannya justru terasa membosankan.
Rutinitasnya pun tak lebih dari memberi makan manusia-manusia yang ia kurung, lalu mengamati mereka menjalani kehidupan sehari-hari seolah ia adalah seorang dewa.
Semua itu berubah saat kelompok Topi Jerami dimasukkan ke dalam diorama tersebut. Kehidupan damai yang biasa ia jalani langsung terusik, apalagi ketika salah satu hewan kesayangannya dimakan oleh Luffy.
Namun anehnya, alih-alih marah atau sedih, Road justru tertawa saat melihat kerangka kelinci peliharaannya yang ia beri nama Ear God.
3. Kekacauan di diorama miliknya justru dianggap sebagai bumbu cerita yang membuat Land of Gods terasa lebih hidup

Yah, berkat Luffy, akhirnya Road menemukan sesuatu yang selama ini kurang pada dioramanya. Hal itu sempat ia utarakan sendiri.
Land of Gods yang selama ini dianggap kurang punya cerita akhirnya terasa hidup. Hal itu dikarenakan Luffy dan kelompoknya memang berbeda dengan yang lain, di mana baru mereka yang berani melawan sosok Dewa Matahari.
Road bahkan mengakui ia ternyata terlalu meremehkan Luffy. Ulah kru Topi Jerami itu bahkan akhirnya memberikan apa yang selama ini ia cari sebagai Dewa Matahari, yaitu ketegangan. Rakasasa itu baru merasakan perannya sebagai Dewa Matahari akhirnya memiliki arti begitu ada seseorang yang berdiri melawannya dalam permainan cerita pahlawan dan penjahat.
Itulah penjelasan kenapa Road malah tertawa saat melihat kelinci miliknya kini sudah menjadi kerangka.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku


















