Review Shivers 02: Antologi Horror Seram, Tapi Masih Punya Potensi Untuk Dikembangkan!

Shivers kembali lagi di Shivers 02. Apakah volume ke-2 dari komik terbitan re:ON Comics ini mampu memberikan rasa takut pada para pembacanya? Simak saja ulasannya berikut ini!

Review Shivers 02: Antologi Horror Seram, Tapi Masih Punya Potensi Untuk Dikembangkan!

Shivers kembali lagi di Shivers 02. Apakah volume ke-2 dari komik terbitan re:ON Comics ini mampu memberikan rasa takut pada para pembacanya? Simak saja ulasannya berikut ini!

Dalam event Creators Super Fest kemarin, re:ON Comics kembali memperkenalkan komik-komik baru mereka, mulai dari majalah re: ON #26, TAWUR #2, hingga Shivers 02. Nah, setelah sebelumnya saya me-review TAWUR #2, kini saya akan me-review Shivers 02. Kira-kira seperti apakah komik ke-2 Shivers ini?

[duniaku_baca_juga]

Sebelumnya, bagi kamu yang belum tahu, Shivers adalah serial komik antologi. Komik ini menyajikan kumpulan cerita horor yang berbeda-beda dan tidak saling berhubungan antar judulnya. Jadi, kamu tidak harus membaca volume pertama terlebih dahulu untuk membaca volume ke-2 ini. Selain itu, karena Shivers 02 juga terdiri dari beberapa cerita horor pendek, saya akan me-review buku ini per judul/bab. Berikut ini review Shivers 02:

[page_break no="1" title="Rumah Tengah Hutan"]

Review Shivers 02: Antologi Horror Seram, Tapi Masih Punya Potensi Untuk Dikembangkan!Writer: Fukushi Eigo, Patrick Roon, W. Ritter | Art: Dini Marlina | Score: 3/5

Rumah Tengah Hutan menceritakan seorang pengemudi mobil yang mengalami mogok di tengah hutan. Berusaha mencari bantuan untuk membetulkan mobilnya, dia pun menemukan sebuah rumah tua di dekat sana. Memberanikan diri, dia pun mendatangi rumah tersebut. Sayangnya, dia tidak menyadari bahwa sesuatu yang mengerikan menantinya di sana.

Rumah Tengah Hutan menggunakan trope klise cerita horor di mana mobil sang protagonis tiba-tiba mogok di antah berantah dan dia menemukan sebuah rumah tua misterius. Ceritanya sendiri, seperti yang disebutkan, klise dan tidak begitu spesial—tapi tidak jelek juga. Meski art-nya bisa dibilang bagus dan cukup konsisten, tetapi rasanya kurang cocok untuk genre horor.

[page_break no="2" title="Not Alone"]

review not alone shivers 02 reon comics

Writer: Fukushi Eigo, W. Ritter | Art: Novian Kurnia | Score: 3/5

Menceritakan tentang seorang mahasiswi bernama Aletta yang khawatir dengan banyaknya anak hilang di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Dia bertemu dengan seorang anak kecil laki-laki dan perempuan Fio dan Vanya, dan memutuskan untuk bermain bersama mereka berdua. Keesokan harinya, dia pun mendapati bahwa Vanya telah menghilang!

Not Alone memiliki alur cerita yang hampir sama seperti sebelumnya. Ceritanya menurut saya sendiri kurang begitu horor. Penulis ceritanya sendiri seperti berusaha untuk mengalihkan kecurigaan pembaca pada tokoh tertentu, tetapi sampai pertengahan cerita, alurnya sudah tertebak dengan cukup jelas. Mungkin jika untuk pembaca remaja, ceritanya masih bisa memberikan efek kejut dari plot twist yang disajikan. Tetapi, untuk pembaca dewasa yang terutama sudah sering membaca cerita horor, rasanya plot twist dalam cerita ini tidak terasa sama sekali.

[page_break no="3" title="The Lift Ritual"]

shivers 02 the lift ritual reon comics review

Writer: Kristedy Rinto | Art: Erde | Score: 4,5/5

The Lift Ritual menceritakan tentang tim Youtuber bernama The Sisters yang terdiri dari dua anggota cewek: Melissa dan Tere. The Sisters ini merupakan tim yang menguji permainan-permainan supernatural seperti Jelangkung. Kali ini, mereka ingin menjajal supernatural bernama Lift Ritual yang berasal dari Korea Selatan. Apakah mereka akan menemukan ketegangan dan pengalaman horor yang mereka cari?

Cerita terbaik dalam Shivers 02The Lift Ritual sendiri mungkin terinpirasi dari kisah horor di Reddit. Meskipun begitu, penyajiannya yang rapi dan epik membuat bab ini menjadi judul terbaik di Shivers 02. Alur ceritanya tidak menyediakan plot twist mengejutkan dan terasa linear, tetapi hal tersebut tidak membuat The Lift Ritual kehilangan pesonanya. Ending-nya bisa dibilang sangat cocok untuk sebuah cerita horor.

Mungkin, elemen terkuat dalam cerita ini adalah art. Ya, art-nya sendiri bisa dibilang super: layout yang rapi sehingga membuat pembaca nyaman lengkap dengan wujud makhluk supernatural yang menyeramkan nan keren.

[page_break no="4" title="Uji Nyali"]

uji nyali shivers 02 review

Writer: Fukushi Eigo, Aizawa Aya | Art: Yossy Juwita Sari | Score: 2,5/5

Remaja itu bodoh dan tidak masuk di akal. Mereka bakalan melakukan apapun untuk mencapai tujuan mereka. Ya, itulah yang diceritakan dalam Uji Nyali. Supaya diterima menjadi anggota geng cewek populer di sekolahnya, Kirana akan melakukan apapun—bahkan jika harus mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Judul terlemah dalam Shiver 02. Banyak sekali yang meleset dari judul kali ini, mulai dari art yang kurang konsisten dan menyatu dengan background hingga cerita yang standar. Untuk art sendiri, rasanya lebih cocok jika digunakan untuk sebuah cerita shoujo daripada horor. Secara keseluruhan, Uji Nyali lebih cocok jika ditargetkan untuk pembaca berusia remaja muda alih-alih dewasa.

Eits, review-nya belum selesai, lho! Masih ada cerita lainnya yang cukup menarik dalam Shivers 02! Lanjut ke halaman 2...

[page_break no="5" title="Night Shift"]

night shift reon comics review shivers 02

Writer: Andik Prayogo | Art: Matto Haq | Score: 4/5

Night Shift mengisahkan seorang karyawati yang terkunci di kantornya setelah kerja lembur. Bisakah dia keluar dari kantor tersebut?

Judul terbaik kedua dari seluruh cerita yang ada di Shivers 02! Untuk segi cerita sendiri, bisa dibilang Night Shift merupakan yang terbaik. Hanya saja, ada sedikit plot hole di sini: bagaimana caranya satpam yang berada setidaknya dua lantai di bawah mendengarkan suara si protagonis?

Ceritanya Night Shift secara keseluruhan tidak terlalu seram, tetapi alurnya rapi dan plot twist di bagian akhir cerita ini benar-benar brilliant!

[page_break no="6" title="Not So Silent Night"]

not so silent night shivers 02 review

Writer: Fukushi Eigo, Patrick Roon, W. Ritten | Art: Maghfirare | Score: 3/5

Nadine baru saja tinggal di rumah barunya. Suasana rumahnya itu terlihat sepi dan nyaman. Akan tetapi, suara-suara aneh selalu muncul ketika dia hendak tidur. Suara apakah itu?

Ketika pertama kali melihat art dari Not So Silent Night, saya sudah merasa familiar. Dan benar saja, ternyata judul yang satu ini digambar oleh Maghfirare. Alur dari panel ke panel sendiri sudah cukup bagus, tetapi ceritanya sendiri bisa dibilang biasa. Mungkin, satu-satunya hal yang membuat seram dari cerita ini adalah desain dari makhluk spesial yang muncul di cerita ini—termasuk penempatannya pada panel.

[page_break no="7" title="Special Delivery"]

Special Delivery Shivers 02

Writer: Chris Lie, Gita Juwita | Art: Felix Setiawan | Score: 2,5/5

Special Delivery menceritakan seorang pengantar makanan yang sedang mengantarkan makanan ke sebuah rumah Pak Lubinak dan cucunya, Dudi. Sesampainya di sana, dia merasa ada yang aneh dengan rumah tersebut. Apakah itu?

Judul terlemah dari semua yang ada di komik Shivers 02. Dari segi cerita sendiri sebenarnya menarik dan cukup buat merinding, tetapi art-nya terlalu ramai: penuh dengan garis-garis kasar, shading dan berbagai tone lainnya membuat mata agak susah menikmati Special Delivery. Oh, belum lagi, layout balon udara yang bisa dibilang berantakan membuat saya agak kerepotan mengikuti alur pembicaraan tokoh-tokohnya.

[page_break no="8" title="Another Special Delivery"]

Review Shivers 02: Antologi Horror Seram, Tapi Masih Punya Potensi Untuk Dikembangkan!

Writer: Chris Lie, Gita Juwita | Art: Felix Setiawan | Score: 3/5

Lanjutan dari Special Delivery. Menceritakan tentang seorang perempuan muda yang ingin segera pergi keluar negeri menjadi TKI dengan menjual sepeda motor ke Pak Labinak. Gerak-gerik perempuan ini begitu mencurigakan!

Another Special Delivery bisa dibilang seperti upgrade dari Special Delivery. Jika membandingkan keduanya, cerita yang ini lebih rapi dan kesan seramnya masih ada.

[duniaku_adsense]

Itulah tadi review dari Shivers 02. Apakah kamu sudah membaca komik ini? Judul apakah yang paling kamu sukai dan mengapa? Suarakan pendapatmu di kolom komentar ya...

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU