Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
5 Alasan Kenapa Hiromi Higuruma Disukai Penggemar Jujutsu Kaisen
Yuji menemui Higuruma (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)
  • Hiromi Higuruma langsung menarik perhatian penggemar Jujutsu Kaisen berkat kepribadiannya yang realistis, rasional, dan idealis terhadap keadilan meski sempat kehilangan arah moralnya.
  • Kemampuan kutukan Higuruma bertema hukum membuatnya unik karena menghadirkan ruang sidang sebagai arena pertarungan, mencerminkan idealismenya tentang sistem hukum tanpa standar ganda.
  • Karakter Higuruma terasa relate bagi penonton karena menggambarkan kekecewaan manusia modern terhadap sistem yang tidak adil, menjadikannya simbol kritik sosial dalam cerita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
episode terbaru Jujutsu Kaisen S3

Hiromi Higuruma melakukan debut perdananya dalam episode terbaru Jujutsu Kaisen musim ketiga dan langsung menarik perhatian penonton.

kini

Higuruma digambarkan sebagai karakter populer di kalangan penggemar karena kepribadian realistis, latar belakang sebagai pengacara, serta kritiknya terhadap sistem hukum modern.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Hiromi Higuruma, karakter baru dalam anime Jujutsu Kaisen musim ketiga, menarik perhatian penggemar karena kepribadian realistis, latar belakang sebagai pengacara, serta teknik kutukan bertema hukum yang unik.
  • Who?
    Hiromi Higuruma, seorang mantan pengacara yang kini menjadi penyihir jujutsu dan muncul pertama kali dalam arc Culling Game di serial Jujutsu Kaisen.
  • Where?
    Kemunculan dan kisah Hiromi Higuruma terjadi dalam dunia fiksi Jujutsu Kaisen, khususnya pada arena permainan Culling Game yang diselenggarakan oleh Kenjaku.
  • When?
    Debut karakter Hiromi Higuruma berlangsung pada episode terbaru Jujutsu Kaisen musim ketiga yang saat ini sedang tayang.
  • Why?
    Penggemar menyukai Higuruma karena karakternya dianggap manusiawi, mencerminkan pergulatan moral modern, serta menampilkan kritik terhadap sistem hukum dan keadilan melalui kisah hidupnya.
  • How?
    Daya tarik Higuruma muncul lewat penggambaran realistis kehidupannya sebagai pengacara idealis yang kecewa pada sistem hukum hingga menemukan makna baru melalui kekuatan kutukan berbasis ruang sidang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Seperti yang kita tahu, Higuruma adalah karakter yang baru debut pada episode terbaru Jujutsu Kaisen S3. Namun ia langsung bisa disukai para penonton bahkan sejak kemunculan pertamanya dalam permainan Culling Game yang diselenggarakan Kenjaku.

Apa saja yang membuat HIguruma disukai penggemar Jujutsu Kaisen? Berikut daftarnya!

1. Higuruma merupakan tipikal pria dewasa yang realistis seperti Nanami

Higuruma mengungkapkan Yuji pernah main pachinko saat di bawah umur (Dok. Shuiesha/Jujutsu Kaisen)

Dari tampilannya saja, kita tahu Hiromi Higuruma adalah pria dewasa yang rasional dan membumi. Ia terbiasa memandang segala sesuatu secara objektif, berpikir jernih, dan mengambil keputusan berdasarkan logika, bukan emosi. Sikapnya tenang dan serius, bahkan terkesan dingin, tetapi di balik ekspresi lelahnya tersimpan idealisme kuat tentang keadilan.

Selama bekerja sebagai pengacara, ia kerap menangani kasus dengan peluang menang tipis karena tak sanggup menutup mata dari ketidakadilan. Namun tekanan demi tekanan terutama ketika kliennya divonis bersalah meski bukti tak memadai perlahan menghancurkan keyakinannya pada sistem hukum.

Titik balik itu membuatnya terjerumus pada tindakan ekstrem dan kehilangan arah moralnya. Hal inilah yang membuatnya sempat berpikir kalau Culling Game adalah sistem hukum yang selama ini ia cari karena benar-benar menerapkan aturan tanpa adanya standar ganda dari pihak manapun sehingga ia sempat enggan membantu Yuji membuat aturan yang memungkinkan Tsumiki bisa lolos dari aturan saling membunuh.

Kepribadian Higuruma sering mengingatkan pada Kento Nanami. Keduanya sama-sama dewasa, profesional, dan realistis dalam menghadapi kerasnya dunia jujutsu. Bedanya, Nanami tetap teguh pada prinsipnya, sedangkan Higuruma sempat goyah dan terseret sinisme walau untungnya ia disadarkan oleh Yuji akan tanggung jawab sebagai penyihir.

Model seperti inilah yang membuatnya disukai terutama oleh kaum hawa.

2. Kemampuannya sendiri terbilang sangat unik karena mengambil tema hukum

Higuruma melepaskan Domain Expansion (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Di bagian awal Jujutsu Kaisen, teknik-teknik kutukan yang ditampilkan umumnya kental dengan nuansa tradisional Jepang seperti ritual kuno, shikigami, atau unsur spiritual klasik. Contohnya adalah teknik yang dimiliki Nobara, Megumi, dan Utahime yang bisa dibilang sesuai selera para tetua jejutsu.

Namun saat memasuki arc Culling Game, pendekatan itu terasa bergeser. Banyak penyihir baru justru memiliki kemampuan yang terinspirasi dari konsep modern, mulai dari perjudian, transportasi, sampai sistem hukum. Perubahan ini membuat pertarungan terasa lebih variatif sekaligus mencerminkan perkembangan zaman.

Di antara para penyihir tersebut, Hiromi Higuruma menjadi contoh paling jelas. Teknik kutukannya memanifestasikan ruang sidang lengkap dengan mekanisme dakwaan dan vonis, menjadikan proses hukum sebagai senjata utama. Bagi Higuruma, kekuatan itu bukan sekadar alat bertarung, melainkan perpanjangan dari idealismenya soal hukum dan keadilan sebagai mantan pengacara.

Melalui kemampuannya, ia berusaha menghadirkan bentuk pengadilan yang lebih tegas dan konsisten, tanpa celah manipulasi atau standar ganda. Dengan begitu, teknik Higuruma bukan hanya unik secara konsep, tetapi juga sarat makna, karena merefleksikan pergulatan batinnya terhadap makna keadilan itu sendiri. Bukti betapa kuatnya unsur hukum modern sendiri bahkan tercermin dari ketidakmampuan penggunanya mengendalikan sidang dalam domain Deadly Sentencing sesuka hatinya dan hanya bisa mengikuti proseder hukum yang berlaku.

Kemampuan inilah yang membuatnya justru disukai penggemar yang menginginkan harusnya skill Higuruma eksis di dunia nyata untuk menegakkan hukum akan semua permasalahan konflik di dunia nyata.

3. Karakternya terasa relate bagi para penonton

Higuruma bermain-main dengan air (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Hiromi Higuruma bisa dibilang merupakan potret manusia modern yang “dipaksa” menjadi penyihir jujutsu. Sebelum dipilih oleh Kenjaku, ia hanyalah seorang pengacara idealis yang percaya bahwa kerja keras dan keteguhan prinsip dapat memperbaiki sistem.

Namun realita berbicara lain. Berhadapan dengan ketimpangan sosial, tekanan institusi, dan vonis-vonis tak adil, idealismenya perlahan terkikis. Ia pernah meyakini bahwa dunia bisa berubah jika ia terus berjuang. Tetapi ketika usaha demi usaha tak membuahkan hasil, keyakinan itu retak. Higuruma pun berubah dari sosok penuh harapan menjadi pribadi yang pesimis dan sinis terhadap sistem yang dulu ia bela mati-matian.

Dalam hal ini, Higuruma terasa begitu manusiawi. Ia merepresentasikan banyak orang yang memulai perjalanan dengan mimpi besar, lalu perlahan dikecewakan oleh kenyataan. Pada akhirnya, sebagian memilih mengikuti arus demi bertahan hidup, meski sadar itu bukan sepenuhnya benar. Jalan aman terasa lebih realistis dibanding terus melawan arus yang tampak tak pernah berubah.

Justru karena itulah karakter Higuruma terasa kuat. Ia bukan sekadar penyihir dengan teknik unik, melainkan cerminan pergulatan batin masyarakat modern antara idealisme dan kompromi serta antara keadilan dan kenyataan.

4. Kekesalannya pada sistem hukum jadi cerminan ketidakpuasan masyarakat pada keadilan era sekarang

Momen kebangkitan teknik kutukan Higuruma (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Hiromi Higuruma juga dapat dipandang sebagai manifestasi ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi sosial saat ini. Sejak awal ia dididik untuk menghormati hukum dan percaya pada sistem. Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa tatanan yang dianggapnya ideal ternyata tak luput dari kebusukan dan penyimpangan, sama kacaunya dengan dunia yang ingin diaturnya.

Kekecewaan itu membuatnya mempertanyakan fondasi yang selama ini ia bela. Jika aturan hanya dijadikan alat untuk dimanipulasi dan melanggengkan ketidakadilan, lalu apa gunanya aturan tersebut? Dalam kegelisahan itu, Higuruma seolah mewakili suara mereka yang lelah pada sistem yang tak lagi berpihak pada kebenaran.

Ledakan emosinya terhadap hukum pun menjadi bentuk protes yang kuat dalam cerita. Sosok yang dulu taat aturan berubah drastis ketika terlibat dalam Culling Game. Ia bertindak tanpa batas, seakan ingin membuktikan bahwa moral dan norma hanyalah konstruksi rapuh. Dari hal sepele seperti berendam sambil tetap mengenakan setelan jasnya, hingga tindakan ekstrem seperti membunuh, semuanya mencerminkan kejatuhan seseorang yang merasa telah dikhianati oleh nilai yang ia junjung tinggi. Hal itulah yang seakan menjadikan Higuruma sebagai ikon ketidakpuiasan masyarakat pada kondisi sekarang.

5. Disuarakan Tomokazu Sugita

Higuruma, penyihir dengan kekuatan hukum (Dok. TOHO animation/Jujutsu Kaisen S3)

Faktor terakhir yang tak kalah penting adalah pengisi suaranya.

Karakter Hiromi Higuruma disuarakan oleh seiyuu ternama Tomokazu Sugita. Nama Sugita sendiri sudah sangat dikenal di industri anime karena kerap memerankan karakter-karakter ikonik, salah satunya Sakata Gintoki dari Gintama.

Ciri khas suara Sugita yang dalam, tenang, dan terdengar dewasa memberi Higuruma aura wibawa sekaligus kelelahan emosional yang pas dengan karakternya. Di sisi lain, intonasi santai dan nuansa humor kering yang sering ia bawakan membuat dialog Higuruma terasa hidup, terutama saat ia melontarkan candaan halus atau komentar sinis.

Bagi penonton anime-only, kombinasi desain karakter yang unik, latar belakang yang kompleks, serta kualitas akting suara dari Sugita membuat Higuruma mudah meninggalkan kesan kuat sejak kemunculan perdananya.

Tak heran jika pada akhirnya Higuruma menjadi salah satu karakter paling disukai. Ia bukan hanya menarik secara konsep dan penulisan, tetapi juga diperkuat oleh performa seiyuu berpengalaman yang mampu menghidupkan sisi rasional, rapuh, dan ironis dalam dirinya secara seimbang.

Itulah alasan-alasan kenapa Higuruma bisa disukai penggemar Jujutsu Kaisen, baik pembaca manga atau penikmat animenya saja.

Bagaimana menurut kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team