Review Age of Ultron: Memang Sekeren Hype-nya!

Apa film ini memang sebagus hype-nya? Silakan baca review Age of Ultron ini untuk jawabannya!

Akhirnya saat yang dinanti-nanti telah tiba. Avengers Age of Ultron sudah tayang di bioskop-bioskop Indonesia! Apakah filmnya memuaskan? Penulis akan menjabarkan pendapatnya satu persatu dalam review Age of Ultron ini!


[page_break no="1" title="Tingkat Kekerasan di Age of Ultron Lebih Tinggi Dari Avengers Pertama"]


Review Age of Ultron

[read_more link="http://www.duniaku.net/2015/04/13/marvel-tampilkan-video-promosi-avengers-age-of-ultron-baru-hulkbuster-menghajar-hulk-di-mtv-movie-award-2015/" title="Marvel Tampilkan Video Promosi Avengers: Age of Ultron Baru, Hulkbuster Menghajar Hulk di MTV Movie Award 2015!"]

Tingkat kekerasan yang tersaji di film ini memang mengejutkan, hingga saat menuliskan review Age of Ultron ini, inilah bagian pertama yang terpikir untuk dibahas. Oh, bukan, ini bukan berarti level kekerasannya setingkat dengan [outbound_link text="Daredevil" link="http://marvelcinematicuniverse.wikia.com/wiki/Daredevil_%28TV_series%29]. Kekerasan film ini masih tergolong PG-13 kok, sebanding [outbound_link text="Winter Soldier" link="http://marvelcinematicuniverse.wikia.com/wiki/Captain_America%3A_The_Winter_Soldier"]. Tapi kamu akan melihat darah,  korban-korban pertempuran, karakter terbunuh... bahkan adegan mutilasi. Prosesnya memang tidak diperlihatkan detil, dan tumpahan darahnya nyaris tidak ada. Kejadiannya juga hanya terjadi di satu adegan saja. Tapi efeknya tetap dapat terlihat.


[page_break no="2" title="Nuansanya Keseluruhan Lebih Kelam Daripada Avengers Pertama"]


Avengers-Age-of-Ultron-Trailer-1-Shield-Thor-Body

Poin kedua dalam review Age of Ultron ini berhubungan dengan poin pertama. Seperti terlihat di deretan trailer, nuansa Avengers: Age of Ultron memang lebih kelam daripada Avengers pertama. Selain peningkatan kekerasan, sebab lainnya adalah konflik internal antar karakternya. Di sini, beberapa karakter [outbound_link text="Avengers" link="http://marvelcinematicuniverse.wikia.com/wiki/Avengers"] dihadapkan dengan masa lalu mereka serta rasa takut terbesar mereka. Konflik ini pun sempat cukup memanas hingga kamu sebagai penonton mungkin akan mengira Civil War terjadi lebih awal.

Tapi jangan kira nuansa kelam ini akan membuat Avengers - Age of Ultron miskin humor. Seperti yang bisa kamu temui di  Daredevil, Marvel masih memasukkan humor ke film-film mereka yang paling kelam sekalipun. Jadi, kamu yang takut akan dibuat depresi atau bosan karena nuansa kelewat gelap, jangan khawatir.


[page_break no="3" title="Karakter-Karakternya Disajikan Dengan Sangat Baik"]


Avengers-Age-of-Ultron

Poin ketiga review Age of Ultron ini adalah karakter. Sangat sulit untuk menyajikan banyak karakter dalam satu film. Ini sudah terbukti berkali-kali dalam film superhero, lihat saja Spider-Man 3 yang hancur karena terlalu banyak memasukkan karakter. Nah, di Avengers - Age of Ultron, Josh Whedon membuktikan dia memang piawai  menangani persoalan ini. Semua anggota Avengers diberi waktu bersinar.  Malah banyak yang diberi momen pendalaman karakter! Kamu akan melihat pendalaman Tony Stark, Captain America, Hulk, Black Widow, Hawkeye. Anggota-anggota baru Avengers pun dijelaskan motivasinya. Di antara karakter lama, hanya Thor yang pendalamannya tak terasa.

[read_more link="http://www.duniaku.net/2015/04/06/wizkids-starter-heroclix-age-of-ultron/" title="Wizkids Merilis Starter Heroclix Age of Ultron"]

Sayangnya... Ultron justru tidak mendapat pendalaman sekelas para hero. Dia jelas bukan lawan yang mudah bagi Avengers. Dia juga punya sifat dan karakteristik, jadi dia bukan sekedar seperti robot tanpa emosi. Tapi pada akhirnya, dia belum mencapai taraf villain yang benar-benar disajikan luar biasa. Bagi penulis, dia masih di bawah Loki dan Kingpin di daftar villain MCU.


[page_break no="4" title="Ada Segudang Momen Keren Yang Bisa Membuatmu Terpukau!"]


Trailer Terbaru Avengers Age of Ultron hulk

Poin keempat review Age of Ultron ini, penulis akan membahas alasan utama kamu menonton film ini. Mayoritas dari kamu pasti tidak sabar menyaksikan momen keren dari para Avengers bukan? Oh jangan khawatir, itu sih banyak. Inilah bagian yang paling mewakili hype dari film ini. Film ini memiliki segudang momen super keren yang menjadikan film ini sebagai tontonan yang mengasyikkan, juga sebuah event yang sangat memorable. Kalau kamu datang untuk menyaksikan yang seperti itu, pasti kamu akan merasa dimanjakan. Apa lagi karena poin positif yang disebutkan sebelumnya. Penulis akan dengan senang hati menuliskan satu persatu, tapi artikel ini adalah review Age of Ultron, bukan penjabaran detil penuh spoiler, jadi sebaiknya jangan dulu.

Beruntunglah kamu yang selama ini menghindari teaser, trailer, dan TV spot Age of Ultron. Ada sejumlah momen yang sudah terlebih dahulu ditampilkan di sana, sehingga waktu penulis menyaksikannya, impact-nya tidak sekuat seharusnya. Kalau kamu sukses menghindari semua materi promo, maka kamu benar-benar akan dimanjakan oleh aksi-aksi yang ditayangkan di film ini!


[page_break no="5" title="Efek Negatif Dari Shared Universe..."]


Review Avengers - Age of Ultron

Poin kelima review Age of Ultron ini akan membahas salah satu kelemahan filmnya. Seperti sudah diduga, sepanjang film ini ada banyak benih plot yang ditebar untuk Captain America: Civil War dan Avengers: Infinity War. Momen ini disebar dengan baik, dan tak terlalu mengganggu jalannya film sendiri. Film ini pun memiliki klimaks yang konklusif. Tapi penanaman benih plot ini justru bisa membuat Avengers: Age of Ultron terasa sebagai jembatan saja untuk Captain America: Civil War dan Avengers: Infinity War. Setidak-tidaknya sih, bagi penulis, ini tidak separah saat Iron Man 2 ditempatkan sebagai jembatan menuju Avengers.


[page_break no="6" title="Kesimpulan Akhir Review Avengers - Age of Ultron"]


Trailer Terbaru Avengers Age of Ultron avengers

Jadi, bagaimana kesimpulan review Age of Ultron ini? Saat penulis masuk ke bioskop, penulis berharap untuk menyaksikan film aksi penuh adegan memukau dari para superhero terbesar Marvel. Saat keluar dari bioskop, penulis mendapatkan semua yang diharapkan, plus pendalaman karakter yang tersaji dengan bagus. Jadi, ya, meski ada beberapa kelemahan,  film ini memang sesuai dengan hype-nya.

[read_more link="http://www.duniaku.net/2015/04/11/lima-bocoran-penting-tentang-age-of-ultron/" title="Lima Bocoran Penting Tentang Age of Ultron"]

Tapi, film ini tak akan mengubah pendapat orang-orang yang tidak sesuai dengan formula Marvel Cinematic Universe. Untuk yang telanjur benci formula MCU, saya merekomendasikan untuk menyaksikan tayangan alternatif, seperti Daredevil di Netflix.

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU