Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Kenapa Higuruma Tak Mau Membantu Yuji di Jujutsu Kaisen Culling Game?
Hiromi Higuruma vs Yuji Jujutsu Kaisen
  • Hiromi Higuruma, mantan pengacara yang kini jadi pemain unggulan di Culling Game, menolak permintaan Yuji Itadori untuk menambahkan aturan baru demi menghentikan permainan mematikan itu.
  • Penolakan Higuruma dipicu ketertarikannya pada sistem “hukum alam” Culling Game yang dianggap lebih adil dan objektif dibanding hukum manusia yang sering penuh manipulasi.
  • Perbedaan pandangan tentang makna keadilan membuat Higuruma dan Yuji berseberangan; Yuji ingin menyelamatkan orang, sementara Higuruma melihat permainan sebagai bentuk keadilan sejati tanpa kompromi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di arc Culling Game Jujutsu Kaisen, pertemuan antara Yuji dan seorang mantan pengacara bernama Hiromi Higuruma menjadi salah satu momen paling menarik.

Yuji datang dengan tujuan jelas, meminta bantuan untuk menambahkan aturan baru demi menghentikan permainan mematikan itu. Namun respons Higuruma justru di luar dugaan, ia menolak dan membiarkan permainan berlanjut.

Penolakan itu bukan sekadar karena keras kepala atau ego. Ada alasan, pengalaman pribadi, dan ketertarikan intelektual terhadap sistem Culling Game yang membentuk sikapnya. Berikut penjelasannya.

1. Higuruma Salah Satu Pemain Unggulan di Koloni Tokyo No.1

Higuruma bermain-main dengan air (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Sebelum bertemu Yuji, Higuruma sudah beradaptasi luar biasa cepat dalam Culling Game. Ia mengalahkan banyak kutukan, memahami penggunaan energi kutukan, bahkan menganalisis prinsip teknik barrier lewat Domain Expansion miliknya sendiri. Dalam waktu singkat, ia berubah dari orang awam menjadi petarung yang sangat kompeten.

Per 11 November di Culling Game, ia telah membunuh setidaknya dua puluh pemain dan mengumpulkan 102 poin. Ia bahkan membangun markas operasi di sebuah teater di Ikebukuro agar lebih mudah mengakses suplai.

Dengan begini, Higuruma adalah pemain unggulan di koloni Tokyo No. 1 dan bisa mengubah peraturan, itu yang diincar Yuji.

2. Higuruma Tertarik pada Sistem “Hukum Alam” Culling Game

Higuruma melepaskan Domain Expansion (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Dia mantan pengacara yang tidak suka ketidakadilan, dia juga penyihir baru yang kuat dan pemain dengan poin banyak, Yuji meminta dia membantunya menghentikan Culling Game dengan menggunakan poinnya, tapi Higuruma menolak, kenapa?

Yang membuatnya menolak Yuji adalah ketertarikannya pada mekanisme Culling Game. Ia menganggap sistem yang menghukum pelanggar aturan secara otomatis seolah seperti hukum alam, jauh lebih “murni” dibanding sistem hukum manusia yang penuh celah dan manipulasi.

Sebagai mantan pengacara yang frustrasi pada sistem peradilan, ia justru melihat ritual ini sebagai bentuk keadilan yang objektif dan tanpa kompromi.

3. Konflik Ideologi dengan Yuji Itadori

Yuji menemui Higuruma (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Yuji datang dengan misi menghentikan permainan, atau setidaknya mengurangi korban dengan menambahkan aturan baru. Ia melihat Culling Game sebagai tragedi yang harus dihentikan demi menyelamatkan orang-orang tak bersalah.

Namun bagi Higuruma, sistem ini justru menarik karena tidak bergantung pada hakim manusia, jaksa, atau prosedur birokrasi. Dalam pandangannya, dunia hukum modern sering gagal memberi keadilan sejati. Ia pernah membela klien yang jelas tidak bersalah, namun sistem tetap menjatuhkan vonis bersalah. Itulah yang membentuk cara pandangnya.

Ketika Yuji memintanya menggunakan poin untuk membantu mengakhiri permainan, Higuruma menolak karena ia belum melihat alasan untuk merusak sistem yang menurutnya lebih konsisten daripada hukum manusia. Perbedaan sudut pandang ini membuat dialog mereka bukan sekadar negosiasi, tapi benturan filosofi tentang apa itu keadilan.

Jadi itu alasan kenapa Higuruma menolak permintaan Yuji, bagaimana menurutmu?

Editorial Team