Super Saiyan 3 versi animasi lama (Dok. Toei/Dragon Ball Super)
Episode 5 Dragon Ball Super menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah serial tersebut. Para penonton yang awalnya berharap bisa menikmati pertarungan Goku dan Beerus dalam versi anime televisinya justru dikejutkan oleh kualitas visual yang menuai banyak kritik.
Permasalahannya bukan sekadar penurunan kualitas animasi, tetapi juga mencakup sejumlah aspek dalam penggambaran dan penyajian pertarungan.
Pertama, proporsi anatomi karakter yang tidak konsisten. Dalam beberapa adegan, bentuk wajah, ukuran kepala, hingga anggota tubuh Goku dan Beerus terlihat tidak proporsional.
Kedua, konsistensi gambar yang buruk. Penampilan karakter dapat berubah cukup drastis dari satu potongan adegan ke adegan berikutnya, membuat sejumlah gambar terlihat berbeda dari desain karakter yang semestinya.
Ketiga, koreografi pertarungan yang kurang dinamis. Sejumlah pukulan dan tendangan terasa kurang meyakinkan, sementara sudut kamera dan penyajian gerakannya tidak selalu mampu memberikan kesan benturan yang kuat.
Akibatnya, pertarungan yang seharusnya menjadi ajang untuk memperlihatkan betapa jauhnya perbedaan kekuatan antara Goku dan Beerus justru kehilangan sebagian daya tariknya. Kombinasi gambar yang kurang konsisten dan penyajian aksi yang kurang menggigit membuat episode ini dikenang sebagai salah satu contoh paling terkenal dari masalah kualitas produksi Dragon Ball Super.
Saking banyaknya kritik yang diterima, episode 5 Dragon Ball Super akhirnya mendapatkan sejumlah perbaikan untuk perilisan Blu-ray/DVD. Beberapa gambar karakter yang sebelumnya terlihat janggal digambar ulang agar tampil lebih proporsional, meskipun perbaikan tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah animasi dan koreografi pertarungannya.
Versi yang telah diperbaiki ini juga digunakan dalam sejumlah perilisan berikutnya. Karena itu, jika kamu menonton Dragon Ball Super melalui layanan streaming tertentu, kamu mungkin sudah menyaksikan versi yang visualnya lebih baik daripada siaran televisi aslinya. Namun, hal ini tetap bergantung pada versi yang digunakan oleh masing-masing platform.