Sejarah Hari Komik dan Animasi Nasional Setiap Tanggal 12 Februari

Diresmikan tahun 1998 oleh Dirjen Kebudayaan Depdiknas

Hari komik dan animasi nasional

Kamu tahu gak, kalau tanggal 12 Februari diperingati sebagai Hari Komik dan Animasi Nasional? Mungkin banyak yang belum tahu, namun perayaan yang diresmikan di tahun 1998 ini menjadi momen untuk merayakan perkembangan komik dan animasi nasional.

Penasaran seperti apa sejarah Hari Komik dan Animasi Nasional? Dan kenapa ada diskusi "panas" tentang tanggal 12 Februari di kalangan komikus dan animator?

1. Sejarah komik dan animasi nasional

Komik Put OnBerbagai sumber

Sebelum membahas awal mula Hari Komik dan Animasi Nasional, kita harus mengenal sejarah komik dan animasi di Indonesia. Dari sisi komik, komik Put On dianggap sebagai komik pertama Indonesia yang terbit sejak tahun 1931 di majalah Sin Po. Setelah era kemerdekaan, lahir berbagai judul komik legendaris Indonesia yang terinspirasi dari komik superhero Amerika; sebut saja Sri Asih, Gundala, Godam, dan lain-lain.

Sementara itu, animasi pertama Indonesia yang tercatat adalah Si Doel Memilih yang tayang di tahun 1955. Kemudian di tahun 70-an, studio animasi pertama di Indonesia berdiri dengan nama Anima Indah. Berbagai festival film membuka kesempatan untuk menayangkan karya animasi. Beberapa judul yang tayang di era ini adalah Batu Setahun, Trondolo, serta Timun Mas yang disutradarai Suryadi alias Pak Raden.

Baca Juga: Tidak Hanya Manga, Kamu Bisa Baca Komik Online di 6 Platform Ini!

2. Dimulainya Hari Komik dan Animasi Nasional

Pekan komik dan animasi nasionaltwitter.com/ShaniBudi

Pada tahun 90-an, dunia komik dan animasi nasional sedang kurang bergairah. Indonesia digempur komik dan animasi impor. Komik lokal kalah bersaing, sementara para animator lokal dibawa untuk bekerja di luar negeri. Memperhatikan hal tersebut, diadakanlah acara Pekan Komik dan Animasi Nasional pada tanggal 6-12 Februari 1998 di Galeri Nasional Jakarta. Tujuannya untuk kembali menggairahkan komik dan animasi Indonesia.

Acara yang diprakarsai Dirjen Kebudayaan Depdiknas pada saat itu, Edi Sedyawati, menjadi penanda sebuah momen bersejarah. Edi Sedyawati mengusulkan penentuan sebuah tanggal yang akan dijadikan momen untuk mengapresiasi komik dan animasi nasional. Akhirnya, tanggal 12 Februari diabadikan sebagai Hari Komik dan Animasi Nasional, bertepatan dengan akhir acara Pekan Komik dan Animasi Nasional.

3. Penentuan tanggal menimbulkan pro dan kontra

Battle of Surabayaaryantoyuniawan.com

Meskipun Hari Komik dan Animasi Nasional sudah ditentukan, sayangnya masih belum banyak masyarakat yang menyadari pentingnya tanggal tersebut. Bahkan bagi pelaku komik dan animasi Indonesia, tanggal tersebut didebatkan atas signifikansinya terhadap sejarah komik dan animasi nasional.

Menurut komikus senior Beng Rahadian, ada dua alasan kenapa tanggal 12 Februari kurang tepat untuk memperingati Hari Komik dan Animasi Nasional. Pertama, tanggal 12 Februari tidak memiliki nilai historis yang berhubungan dengan sejarah komik dan animasi Indonesia. Lalu kedua, menurut Beng kurang tepat apabila komik dan animasi nasional dirayakan bersama-sama karena keduanya memiliki sejarah yang berbeda-beda dan berjalan sendiri.

Meski demikian, dengan sekala naik-turunnya, komik dan animasi buatan Indonesia kini telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Komik dan animasi asli Indonesia mulai menjamur di ruang publik, sementara para komikus dan animator lokal mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan, ya? Selamat Hari Komik dan Animasi Nasional!

Baca Juga: Reformer, Manga Debut Alex Irzaqi di Jepang, Telah Rilis!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU