Kecewa Dengan Garuda Superhero? Tenang, Kita Masih Punya Superhero Lain!

Lebih menjanjikan, lebih bagus...

Kecewa Dengan Garuda Superhero? Tenang, Kita Masih Punya Superhero Lain!

Tidak bisa dipungkiri, Garuda Superhero adalah film superhero layar lebar pertama Indonesia yang... sayang sekali... mengecewakan! Film ini terlalu ambisius, menggunakan 90% CGI yang banyak reviewer dari berbagai planet (website) mengatakan seperti sebuah foto pasang tempel. Belum lagi story yang penuh dengan plothole dan acak-acakan. [Baca Juga: Adegan Yang “Dipinjam” Garuda dari Film Lain]

“Bujet dan dana tidak mencukupi”. “Ini ‘kan baru permulaan, jadi ya wajar...”. “Janganlah dibandingkan dengan CGI Hollywood” dan berbagai macam alasan lain terlontar begitu banyak kritikan yang masuk. [Baca: X-Jo, Sutradara Garuda Superhero: “Jangan Bandingkan Dengan Hollywood!”]

Sebenarnya, tidak ada alasan kenapa suatu film bisa jadi seperti demikian. Produser dan sutradara harusnya tahu kapasitas dari kru film dan juga bagaimana memanfaatkan mereka semua secara maksimal.

Oh, kok malah jadi review gini ya?

Anyway, setelah perilisannya, banyak sekali reaksi pro dan kontra (walaupun lebih banyak kontra-nya) terhadap film ‘karya anak bangsa’ Garuda Superhero (tidak bermaksud sarkasme disini :p ). Film ini harapannya jadi film keren, tapi jatuhnya malah jadi bahan guyonan. [Baca: Sudah Nonton Garuda Superhero? Nih Pendapat Netizen Indonesia!]. Banyak yang kecewa, kenapa yang pertama harus jadi seperti ini?! Kenapa?! (teriak pakai nada sinetron).

Kecewa dengan Garuda Superhero? Tenang, karena ‘anak bangsa’ kita masih memiliki banyak sekali karya yang memiliki potensi tinggi dan cukup menjual. Berikut ini adalah superhero-superhero ‘karya anak bangsa’ yang akan mengobati rasa kecewamu... Langsung ke halaman berikutnya!


[page_break no="1" title="Gundala"]


Gundala

Salah satu superhero paling tua di Indonesia: Gundala. Superhero ini masih terinspirasi dari superhero barat kala itu. Bisa dikatakan, Gundala ini seperti perpaduan The Flash, Captain America, Thor dan... ada yang mau bantu nyebutin?

Superhero gado-gado ini diciptakan tahun 1969 dan begitu terkenal di era-nya. Bahkan, sampai dibuatkan film live-action dengan judul Gundala Putra Petir pada tahun 1981. Gundala kabarnya akan kembali dibuat versi layar lebarnya, lho! Disutradari oleh X.Jo Hanung Brahmantyo, rencananya film ini bakalan tayang tahun 2016 nanti.

Baca Juga: Gundala Akan ditayangkan 2016, Bareng 4 Superhero Marvel dan 2 DC

Belajar dari fail-nya Garuda Superhero, saya punya satu pesan terhadap mas Hanung: jangan terlalu banyak CGI, cari aktor yang mumpuni, dan beratkan film pada story.

Eh, itu tadi tiga pesan ya?

Ah, lupakan. Lanjut ke halaman berikutnya....


[page_break no="2" title="Volt"]


Kecewa Dengan Garuda Superhero? Tenang, Kita Masih Punya Superhero Lain!

Volt menceritakan tentang superhero bernama Volt yang tercipta melalui imajinasi dari seorang anak berusia 13 tahun bernama Ruben yang tanpa sengaja menemukan sebuah ‘kekuatan putih’ nan misterius yang telah tersembunyi beratus-ratus tahun lalu. Kekuatan Volt, seperti namanya, adalah mengendalikan listrik dan petir. Selain itu dia juga bisa terbang.

Sepak terjang Volt ini bisa kita lihat dalam bentuk komik. Selain sering bertemu dengan supervillain, monster dan penjahat-penjahat kecil lainnya, Volt juga pernah ketemu Ahok dan Jokowi lho! [Baca: Pak Jokowi dan Pak Ahok Muncul di Komik Volt!]

Kabarnya, Volt ini juga akan diadaptasi dalam bentuk live action!

Selain Volt, kita juga punya superhero cewek...


[page_break no="3" title="Valentine"]


valentine

Valentine! Berbeda dengan Gundala maupun Volt, Valentine tidak memiliki kekuatan super. Valentine ini juga memiliki sebuah kisah origin yang anti-mainstream. Awalnya, ada seorang sutradara bernama Bono yang ingin membuat dummy film superhero wanita bernama Valentine yang nantinya direkam secara candid. Dibantu makeup artis dan wardrobe sekaligus temannya, Wawan, mereka berdua secara tidak sengaja bertemu dengan Srimaya –seorang cewek jago berkelahi yang ingin sekali menjadi seorang artis.

Awalnya mereka mulai dengan melumpuhkan perampok-perampok mini market, hingga akhirnya secara tidak sengaja menggagalkan perampokan profesional terhadap suatu bank. Nama Valentine semakin melambung, tetapi sama seperti tipikal superhero kebanyakan, nama besar berarti bahaya yang juga semakin besar.

Valentine ini rencananya akan dibuat dalam bentuk film layar lebar dengan produser Sarjono Sutrisno dan Aswin MC Sinegar, serta disutradari oleh Agus Pestol.


[page_break no="4" title="Jtoku Indonesia"]


jtoku-studio

Jtoku Indonesia adalah sebuah komunitas yang berasal dari Jogja. Jtoku sendiri adalah singkatan dari Jogjakarta Tokusatsu. Mengambil tema tokusatsu, Jtoku fokus dalam membuat film ala tokusatsu, special effect, dan berbagai macam kostum. Tokoh-tokoh yang sudah mereka ciptakan juga banyak, mulai dari Gatotkaca, Pocong Man, hingga Pemuda Wajan.

Gatotkaca

[youtube_embed id="QnFytPcZ2gM"]

Pocong Man

[youtube_embed id="17RDCb_bNCc"]

Pemuda Wajan

[youtube_embed id="ixkgFkBivxg"]

Ok, mungkin dua nama terakhir terdengar aneh. But, hey, it is original dan khas Indonesia banget! Panci dan Pocong!! Dialog masih rada kaku, begitu pula akting, tetapi untuk efek... yah, paling tidak lebih baik daripada Garuda Superhero lah... (sedikit) Terlebih lagi, kru Jtoku membuat semuanya tanpa bujet sebesar film yang ditayangkan dibioskop tersebut. Dan yang terpenting, webseries ini... bisa dilihat secara gratis! Hehe...

Lanjut...

[page_break no="5" title="Sphere Trinity"]


sphere

Jika Jtoku berasal dari Jogja, maka Sphere Trinity milik Origin Picture ini berasal dari Surabaya. Dan sama seperti Jtoku, mereka juga mengangkat tema tokusatsu. Sphere Trinity merupakan seri Sphere yang sebenarnya sudah lama ada, mulai tahun 2004.

Sebenarnya, Sphere Trinity adalah seri ke-3 dari Sphere. Generasi pertama berjudul Sphere dan dibuat film pada tahun 2004 (dan pernah masuk Global TV). Generasi kedua diberi judul Sphere Unleashed dan dibuat pada tahun 2005. Sphere Unleashed ini merupakan re-design dari karakter utama.

Film ketiga diberi judul Spheres Special Lovely Heart, dan dilanjutkan pada tahun 2007 dengan judul Spheres Leashed 2007. Proyek ini sendiri sempat terhenti lama hingga akhirnya 2012 lalu Origin film merilis generasi ke-3 Sphere dalam bentuk webseries.

Episode 1

[youtube_embed id="N40Sh9leXIg"]

Episode 2

[youtube_embed id="o7r-ey9CdZ4"]

Episode 3

[youtube_embed id="l3fRTR3C7wY"]

Episode 4

[youtube_embed id="zwCojPx2-5Q"]

Kalau boleh jujur, menurut saya, kualitas Sphere Trinity ini jauh lebih baik dan pembuatannya kelihatan lebih niat ketimbang film Garuda Superhero!

Selengkapnya Tentang Sphere Trinity, Baca: Jelajahi Dunia Tokusatsu Indonesia, Sphere Trinity!!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU