8 Anime yang Terasa Lebih Cocok Diadaptasi Hollywood dibanding Jepang!

Artikel menyoroti delapan anime berlatar Eropa, Barat, atau sejarah non-Jepang yang dinilai cocok dibayangkan sebagai adaptasi live-action Hollywood.
Attack on Titan, JoJo’s Bizarre Adventure, Black Clover, Black Butler, Hellsing, dan Fullmetal Alchemist menampilkan unsur Eropa melalui arsitektur, nama, kerajaan, militer, hingga nuansa gothic.
Vinland Saga menawarkan drama sejarah Viking, sedangkan Spy x Family mengusung intrik spionase berlatar negara mirip Jerman era Perang Dingin.
Anime identik dengan budaya Jepang, mulai dari latar sekolah, kehidupan masyarakat Jepang, hingga berbagai tradisi yang menjadi bagian dari ceritanya. Namun, tidak semua anime mengambil inspirasi dari Negeri Sakura.
Ada sejumlah anime populer yang justru mengambil latar dunia fantasi bergaya Eropa, negara-negara Barat, hingga periode sejarah yang tidak memiliki hubungan langsung dengan Jepang. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki karakter utama yang secara visual maupun latar belakang terasa seperti orang Eropa.
Menariknya, anime-anime seperti ini justru berpotensi menjadi tontonan yang cocok diadaptasi Hollywood. Berikut delapan judul yang menarik untuk dibayangkan mendapatkan adaptasi live-action ala Barat.
Table of Content
1. Attack on Titan

Colossal Titan Berthold berhadapan dengan Eren (dok.WIT Studio/Attack on Titan Season 1) Attack on Titan mungkin menjadi salah satu contoh paling jelas untuk kategori ini. Dunia yang diperlihatkan dalam ceritanya memiliki banyak kemiripan dengan Eropa, terutama melalui arsitektur kota, nama karakter, hingga sistem militernya.
Kota-kota di dalam Wall Maria, Wall Rose, dan Wall Sina memiliki arsitektur yang mengingatkan pada permukiman Eropa abad ke-19. Nama-nama seperti Eren Yeager, Armin Arlert, Erwin Smith, dan Levi Ackerman juga memperkuat identitas tersebut.
Justru sosok Jepang atau Asia di kisah ini hanya Mikasa, setelah itu identitas Asia juga diperkenalkan melalui klan Azumabito dan negara Hizuru. Namun, sebagian besar karakter utama tetap memiliki latar belakang yang terinspirasi masyarakat Eropa.
2. JoJo's Bizarre Adventure

Jonathan Joestar (dok. Netflix/JoJo's Bizarre Adventure) JoJo's Bizarre Adventure merupakan anime yang menarik karena sebagian besar ceritanya justru berlangsung di luar Jepang.
Pada Phantom Blood, Jonathan Joestar menjalani kehidupannya di Inggris pada akhir abad ke-19. Kemudian, Battle Tendency membawa Joseph Joestar ke Amerika Serikat dan berbagai wilayah Eropa sebelum Perang Dunia II.
Stardust Crusaders bahkan memperluas cakupan petualangannya ke berbagai negara, mulai dari Jepang, Mesir, hingga wilayah lainnya. Sementara itu, Golden Wind mengambil latar Italia dan mengikuti perjalanan Giorno Giovanna dalam dunia kriminal Italia.
Bayangkan saja film JoJo dengan latar Italia, Inggris, atau Amerika Serikat yang dibuat dengan pendekatan visual penuh gaya seperti film superhero modern.
3. Black Clover

Black Bulls (dok. Pierrot/Black Clover) Black Clover juga memiliki dunia yang terasa lebih dekat dengan fantasi abad pertengahan Eropa daripada Jepang.
Cerita utamanya berlangsung di Clover Kingdom, sebuah kerajaan yang memiliki sistem bangsawan, istana, kesatria sihir, dan struktur sosial yang mengingatkan pada kerajaan-kerajaan Eropa klasik.
Nama-nama karakternya juga memperkuat kesan tersebut. Ada Asta, Yuno, Noelle Silva, Fuegoleon Vermillion, hingga Julius Novachrono. Yami Sukehiro justru memiliki latar belakang yang berbeda. Ia berasal dari Hino Country, sebuah negara yang terinspirasi Jepang dan dikenal sebagai Land of the Sun.
Dengan dunia sihir, kerajaan, iblis, dan peperangan antarkerajaan, Black Clover sebenarnya memiliki fondasi yang menarik untuk diadaptasi menjadi serial fantasi ala Hollywood.
4. Black Butler

Black Butler. (dok. A-1 Pictures/Black Butler) Black Butler bisa dibilang sudah memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi serial fantasi live-action produksi Barat.
Anime karya Yana Toboso ini mengambil latar Inggris pada era Victoria, tepatnya paruh kedua abad ke-19. Ceritanya mengikuti Ciel Phantomhive, seorang bangsawan muda yang membuat kontrak dengan iblis bernama Sebastian Michaelis.
Sebagai pelayan pribadi Ciel, Sebastian membantu tuannya menyelesaikan berbagai masalah, termasuk menjalankan tugas-tugas rahasia untuk Ratu Victoria.
Bahkan, sang kreator Yana Toboso pernah menjelaskan bahwa ketertarikannya terhadap Inggris era Victoria menjadi alasan utama pemilihan latar cerita Black Butler.
Dengan perpaduan misteri kriminal, supernatural, intrik kerajaan, dan komedi gelap, Black Butler terasa seperti materi yang cocok untuk serial live-action bergaya gothic fantasy.
5. Hellsing

Hellsing (dok. Gonzo/Hellsing) Hellsing juga merupakan kandidat menarik untuk mendapatkan adaptasi Hollywood. Berbeda dari kebanyakan anime yang menggunakan latar Jepang modern, Hellsing mengambil tempat di Inggris dan mengikuti organisasi Hellsing yang bertugas melindungi negara dari ancaman supernatural.
Tokoh utamanya adalah Alucard, seorang vampir yang bekerja untuk organisasi tersebut. Bersama Integra Hellsing dan Seras Victoria, ia menghadapi berbagai ancaman, termasuk vampir lain dan kelompok ekstremis yang ingin memicu peperangan.
Latar London menjadi bagian penting dari identitas ceritanya. Namun, Hellsing tidak sekadar menampilkan Inggris sebagai kota modern. Ada nuansa gothic, organisasi rahasia, bangunan klasik, hingga konflik yang melibatkan institusi keagamaan.
Materi seperti ini sebenarnya sangat dekat dengan genre film supernatural Barat. Apalagi, Hollywood sudah cukup sering mengadaptasi cerita tentang vampir, pemburu monster, dan organisasi rahasia.
6. Vinland Saga

Transformasi Thorfinn menunjukkan bahwa keberanian sejati bukanlah mengalahkan musuh, melainkan mengatasi kebencian dalam diri sendiri. (dok. MAPPA/Vinland Saga Season 2 (2023)) Karya Makoto Yukimura ini mengambil latar Eropa Utara pada awal abad ke-11, ketika bangsa Viking melakukan ekspedisi, penjarahan, dan peperangan di berbagai wilayah.
Tokoh utamanya, Thorfinn, merupakan seorang pemuda Viking yang hidup dengan keinginan membalas dendam terhadap Askeladd, sosok yang membunuh ayahnya.
Perjalanan Thorfinn kemudian membawanya ke berbagai wilayah, termasuk Inggris dan Denmark. Ceritanya juga melibatkan konflik politik kerajaan, perebutan kekuasaan, serta kehidupan masyarakat Viking.
Dengan skala peperangan, kostum historis, kapal Viking, serta konflik antarkerajaan, Vinland Saga terasa seperti materi yang cocok untuk serial historical drama ala Hollywood.
7. Spy x Family

Keluarga Forger (dok. CloverWorks dan Wit Studio/Spy x Family) Spy x Family mungkin terlihat seperti anime komedi keluarga biasa. Namun, latar dunianya justru memiliki inspirasi yang sangat dekat dengan sejarah Eropa.
Cerita Spy x Family berlangsung di dua negara fiktif bernama Westalis dan Ostania. Kedua negara tersebut memiliki hubungan yang terinspirasi dari Jerman Barat dan Jerman Timur pada era Perang Dingin.
Kota Berlint, tempat keluarga Forger tinggal, juga memiliki arsitektur yang mengingatkan pada kota-kota di Jerman.
Menariknya, Spy x Family memiliki banyak elemen yang bisa dikembangkan menjadi film spionase Hollywood. Mulai dari organisasi intelijen, konflik diplomatik, operasi rahasia, hingga ketegangan antara dua negara yang pernah berperang.
8. Fullmetal Alchemist
Fullmetal Alchemist Brotherhood (Pinterest.com/Rafael Guedes) Fullmetal Alchemist Brotherhood juga memiliki dunia yang terasa sangat cocok untuk adaptasi fantasi Barat.
Cerita ini berlangsung di negara fiktif bernama Amestris, sebuah negara militeristik yang memiliki kemiripan dengan negara-negara Eropa Tengah, khususnya Jerman.
Hal tersebut terlihat dari desain arsitektur, seragam militer, nama karakter, hingga struktur pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Fuhrer.
Dengan dunia yang luas, sistem kekuatan yang memiliki aturan jelas, serta konflik politik yang kompleks, Fullmetal Alchemist berpotensi menjadi serial fantasi live-action berskala besar.






















