Indonesian Marvel Community, Menuju Fans Ofisial Marvel

Sebagai salah satu pengisi stan di acara CHOCO Days (Cosplay, Hobby, and Comic Days), Indonesian Marvel Community bercerita banyak mengenai Marvel dan komik. Apa sajakah cerita-cerita menariknya?

Indonesian Marvel Community, Menuju Fans Ofisial Marvel Okkie Gunawan[/caption]

Seiring maraknya berbagai macam movie yang digarap dari Marvel, penggemar para superheroes  juga semakin menjamur di berbagai pelosok Indonesia. Namun, konsistensi Indonesia Marvel Community atau biasa disingkat IMC sudah sejak lama berada di tengah-tengah kita.

Koordinator IMC wilayah Surabaya, Okkie, merupakan salah satu penggemar dan kolektor Marvel, terutama komik-komik mereka. Dengan membawa puluhan komik yang ternyata hanya sebagian dari koleksi komiknya di rumah, ia bercerita banyak mengenai IMC dan Marvel di Indonesia.

Duniaku.net berbicara langsung dengan Okkie di stan IMC pada acara Choco Days kemarin Minggu(11/4) seputar berbagai hal mengenai Marvel. Interview kami dengan sedikit perubahan untuk menyesuaikan kejelasannya bisa dinikmati di bawah ini.

Duniaku : Boleh bercerita sedikit seputar Indonesian Marvel Community ?

Okkie : Sebenarnya saya juga bukan orang lama disini, baru sekitar pertengahan tahun lalu. Cuma saya ditunjuk sebagai koordinator IMC wilayah Surabaya. Saya bergabung dahulu dengan sebuah grup bernama Indonesia-US Comic Collector. Dari situ saya seringkali berbagi gambar berbagai superheroes, dan karena salah satu yang paling aktif, akhir saya dilirik masuk sebagai Koordinator IMC.

IMC sendiri memiliki berbagai macam kegiatan. Sebelumnya kami telah melakukan kegiatan nonton bareng Avenger. Membuka stan di Choco Days merupakan pameran pertama kami. Hampir tiap bulan kita lakukan gathering, meskipun seringkali membernya terhalang kegiatan lain, tapi kami usahakan untuk gathering terung. Biasanya dalam gathering kita membahas salah satu karakter Marvel. Mengenai armor-nya, asal-usul karakter tersebut, dan sebagainya.

Kita juga sempat pernah mengirim surat ke Marvel. Dan mendapat balasan dari mereka. Perlu diketahui bahwa kita tidak mengambil keuntungan dari kegiatan kami. Karena merupakan syarat dari Marvel  sendiri, bahkan hanya menjual pakaian yang berlambangkan salah satu karya mereka saja, tidak diperbolehkan. Mereka sangat ketat mengenai urusan hak cipta.

Mengenai penulis cerita Marvel yang paling bagus menurut saya adalah Bryan Michael Bendis. Hampir semua komik Marvel menggunakan tulisannya. Perlu diketahui, peredaran Marvel di Indonesia ada dalam dua media, toys dan comic. 80 persennya masih berupa mainan, sisanya dikuasai oleh komik. Seperti yang saya bawa sekarang ini, hanya sebagian kecil dari koleksi komik saya.

Duniaku : Bagaimana mengenai kepopuleran komik Marvel dibandingkan Manga Jepang ?

Okkie : Komik Marvel sendiri di Indonesia dari segi jumlah peredarannya yang masih jarang, harganya yang mahal, terutama lisensi komiknya, ongkos kirim juga termasuk. Bandingkan dengan Manga, yang jumlahnya sangat banyak dan mudah didapat, harganya juga jauh lebih murah. Dan satu lagi yakni mengenai target umur pembaca.

Kita tahu, manga yang beredar sekarang memiliki berbagai target umur. Ada yang khusus untuk anak-anak, remaja, bahkan ada untuk 18 tahun keatas. Bandingkan dengan Komik Marvel yang tidak ada batasan umur. Komik Marvel ini dianggap memiliki target anak-anak oleh para penerbit di Indonesia. Padahal isi ceritanya dibawa sesadis mungkin oleh Marvel. Bayangkan aja Hulk di komik itu memakan manusia, berbeda dengan yang ada di film. Mungkin karena hal seperti ini juga penerbit di Indonesia jarang mengeluarkan komik Marvel. Dulu pernah ada yang cukup bagus, yakni Batman House, Ultimate Spiderman hanya hingga 9 volume, dan kalau tidak salah Ultimate X-Man hingga 10 volume saja.

Sebenarnya cerita di komik-komik Marvel bisa juga dinikmati bagi kalangan yang berumur, tidak hanya anak-anak. Namun, tetap saja jarang peredarannya di Indonesia. Kebanyakan hanya toys saja.

Duniaku : Saya pernah dengar, ada karya-karya komik US yang dibuat oleh orang Indonesia. Apakah demikian?

Okkie : Ada. Ardiansyaf di DC berperan dalam pembuatan Batgirl. Atmirawijaya dari Malang lebih ke komik non mainstream. Lalu ada Daniel Indro yang membuat komik Sherlock Holmes. Tobing Pipin dengan Komik Supergods-nya. Talenta mereka sangat dihargai oleh para penerbit di Amerika Serikat.

Indonesian Marvel Community, Menuju Fans Ofisial Marvel

Duniaku : Hal-hal apa saja yang membua para Superheroes ini masih terus terkenal sejak dulu? Saya rasa dari dulu mereka tetap seperti itu.

Okkie : Jangan salah. Para penulis cerita di Marvel selalu berganti tiap season. Tentu saja dengan gaya cerita yang berbeda sehingga para pembaca terus dimanjakan dengan hal-hal baru. Bahkan demi para fanatiknya, karakter yang pernah tewas di cerita-cerita sebelumnya, bisa saja dihidupkan kembali kalau ada permintaan dari fans. Analisa dan detil-detil cerita dari Marvel itu sangat kuat pula. Tidak seperti DC. Ini yang membuat Marvel dijuluki House of Idea.

Duniaku : Bagaimana dengan target dari IMC ?

Okkie : Untuk mengembangkan IMC sebagai komunitas ofisial dari Marvel. Banyak sekali keuntungan yang didapat bila berhasil, selain dari pengakuan dari Marvel. Kami bisa lebih tahu banyak mengenai info-info terbaru seputar Marvel.

Duniaku : Terakhir, apakah ada pesan bagi para pembaca Duniaku.net?

Okkie : Setiap media untuk berbeda. Kita boleh menonton film maupun bermain game dari Marvel. Tapi sebenarnya keduanya itu sangat berbeda dengan komiknya. Keduanya memiliki cerita yang banyak dipotong. Untuk menikmati cerita yang lebih detil, bisa anda nikmati di komiknya.

Sepertinya dengan semakin maraknya film-film dari Marvel, semakin banyak penggemarnya. Bagaimana dengan mencoba sebuah pengalaman baru dengan membeli komiknya?

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU