Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Pembahasan One Piece 1197, Ketika Haoshoku Haki Sanji Bangkit!

4 min read
Pembahasan One Piece 1197, Ketika Haoshoku Haki Sanji Bangkit!
Sanji menendang Rimoshifu Killingham. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
  • Sanji mulai menolak kebiasaan mengorbankan diri dan menyadari tubuhnya sendiri juga layak dilindungi.

  • Perjalanan serta berbagai pertarungan masa lalu membentuk tubuh dan kemampuan Sanji hingga mencapai kondisi sekarang.

  • Serangan Sanji memperlambat regenerasi Killingham dan menunjukkan indikasi kuat kebangkitan Haoshoku Haki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

One Piece 1197 terasa seperti puncak perkembangan karakter Sanji selama Elbaph Arc.

Setelah terungkap bahwa kecenderungan Sanji untuk mengorbankan dirinya sendiri justru menghambat potensinya, bab 1196 memperlihatkan langkah awal sang koki Topi Jerami untuk mengubah cara pandangnya.

Lalu, apa yang terjadi di bab 1197? Menariknya, perkembangan Sanji kali ini bukan cuma soal peningkatan kekuatan. Ada sesuatu yang jauh lebih personal di balik kebangkitan Haoshoku Haki-nya!

  1. 1. Aspek menyedihkan dalam diri Sanji

    Ilustrasi Sanji dari One Piece yang menggambarkan ketetapan hatinya dalam menghadapi masa lalu keluarga Vinsmoke.
    Ketetapan hati Sanji. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Sambil menyerang Killingham, Sanji mengawali bab ini dengan mengakui bahwa Ivankov memang benar.

    Sanji memang memiliki keinginan untuk mati.

    Akar dari kebenciannya terhadap diri sendiri adalah keluarga Vinsmoke. Sanji begitu membenci mereka sampai-sampai ia lebih memilih mati daripada menjadi seperti keluarganya sendiri.

    Yang menarik, Sanji mengakui bahwa hanya Ivankov yang pernah menyadari sisi dirinya tersebut. Bahkan, Sanji mengungkapkan bahwa ada bagian dalam dirinya yang menganggap tubuhnya sendiri kotor dan menjijikkan.

    Namun, kali ini Sanji menetapkan bahwa pemikiran itu salah. Ia seharusnya melindungi tubuhnya sendiri.

    Sanji mengingat bahwa tubuhnya bukanlah milik Germa. Tubuh itu telah ditempa oleh kakek tua yang membesarkannya, Zeff, dan dilatih di Kerajaan Kamabakka.

    Bagian paling menyentuh kemudian muncul ketika Sanji mengingat ibunya, Vinsmoke Sora.

    "Kalau aku tidak melindungi kaki dan tubuh yang diberikan oleh ibuku yang telah tiada, maka apa yang kulindungi?"

    Ini adalah perubahan cara pandang yang besar bagi Sanji. Selama ini, ia begitu mudah mengorbankan dirinya demi orang lain. Kini, ia mulai menyadari bahwa dirinya sendiri juga layak dilindungi.

    Menariknya, sejak Sanji menetapkan tekad tersebut, serangannya mulai membuat proses regenerasi Killingham melambat.

    Efeknya memang belum terlalu terlihat pada awalnya. Namun, ini menjadi indikasi bahwa Haoshoku Haki Sanji mulai bangkit dan menyertai setiap serangannya, seiring dengan tekadnya untuk menjaga dirinya sendiri.

  2. 2. Musuh-musuh yang diingat kembali oleh Sanji

    Ilustrasi sejumlah musuh yang dikenang Sanji dalam One Piece karya Eiichiro Oda, diterbitkan oleh Shueisha.
    Musuh-musuh yang dikenang Sanji. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Sanji juga mengingat berbagai pertarungan yang telah membentuk tubuhnya hingga mencapai kondisi sekarang.

    Menariknya, wajah-wajah yang muncul dalam ingatannya bukan sembarang lawan. Ada Mr. 2, Jabra, Absalom, Wadatsumi, Judge, hingga Queen.

    Masing-masing punya peran tersendiri dalam perjalanan Sanji. Ada yang menjadi lawan dalam pertarungan besar, ada yang memaksanya menghadapi masa lalunya, dan ada pula yang membuatnya harus menguji batas kemampuan tubuhnya sendiri.

    Saya rasa sebenarnya Kuroobi dan Gin juga layak masuk dalam daftar tersebut. Keduanya memang berasal dari masa awal petualangan Sanji, tetapi tetap menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebagai petarung.

    Momen ini juga terasa seperti pengingat bahwa kekuatan Sanji sekarang bukan muncul begitu saja. Tubuh dan kemampuannya telah melewati perjalanan panjang, dengan banyak pertarungan yang meninggalkan jejak.

  3. 3. Sanji, tameng dari Topi Jerami

    Sanji melancarkan tendangan kepada Rimoshifu Killingham dalam adegan pertarungan dari manga One Piece karya Eiichiro Oda.
    Sanji menendang Rimoshifu Killingham. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Killingham akhirnya menyadari bahwa serangan Sanji mulai mengganggu regenerasinya. Ia pun melapisi tubuhnya dengan armor bernama Omen Panzer.

    Armor tersebut dikatakan hanya bisa dihancurkan oleh serangan yang dilapisi Haoshoku Haki.

    Namun, seiring pertarungan berjalan, kekuatan Sanji justru semakin berkembang.

    Ada satu momen menarik ketika Sanji mengadu kakinya dengan Longinus milik Killingham. Mata tombak tersebut justru hancur!

    Sementara itu, Sanji memang terpental, tetapi ia tidak merasa kesakitan. Sebaliknya, ia merasakan ada lapisan tambahan pada kakinya, sesuatu yang menurutnya terasa seperti bentuk ekstrem dari Busoshoku Haki.

    Bahkan ketika menerima serangan, Sanji merasa seolah-olah dirinya justru baru saja meluncurkan serangan. Ia sampai membayangkan bahwa lapisan tersebut mungkin cukup kuat untuk menghancurkan peluru sekalipun.

    Di tengah perkembangan kekuatan ini, Sanji juga menetapkan posisinya dalam kelompok Topi Jerami.

    Zoro adalah pedang Luffy. Sementara Sanji? Sanji adalah tameng Luffy.

    Sanji kemudian meluncurkan serangan pada akhir bab yang berhasil menghancurkan helm Killingham. Perhatikan efek serangannya: muncul petir hitam yang menjadi indikasi kuat penggunaan Haoshoku Haki!

    Menariknya, ada paralel visual yang bisa diperhatikan di sini. Nika dalam gambar memang membawa pedang sekaligus tameng.

    Dan sekarang, konsep tersebut terasa seperti mendapatkan perwujudan baru melalui generasi sekarang. Luffy sebagai Nika, dengan Zoro sebagai pedangnya dan Sanji sebagai tamengnya.

    Sebuah gambaran yang menarik untuk trio monster Topi Jerami!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More