Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

8 Saga Wajib Tonton Sebelum Dragon Ball Super: The Galactic Patrol!

goku frieza dan beerus.jpg
Goku, Frieza, dan Beerus di Dragon Ball Super
Intinya sih...
  • God of Destruction Beerus Saga (Episodes 1–15) - Memperkenalkan Dewa Kehancuran Universe 7 - Membuka konsep dewa, keseimbangan semesta, dan batas kekuatan mortal
  • Resurrection 'F' Saga (Episodes 15–27) - Mengisahkan kebangkitan Frieza dengan wujud Golden Frieza - Menunjukkan kerja sama Goku dan Vegeta dalam wujud dewa
  • Universe 6 Saga (Episodes 28–41) - Memperkenalkan konsep multiverse di Dragon Ball Super - Menegaskan bahwa Universe 7 bukan pusat segalanya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebelum masuk ke Dragon Ball Super: Galactic Patrol Saga yang menempatkan Moro sebagai ancaman kosmik berskala galaksi, ada rangkaian saga penting yang membentuk fondasi cerita Dragon Ball Super.

Dari pengenalan dewa kehancuran, konsep multiverse, krisis eksistensial antar semesta, sampai evolusi kekuatan Goku dan Vegeta, semuanya saling terhubung. Saga-saga ini membantu kita memahami kenapa Galactic Patrol bukan sekadar polisi luar angkasa biasa, tapi bagian dari sistem penyeimbang semesta.

Berikut delapan saga yang sebaiknya kamu tonton lebih dulu.

1. God of Destruction Beerus Saga (Episodes 1–15)

dragon ball super beerus goku.jpg
Dragon Ball Super: Beerus

Saga pembuka Dragon Ball Super ini memperkenalkan Beerus, Dewa Kehancuran Universe 7, sekaligus menaikkan standar kekuatan ke level kosmik.

Kedatangan Beerus memaksa Goku mencapai bentuk Super Saiyan God dan membuka fakta bahwa ada hierarki makhluk yang jauh melampaui para pejuang Z. Saga ini penting karena menjadi pondasi konsep dewa, keseimbangan semesta, dan batas kekuatan mortal, tema besar yang terus relevan hingga Galactic Patrol Saga.

Yang menarik, nantinya akan ada remake dari saga ini di anime baru berjudul Dragon Ball Super: Beerus.

2. Golden Frieza Saga (Episodes 16–27)

Golden Frieza di Dragon Ball Super. (Dok. Toei Animation)
Golden Frieza di Dragon Ball Super. (Dok. Toei Animation)

Saga ini mengisahkan kebangkitan Frieza dengan wujud Golden Frieza, hasil latihan singkat yang membuatnya sejajar dengan Super Saiyan Blue.

Meski di manga saga ini dilewati, versi anime tetap penting karena menunjukkan rapuhnya kestabilan bumi dan bagaimana ancaman lama bisa kembali dengan skala lebih berbahaya. Saga ini juga memperlihatkan dinamika awal kerja sama Goku dan Vegeta dalam wujud dewa, serta peran Whis dan Beerus sebagai pengawas, bukan sekadar penonton.

3. Universe 6 Saga (Episodes 28–41)

Hit (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)
Hit (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)

Universe 6 Saga menjadi pintu resmi menuju konsep multiverse di Dragon Ball Super. Turnamen antara Beerus dan Champa, perwakilan Universe 6 dan Universe 7 memperkenalkan semesta lain dengan petarung, budaya, dan tingkat kekuatan berbeda.

Saga ini memperluas skala cerita dari ancaman lokal menjadi konflik antar semesta, sekaligus menegaskan bahwa Universe 7 bukan pusat segalanya. Fondasi multiverse inilah yang kelak membuat Galactic Patrol terasa masuk akal sebagai organisasi berskala galaksi.

4. Copy-Vegeta Saga (Episodes 42–46)

Goku vs Duplikat Vegeta.jpg
Gokus vs Duplikat Vegeta di Dragon Ball Super Copy Vegeta Saga

Meski sering dianggap filler dan anime only saja, Copy-Vegeta Saga punya nilai tematik yang menarik. Saga ini menyoroti krisis identitas Vegeta saat menghadapi versi tiruan dirinya sendiri, sekaligus memperlihatkan ancaman teknologi alien yang mampu meniru kekuatan Saiyan.

Dalam konteks besar, saga ini menegaskan bahwa bahaya tidak selalu datang dari dewa atau makhluk kuno, tapi juga dari eksperimen dan peradaban galaksi lain.

Di saga ini juga muncul pertemuan Goku dan Arale dari Dr. Slump yang memang terasa fillernya tapi tetap menarik untuk disaksikan. Tenang saja, Goku dan Arale masih muncul lagi di saga beriktunya.

5. "Future" Trunks Saga (Episodes 47–76)

Future Trunks Saga.jpg
Future Trunks Saga Dragon Ball Super

Saga ini membawa nuansa paling gelap di Dragon Ball Super dengan kemunculan Goku Black dan Zamasu. Lewat Future Trunks, cerita bergeser ke isu keadilan, kehendak bebas, dan kegagalan para dewa menjaga keseimbangan di masa depan.

Ancaman kali ini bukan hanya soal kekuatan, tapi ideologi ekstrem yang menganggap pemusnahan mortal sebagai solusi. Saga ini krusial karena memperlihatkan bahwa hukum semesta bisa disalahgunakan, dan kekacauan kosmik punya konsekuensi besar, konsep yang menjadi latar moral Galactic Patrol Saga.

Di saga ini meskipun kelam, kita masih melihat momen menarik kehadiran Arale.

6. Universe Survival/Tournament of Power Saga (Episodes 77–131)

Goku dan Frieza vs. Jiren (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)
Goku dan Frieza vs. Jiren (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)

Inilah saga terbesar dan paling ambisius di Dragon Ball Super. Tournament of Power mempertaruhkan eksistensi seluruh semesta, memperkenalkan puluhan petarung baru, dan membawa Goku mencapai Ultra Instinct.

Saga ini menegaskan betapa kecilnya kehidupan di hadapan penguasa multiverse seperti Zeno, sekaligus menunjukkan bahwa keseimbangan semesta adalah sesuatu yang rapuh. Kekuatan dan pengalaman yang didapat Goku dan Vegeta di sini menjadi bekal langsung sebelum menghadapi ancaman seperti Moro.

Saga ini sangat menarik karena kita melihat Goku dan Frieza bekerjasama melawan Jiren.

7. Broly Saga (Film Dragon Ball Super: Broly)

Dragon Ball Super: Broly. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super: Broly)
Dragon Ball Super: Broly. (Dok. Shueisha/Dragon Ball Super: Broly)

Sebagai film canon, Dragon Ball Super: Broly merombak karakter Broly menjadi sosok tragis dengan potensi destruktif alami. Film ini memperlihatkan bahwa ancaman besar tidak selalu lahir dari kebencian ideologis atau ambisi kosmik, tapi bisa muncul dari trauma dan lingkungan.

Selain itu, perkembangan hubungan Goku dan Vegeta, termasuk penggunaan Fusion, menjadi transisi penting menuju fase cerita yang lebih dewasa sebelum Galactic Patrol Saga.

Di versi manga, Broly Saga ini diskip dan langsung masuk ke Galactic Patrol Saga, namun beberapa kejadian di filmnya diperlihatkan di manganya, jadi film ini tetap canon dan resmi untuk cerita Dragon Ball Super.

8. Bonus: Super Hero Saga (Film Dragon Ball Super: Super Hero)

Dragon Ball Super: Super Hero (dok. Sony Pictures/Dragon Ball Super: Super Hero)
Dragon Ball Super: Super Hero (dok. Sony Pictures/Dragon Ball Super: Super Hero)

Dragon Ball Super: Super Hero berada dalam posisi unik karena muncul lebih dulu sebagai film sebelum diadaptasi ke manga. Secara urutan saga, sebenarnya Dragon Ball Super: Super Hero itu beberapa saga setelah Galactic Patrol Saga.

Dalam kontinuitas manga Dragon Ball Super, Super Hero Saga menjadi saga terbaru sebelum hiatus pada 2025. Cerita ini menyoroti peran generasi baru, kebangkitan kembali Red Ribbon Army, serta fokus pada Gohan dan Piccolo.

Meski terjadi setelah Galactic Patrol Saga secara kronologis, saga ini penting untuk memahami arah masa depan Dragon Ball Super dan tetap menghadirkan cerita yang seru.

Nah itu dia Saga Dragon Ball Super yang bisa kamu tonton sebelum Dragon Ball Super: The Galactic Patrol, bagaimana menurutmu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
Dimas Ramadhan
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

Ini Hal Menarik Aoi Todo Masih Hidup di Jujutsu Kaisen Modulo!

02 Feb 2026, 18:00 WIBAnime & Manga