Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
8 Karakter yang Berpotensi Mengkhianati Pemerintahan Dunia One Piece!
Monkey D Garp dan Sakazuki (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Final Saga One Piece menyoroti goyahnya kekuasaan Pemerintahan Dunia akibat tekanan dari Pasukan Revolusi, Yonko, dan terbongkarnya rahasia besar dunia.
  • Delapan karakter seperti Garp, Sengoku, Fujitora, hingga Kizaru digambarkan memiliki alasan moral atau emosional yang bisa membuat mereka berbalik melawan sistem.
  • Konflik antara keadilan pribadi dan loyalitas terhadap Pemerintahan Dunia menjadi tema utama yang menentukan arah tindakan para tokoh di era akhir cerita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di Final Saga One Piece, posisi Pemerintahan Dunia mulai menunjukkan celah. Tekanan dari berbagai arah seperti Pasukan Revolusi, Yonko, hingga terbongkarnya rahasia dunia, membuat sistem yang selama ini terlihat absolut mulai goyah.

Dalam kondisi seperti ini, ancaman terbesar tidak selalu datang dari luar. Justru, orang-orang di dalam sistem yang mulai mempertanyakan segalanya bisa jadi faktor penentu runtuhnya kekuasaan tersebut.

Vegapunk sudah pernah mengkhianati Pemerintahan Dunia, apakah mungkin sekutu mereka lainnya juga? Berikut 8 karakter yang punya alasan kuat untuk berpotensi mengkhianati Pemerintahan Dunia.

1. Monkey D. Garp

Monkey D. Garp (dok. Toei Animation/One Piece)

Garp sejak dulu dikenal sebagai sosok yang tidak pernah benar-benar sejalan dengan Tenryuubito. Ia memilih tetap menjadi Vice Admiral dan menolak promosi, bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak ingin berada terlalu dekat dengan pusat kekuasaan dan dikendalikan mereka.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Garp punya garis moral sendiri yang berbeda dengan sistem. Ia setia pada keadilan versinya, bukan pada Pemerintahan Dunia secara mutlak layaknya kebanyakan petinggi Angkatan Laut lain.

Jika suatu saat sistem tersebut bertentangan langsung dengan nilai yang ia pegang, terutama jika menyangkut keluarga atau generasi penerus, Garp punya alasan kuat untuk berbalik arah.

2. Sengoku

Garp dan Sengoku (dok. Toei Animation/One Piece)

Sebagai mantan Fleet Admiral, Sengoku adalah orang yang sangat memahami cara kerja Pemerintahan Dunia dari dalam.

Namun setelah pensiun, ia terlihat lebih reflektif dan tidak lagi terikat oleh tanggung jawab formal. Hal ini memberinya kebebasan untuk melihat situasi secara lebih objektif dan tak sepenuhnya terikat oleh tugas.

Sebagai orang yang bertahun-tahun ada di dalam sistem, Sengoku bisa saja sudah mengetahui bahkan menyiapkan gerakan perlawanan ke Pemerintahan Dunia yang tidak adil, seperti katanya, dari dalam sistem itu sendiri.

3. Gunko

Gunko, member perempuan God's Knight (Dok. Toei/One Piece)

Berbeda dengan anggota God's Knights lain yang kemungkinan besar adalah keturunan Tenryuubito asli dan punya loyalitas tinggi ke Imu, posisi Gunko terasa lebih “aneh” dan tidak sepenuhnya jelas.

Kita tahu Gunko, alias putri Shuri itu punya masa lalu yang masih abu-abu, tapi punya koneksi ke Brook dan dia dikatakan membunuh ayahnya sendiri yang seorang raja. Ada kemungkinan besar Gunko tak pernah secara sukarela menjadi bawahan Imu, tapi pikirannya dikendalikan.

Jika suatu saat kendali tersebut hilang, entah karena Imu melemah, kalah, atau kontraknya terputus, Gunko bisa saja kembali menjadi Shuri dengan kehendak sendiri. Dalam kondisi itu, bukan tidak mungkin ia justru berbalik arah, terutama jika ternyata ia tidak memiliki ikatan ideologis dengan Pemerintahan Dunia sejak awal.

4. Fujitora

Fujitora membicarakan tentang pembubaran Shichibukai dengan Ryokugyu. (dok. Toei Animation/One Piece)

Fujitora mungkin adalah kandidat paling jelas untuk berkhianat dibandingkan dengan Admiral lainnya yang saat ini sedang aktif di cerita One Piece.

Ia secara terang-terangan menentang sistem seperti Shichibukai dan berani mengambil tindakan yang tidak sejalan dengan kebijakan Pemerintahan Dunia demi keadilan. Dengan prinsip yang kuat dan keberanian untuk melawan arus, Fujitora hampir pasti akan memilih kebenaran jika konflik antara keadilan dan kekuasaan mencapai puncaknya.

5. Koby

Koby (dok. Toei Animation/One Piece)

Koby adalah representasi generasi baru Angkatan Laut yang lebih idealis dan secara pandangan yang lebih luas, lebih baik dibandingkan generasi pendahulunya. Ia tidak hanya ingin menjadi kuat, tapi juga ingin menciptakan dunia yang lebih adil. Nilai ini sering kali berbenturan dengan realita sistem yang ada.

Jika kebenaran tentang dunia dan Pemerintahan Dunia semakin terbuka, Koby kemungkinan besar akan berdiri di sisi yang ia anggap benar, meskipun itu berarti mengkhianati sistem yang membesarkannya.

Bahkan sebagai anggota SWORD yang bergerak di luar misi utama Angkatan Laut saja sudah cukup membuktikan.

6. Kizaru

Kizaru di Egghead One Piece

Kizaru selalu terlihat menjalankan perintah tanpa banyak pertanyaan, tapi sikapnya sering terasa ambigu.

Di Egghead, ia mulai menunjukkan tanda-tanda konflik internal seolah tidak sepenuhnya nyaman dengan perannya dalam sistem. Terutama jika sistemnya memaksa dia membunuh sahabatnya sendiri, Vegapunk.

Jika tekanan emosional dan moral terus meningkat, Kizaru bisa menjadi karakter yang “retak” dari dalam dan pada akhirnya memilih untuk meninggalkan tugasnya sebagai Admiral.

7. Smoker

Smoker (dok. Toei Animation/One Piece)

Smoker selalu digambarkan sebagai sosok yang mengejar keadilan sejati, bukan sekadar menjalankan perintah. Ia beberapa kali menunjukkan ketidaksetujuan terhadap keputusan atasan, terutama jika keputusan tersebut merugikan rakyat atau menyimpang dari prinsipnya.

Dalam situasi Final Saga, di mana konflik moral semakin jelas, Smoker punya potensi besar untuk memilih jalan sendiri, bahkan jika itu berarti berseberangan dengan Pemerintahan Dunia yang mungkin menurutnya justru yang jahat.

8. Sakazuki

Sakazuki karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Sebagai Fleet Admiral, Sakazuki adalah simbol keadilan absolut. Namun menariknya, ia juga beberapa kali menunjukkan ketidakpuasan terhadap cara Pemerintahan Dunia beroperasi, terutama ketika keputusan politik menghambat tindakannya.

Jika suatu saat ia merasa sistem tersebut menghalangi visinya tentang keadilan, Akainu bisa saja mengambil langkah ekstrem, bahkan jika itu berarti melawan struktur yang ia pimpin sendiri.

Nah menurutmu, mana lagi karakter yang berpotensi mengkhianati Pemerintahan Dunia?

Editorial Team