Visual Yuji Itadori dengan seragam khas SMK Jujutsu. (Dok. X/@animejujutsu))
Motivasi awal Yuji sederhana, tolong banyak orang yang membutuhkan dan mati dengan layak dikelilingi orang-orang yang ia cintai, berlaku untuk dirinya dan orang lain. Wasiat kakeknya menjadi fondasi moral yang membentuk seluruh keputusannya. Ia tidak ingin menjadi pahlawan demi reputasi, melainkan karena rasa tanggung jawab personal terhadap hidup orang lain.
Namun setelah menjadi wadah Sukuna, idealismenya terus diuji. Banyak tragedi terjadi karena keberadaan Sukuna di dalam dirinya, terutama insiden Shibuya. Yuji dipaksa menyaksikan kehancuran besar yang secara teknis dilakukan oleh tubuhnya sendiri.
Di titik inilah motivasinya menjadi kompleks. Ia sadar tidak semua orang bisa ia selamatkan, dan kadang ia sendiri adalah sumber bencana. Perjuangannya berubah dari sekadar “menyelamatkan orang” menjadi menerima dosa kolektif dan tetap memilih untuk berjalan maju meski dihantui rasa bersalah demi melindungi lebih banyak orang yang bisa ia lindungi.
Kakeknya berpesan untuk Yuji agar mati dikelilingi orang yang ia cintai, tidak sendirian seperti kakeknya. Ironis karena saat ini Yuji hidup melewati banyak kerabatnya, yang entah kapan Yuji akan mati karena dia abadi.