Kenapa Dante bisa Kalah Melawan Magna Black Clover S2?

Dante sempat mendominasi Jack dan Nacht berkat sihir tubuh, regenerasi, gravitasi Lucifero, serta kekuatan besar yang sebelumnya juga menyulitkan Yami dan Asta.
Magna membalikkan keadaan melalui Soul Chain Deathmatch, yang menghubungkan jiwa mereka, membagi kekuatan Dante secara rata, meningkatkan daya Magna, dan menurunkan kapasitas mana Dante hingga 50 persen.
Dante kehabisan mana karena terus memakai sihir besar, sementara Magna unggul dalam adu tinju berkat ketahanan fisik; setelah Dante tumbang, Jack menghabisinya demi mencegah regenerasi.
Seperti yang kita tahu, Dante adalah salah penyihir terkuat di Black Clover. Ia diberkahi sihir tubuh yang membuatnya bisa meningkatkan daya fisik dan kemampuan regenerasi. Selain itu, ia juga menjalin kontrak dengan Lucifero sehingga ia mendapat akses sihir gravitasi. Ia bahkan gagal dikalahkan Yami dan Asta di pertarungan pertamanya.
Namun Dante malah berakhir tumbang di tangan Magna yang notabene penyihir biasa tanpa latar belakang mewah.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Begini penjelasannya!
Table of Content
1. Sebelumnya Dante berhasil membuat Jack dan Nacht di ujung tanduk

Jack menyerang Dante (Dok. Pierrot/Black Clover S2) Seperti yang kita tahu, pertarungan melawan Dante terbilang sangat berat.
Yami dan Asta sampai gagal mengalahkannya. Nacht dan Jack juga sampai kerepotan karena selain perbedaan kekuatan, situasinya bertambah parah dengan kehadiran Lilith dan Nahamah.
Jack bahkan sampai hampir mati melawan Dante sendirian karena Nacht harus memancing Lilith dan Nahamah pergi meninggalkan tempat pertarungan.
2. Situasinya berubah begitu Magna memasuki pertarungan dan membuat Dante terkena Soul Chain Deathmatch

Soul Chain Deathmatch, sihir andalan Magna (Dok. Pierrot/Black Clover S2) Untungnya, Jack masih terselamatkan karena Magna dan Zola muncul.
Dante yang merasa bala bantuan yang datang justru lebih lemah dari lawannya akhirnya menawarkan kesempatan pada Magna untuk menyerang sepuasnya dan pergi.
Dan benar saja, hal itu dimanfaatkan Magna dengan melempar serangan dasarnya yang ternyata membawa jebakan yang berisi formula sihir ciptaannya: Soul Chain Deathmatch.
Dengan menghubungkan rantai jiwanya ke Dante, Magna memaksa kekuatan besar Dante digabung dengan dirinya dan dibagi sama rate sehingga ia bisa bertambah kuat secara drastis.
Sementara itu, kapasitasi mana Dante menurun sampai 50 persen.
3. Kebiasaan buruk Dante yang kerap memakai sihir berdaya besar membuatnya kehabisan mana dengan cepat

Dante merasakan daya sihirnya menghilang sama sekali (Dok. Pierrot/Black Clover S2) Meski berhasil mengurangi kapasitas sihir Dante, Magna ternyata masih kerepotan menghadapi kemampuan regenerasi pria tersebut.
Ia pun terpaksa mengandalkan ketahanan fisiknya sambil terus melancarkan berbagai serangan, meskipun Dante bisa memulihkan tubuhnya berkali-kali. Di sisi lain, sang kontraktor iblis tetap bersikap sombong karena merasa kemampuan dasar mereka masih terpaut jauh, sekalipun sebagian besar kekuatan sihirnya telah dicuri.
Sayangnya, Dante justru melakukan kesalahan fatal karena lupa memperhitungkan penggunaan sihirnya sendiri. Terbiasa mengeluarkan sihir berskala besar tanpa banyak pertimbangan, ia tidak menyadari bahwa cadangan sihirnya bisa terkuras lebih cepat akibat kapasitas maksimalnya yang kini telah berkurang.
4. Di sisi lain, Magna yang memang terbiasa dalam situasi tersebut memakai keuntungan skill tinju dan ketahanan fisiknya

Adu jotos terakhir Magna vs Dante (Dok. Pierrot/Black Clover S2) Alhasil, pertarungan yang awalnya mengandalkan sihir pun berubah menjadi adu tinju. Situasi ini justru menguntungkan Magna karena pertarungan jarak dekat merupakan keahliannya.
Meski berkali-kali menerima pukulan, Magna menolak tumbang dan terus membalas setiap serangan Dante. Sebaliknya, Dante mulai diliputi ketakutan karena berbagai kemampuan yang selama ini menjadi andalannya tak lagi berguna tanpa cadangan mana yang cukup.
Magna pun akhirnya berhasil melayangkan uppercut keras ke arah Dante. Tak berhenti sampai di situ, ia juga memanfaatkan rantai sihirnya sebagai semacam knuckle untuk memperkuat pukulan terakhirnya.
Serangan tersebut sukses membuat Dante benar-benar tumbang. Dengan demikian, Magna akhirnya berhasil mengamankan kemenangan dalam pertarungan yang tak terduga tersebut.
5. Meski kalah, Dante sempat masih hidup sampai ia dihabisi oleh Jack

Dante terkapar (Dok. Pierrot/Black Clover S2) Meski kalah, ternyata Dante tidak langsung tewas setelah menerima serangan terakhir Magna.
Ia masih bertahan hidup ketika rombongan Asta datang menjemput Magna sebelum kembali melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan Yami. Namun, kondisinya semakin memburuk karena ia mulai kehilangan kendali atas sihir tubuhnya hingga wujud fisiknya berubah menjadi abnormal.
Selain itu, ternyata masih ada satu orang yang sengaja menunggunya, yaitu Jack. Ia sudah memperhitungkan bahwa kemampuan regenerasi Dante membuat pria tersebut tidak akan mati semudah itu.
Merasa puas melihat pencapaian Magna, seorang rakyat biasa yang berhasil menumbangkan kontraktor iblis sekelas Dante, Jack pun memutuskan untuk menghabisi pria tersebut. Dengan begitu, kemenangan Magna tak lagi terancam oleh kemungkinan Dante bangkit kembali.
Itulah pembahasan kenapa Dante bisa kalah melawan Magna yang notabene orang biasa.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku





















