[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Memiliki kekuatan yang luar biasa itu cukup membosankan.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

[read_more id="226734"]Salah satu anime yang banyak mencuri perhatian para fans di musim ini adalah One Punch Man. Anime yang diangkat dengan judul yang sama ini memang sudah cukup mencuri perhatian para otaku bahkan saat masih dalam bentuk manga. Dengan konsep dan cerita dasar yang sederhana, One Punch Man cukup berhasil menghibur para penggemar anime hingga episode keduanya ini.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Satu hal yang harus diacungi jempol adalah kemampuan Madhouse untuk mengkonversi artwork manga One Punch Man ke dalam bentuk anime. Efek-efek aksi yang digunakan pun terlihat pas bahkan cukup melebihi ekspektasi. Beberapa penyesuaian yang dilakukan pun tidak terlihat mengganggu.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Desain karakter yang diberikan dalam anime ini pun sejauh ini masih memuaskan. Penggambaran sang tokoh utama yang sederhana khas manga gag namun masih cukup tegas khas manga action-shounen pun masih dipertahankan. Walaupun jika diperhatikan artwork anime One Punch Man jauh lebih ke arah action-shounen. Sedangkan humornya lebih banyak ditekankan pada script anime ini yang juga mengalami beberapa perubahan dari versi manganya.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!Sama seperti kebanyakan manga yang kemudian diangkat dalam anime. Satu episode One Punch Man juga terdiri atas beberapa chapter manga sekaligus. Hal ini cukup membuat kita penasaran sejauh manakah adaptasi cerita dari manga yang hingga hari ini telah mencapai lebih dari 60 chapter ini akan bertahan.

Pada episode 1 One Punch Man sendiri sudah ada satu musuh tambahan yang dihadapi Saitama yang tidak kita temui pada versi manganya. Yaitu saat Saitama menghajar monster mobil, Super Custom YO649Z Mk. II.[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Hal ini sendiri cukup membantu untuk lebih menjelaskan kehebatan dan yang terpenting kebosanan dari Saitama akibat terlalu kuat dan terlalu mudah untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Setelah mengalahkan monster mobil tersebut terdapat beberapa baris dialog narasi Saitama yang menjelaskan rutinitasnya yang membosankan sebagai superhero yang hanya butuh satu pukulan untuk mengalahkan semua musuh-musuhnya.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Episode pertama ini pun ditutup dengan "pertempuran" epic Saitama dan para manusia bumi bawah tanah. Disinilah kembali penyuguhan scene-scene pertarungan dan artwork yang luar biasa ditunjukkan oleh Madhouse studio.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Sama seperti dalam manganya, pada anime One Punch Man episode pertama pun ditutup dengan kenyataan pertarungan epic tersebut hanyalah mimpi Saitama yang merindukan pertarungan mati-matian.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Lanjut Halaman ke-2 untuk review episode 2!

Episode kedua memiliki cukup banyak perubahan dialog dibandingkan dengan versi manganya. Bahkan secara keseluruhan episode kedua memiliki dosis humor yang lebih tinggi dibanding episode pertama. Jika pada manga Saitama terlihat sedikit saat takut mengetahui kotanya akan diserang wabah nyamuk yang aneh. Maka pada anime, sang One Punch man justru terlihat santai-santai saja.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa! Bukannya memperhatikan berita malah sibuk menyiram kaktus[/caption]

Tidak hanya itu, jika sosok Genos si cyborg baru terlihat setelah diserang oleh Mosquito Musume (Mosquito Girl), maka Genos sudah nampak pada preview di akhir episode pertama. Genos pun langsung menyerang Mosquito Musume dan bukannya menggertak terlebih dahulu.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Meski begitu, inti pertarungan cyborg dan monster tersebut tidaklah jauh berbeda. Kembali scene pertarungan yang cukup menarik pun diperlihatkan.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Masuknya Saitama di tengah pertarungan mereka pun mengalami perubahan, bahkan perubahan ini menjadi jauh lebih baik kocak daripada di manga.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Pengemasan cerita panjang nan detail dari Genos sebenarnya cukup sederhana dan saya sendiri cukup mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Madhouse. Alih-alih mengemas cerita Genos dalam bentuk flashback yang lebih memanjakan mata, mereka memilih  untuk menggunakan scene-scene lingkungan sekitar agar terlihat membosankan dan kita pun akan tertawa saat Saitama mengomentari hal ini.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Pertarungan Saitama dan Genos melawan beberapa monster dari House of Evolution pada scene selanjutnya pun dikemas dengan cukup menarik tanpa harus membuang komedi yang ada.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Tidak ada perubahan yang cukup berarti pada pertempuran kali ini. Beberapa penyesuaian yang dilakukan pun cukup berhasil mengundang gelak tawa.

[Review Anime Fall 2015] One Punch Man Ep. 1-2! Manjakan Mata Namun Tetap Mengundang Gelak Tawa!

Kemunculan Dr. Genus sang ilmuwan dari House of Evolution pada episode ini pun cukup menarik. Tidak hanyak perbaikan artwork pada saat ia melihat rekaman Saitama yang mengalahkan Mosquito Girl. Scene Dr. Genus dan para kloningnya pada aftercredit pun semakin menambah penasaran mengenai sosok ilmuwan satu ini.


Jika kita simpulkan pada dua episode ini, Madhouse berhasil mengemas action scene pada anime ini dengan cukup apik tanpa harus membuang unsur komedi yang menjadi kekuatan utama. Namun sepertinya dari dua episode ini Madhouse ingin One Punch Man dikenal bukan hanya sebagai anime dengan komedi di tengah pertempuran seperti Gintama ataupun One Piece, namun juga sebagai anime dengan action scene yang cukup memanjakan mata para penontonya. Meski jika lebih kita perhatikan lagi dosis humor yang ada pada episode kedua jauh lebih banyak dibanding episode pertama. Namun ini sendiri merupakan inti script asli yang ada di manga. Walaupun jelas naskah lucu tanpa pengemasan yang baik juga bisa berakibat tidak sampainya lelucon pada para penonton.

Nilai 4/5 rasanya layak diberikan untuk dua episode awal anime One Punch Man ini. Menarik untuk kita lihat bagaimana kualitas anime ini pada episode-episode berikutnya, namun melihat track record dari studio yang menangangi anime ini sepertinya kita tidak perlu khawatir. Apa kalian juga puas dengan dua episode perdana One Punch Man ini? Suarakan pendapat kalian di kolom komentar!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU