Pembahasan Record of Ragnarok bab 116-117, Kintoki Mulai Bangkit!

- Kintoki kembali ke gaya bertarung sumo dan menunjukkan tekad kuat menghadapi Odin meski sempat terluka, membuat suasana pertarungan semakin intens di arena Ragnarok.
- Dalam duel sengit, Kintoki berhasil menangkap dan melempar balik Gungnir hingga menembus perisai Fafnir, menyebabkan luka pada Odin yang mengejutkan para dewa dan manusia.
- Nostradamus menyelinap mencari Four Treasure of Calamity, bentrok dengan Adamantine dan Beelzebub, lalu memotong tangan Adamantine sebelum meramalkan bahwa mereka kelak akan menjadi sekutunya.
Pertarungan Kintoki vs Odin kian memanas ketika petarung umat manusia itu memutuskan memakai gaya bertarung aslinya. Di sisi lain, situasi di belakang layar mulai bertambah rumit saat terjadi pertemuan antara Nostradamus dengan Adamantine dan Beelzebub.
Seperti apa situasinya di Record of Ragnarok bab 116-117? Berikut pembahasannya!
1. Kintoki melakukan gerakan sumo saat menghadapi Odin

Meski sempat terluka di perut sebelah kiri, hal itu tak menyurutkan nyali Kintoki untuk terus bertarung.
Melihat situasi mulai tak menguntungkan, ia sadar dirinya harus kembali ke gaya bertarung lamanya. Dari situlah, Kintoki melepas kapaknya dan memulai sebuah pose yang familiar bagi sebagian orang.
Yah, pose itu adalah gerakan shiko yang biasa dilakukan saat memulai pertandingan sumo. Para rikishi dan Shiva tentu merasa senang karena gerakan yang pernah dilakukan Raiden kini diperlihatkan kembali di depan mata mereka. Buddha yang melihat tindakan sahabatnya tersebut sudah tahu kalau Kintoki baru saja menekan tombol pecundangnya.
Setelah selesai, Kintoki langsung berteriak ke Odin kalau ia siap menerima serangan.
2. Kintoki berhasil melempar balik Gungnir dan melukai Odin!

Mendengar teriakan Kintoki, Odin langsung meladeninya dengan himne kutukannya yang bernama Vindsskuggr.
Dan benar saja, Gungnir seolah menambah kecepatannya, seolah bersiap menembus tubuh pria tersebut. Namun Kintoki tetap pada tempatnya, bersiap menerima serangan.
Secara tak terduga, Kintoki berhasil menangkap Gungnir, namun momentum kelajuannya masih terasa sehingga pria itu sampai terdorong ke belakang. Untungnya, ia pun berhasil membanting senjata tersebut dalam satu sentakan.
Namun saat Odin hendak menarik kembali senjatanya, Kintoki langsung memegang Gungnir dan melemparkannya dengan kecepatan tinggi. Bahkan meski Odin sempat menyiapkan perisai Fafnir, senjata itu terus menembus sihir tersebut dan sukses melukai Odin.
Pemandangan itu tentu membuat semua orang baik manusia maupun dewa terkejut.
3. Nostradamus datang mencari-cari Four Treasure of Calamity

Bukan cuma penonton di arena, rupanya ada yang diam-diam menyaksikannya dari suatu ruangan.
Yah, dia adalah Nostradamus yang menyelinap ke ruangan Odin yang saat itu kosong. Namun usai menonton cuplikan pertandingan, pria itu langsung kembali ke misi aslinya.
Rupanya, Joker umat manusia itu datang untuk mencari senjata milik para anggota Yggdrasil, Four Treasure of Calamity. Namun sayangnya, ia tak kunjung menemukan apa yang ia cari tanpa tahu kalau sebenarnya Odin sudah lama menyembunyikan para relik itu dalam tubuhnya.
Sayangnya, aksinya malah ketahuan saat Nostradamus hendak keluar dari ruangan tersebut.
4. Nostradamus berhasil memotong tangan Adamantine dan memberi ramalan kalau mereka akan jadi teman

Nostradamus akhirnya tertangkap basah oleh Adamantine dan Beelzebub yang kebetulan melintas di tempat itu.
Saat hendak pergi, Beelzebub langsung menciptakan getaran yang merobek tudung kepala Nostradamus, sehingga penampilannya pun terungkap. Namun, ketika Adamantine mencengkeram pakaian Nostradamus dan menginterogasinya secara paksa, Beelzebub tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh. Ia pun segera memperingatkan agar dewa itu melepaskan pria muda tersebut.
Sayangnya, Adamantine sudah terlambat.
Nostradamus menyentuh lengan robotiknya dan melepaskan aura kelam yang seketika memotong bagian tubuh Adamantine. Beelzebub sendiri sadar ada yang aneh pada pupil mata Nostradamus yang sempat berubah.
Untungnya, Nostradamus kembali bersikap santai dan memberi ramalan sebagai bentuk permintaan maaf. Ia mengatakan kalau sebentar lagi dua dewa itu akan menjadi temannya karena mereka memang sama-sama ingin mengetahui kebenaran motif sejati Odin.
Setelah itu, ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Adamantine yang masih marah besar dan Beelzebub yang merasa ada sisi gelap yang bersemayam dalam pria muda tersebut.
5. Odin memakai himnenya untuk menyembuhkan luka

Kembali ke pertarungan utama, di mana Odin sempat terluka parah oleh senjatanya sendiri.
Meski Kintoki kini berhasil melukainya, Odin masih memegang kartu andalan yang bisa dibilang curang dalam duel tersebut. Ia lalu mencabut Gungnir dan merapalkan himne yang bernama Iðunnar Koppr.
Gara-gara itu, Gungnir kembali berubah wujud ke mode aslinya yang berbentuk liontin dan kemudian menyembuhkan semua luka yang diderita Odin. Kintoki bahkan merasa teknik itu terkesan begitu curang untuk pertarungan sekelas Ragnarok.
Itulah pembahasan Record of Ragnarok bab 116-117.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku



















