Diana di manhwa vs Diana di anime (dok. Webtoon x Colored Pencil Animation)
Setiap adaptasi dari komik ke anime pasti ada perbedaannya, baik dari alur, karakter, hingga ending-nya. Alasannya berbeda-beda, bisa jadi karena harus menyesuaikan durasi tayang, menyederhanakan visual untuk kelancaran proses animasi, hingga dari sisi kreatif animatornya sendiri.
Perbedaan paling jelas terlihat pada detail pakaian yang dikenakan oleh setiap karakter di Who Made Me a Princess. Dalam komiknya, kita bisa lihat bagaimana indahnya gaun milik Athanasia dan mendiang ibunya, Diana.
Salah satu paling mencolok adalah baju milik Diana di chapter 101. Di sana, Diana terlihat memakai busana tari dengan berbagai macam aksesori seperti batu permata, hiasan anting dan gelang, serta slayer transparan layaknya wedding veil. Itu adalah momen di mana Claude jatuh cinta padanya.
Sementara itu, pada versi animenya, baju tersebut terlihat sangat sederhana. Tidak ada berbagai macam hiasan mencolok seperti manhwanya. Hal tersebut jelas membuat fans cukup kecewa, karena bagian itulah yang paling dinantikan oleh semua orang.
Alur cerita tentu akan tetap sama seperti di komiknya, hanya saja ada perbedaan dalam memvisualisasikan beberapa adegan. Misalnya, kamu bisa lihat gambaran istana di anime terlihat megah dibandingkan komiknya, lalu latar belakang setiap karakter pun lebih detail. Perubahan tersebut bisa menjadi daya tarik untuk penonton anime.
Selanjutnya, kita bisa lihat dari akhir ceritanya. Dalam manhwa, cerita berakhir bahagia dengan Athanasia berhasil bertahan hidup, hubungan dengan sang ayah membaik, dan mengakhiri kutukan.
Untuk di animenya sendiri, ending-nya gantung. Hal tersebut cukup masuk akal karena belum semua chapter diadaptasi. Maka dari itu sudah dikonfirmasi akan ada musim kedua, tapi masih belum ada informasi lebih lanjut mengenai tanggal perilisannya.