Review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 - Nostalgia Bersama Grup Lawak Legendaris

Penasaran seperti apa kocaknya Vino G. Bastian, Tora Sudiro dan Abimana Aryasatya berperan sebagai anggota CHIPS? maka simak review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 di sini.

Review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 - Nostalgia Bersama Grup Lawak LegendarisSiapa yang tak kenal grup lawak legendaris Warkop DKI. Digawangi Dono, Kasino dan Indro, trio ini sukses mencuri perhatian pada awal kemunculannya lewat humor-humor segar dan penuh nuansa pesan sosial. Tak hanya di atas panggung, popularitas Warkop DKI juga menjalar ke layar lebar. Bahkan film-film Warkop DKI masih sering kita jumpai ditayangkan oleh televisi lokal hingga sekarang.

Melihat bagaimana Warkop DKI begitu melekat di hati masyarakat Indonesia sampai saat ini, rumah produksi Falcon Picture pun dengan berani mengangkat kembali karakter Dono, Kasino dan Indro versi modern ke layar lebar lewat judul Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Hal ini sekaligus membawa kita bernostalgia dengan konyolnya aksi trio Warkop DKI itu. Kamu penasaran seperti apa film yang digarap oleh Anggi Umbara tersebut? maka simak review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 di sini.

Sinopsis

Mengambil jalan cerita film Warkop lama berjudul CHIPS (Cara Hebat Ikut-ikutan Penanggulangan Sosial) namun lewat adaptasi yang lebih baru dan modern. Sebagai petugas lembaga swasta yang cukup disegani oleh masyarakat, Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G. Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) malah lebih banyak membuat kekacauan dan tertimpa kesialaan selama menjalankan tugasnya hingga membuat bos CHIPS (Ence Bagus) marah besar.

Review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 - Nostalgia Bersama Grup Lawak LegendarisUntuk menebus kesalahan itu, bos CHIPS menugaskan Dono, Kasino dan Indro membasmi begal yang sangat meresahkan masyarakat saat itu. Dibantu anggota CHIPS cantik asal Prancis, Sophie (Hanna Al Rasyid), dimulailah perburuan begal oleh CHIPS. Mampukah mereka menjalankan tugas berat tersebut? atau malah berbagai macam masalah akan timbul karena ulah Dono, Kasino dan Indro?

Banyak yang dipaksakan

Dalam beberapa kesempatan, Indro selaku satu-satunya personil yang masih tersisa menyatkan jika film Warkop DKI Reborn memiliki konsep melestarikan bukan menggantikan. Tak aneh banyak adegan di film ini mengambil unsur-unsur memorable yang ada di film-film Warkop terdahulu. Tapi celakanya, hal tersebut malah terlihat seperti sesuatu yang dipaksakan. Misalnya adegan nyanyian kode ala Kasino di Bandara Malaysia sampai kutipan-kutipan legendaris khas Warkop seperti Dasar monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, Kirik!!”.

Indro asli pun turut hadir dalam film ini dan berperan sebagai Indro di masa depan. Ia bertugas memberikan petuah-petuah kepada Indro muda. Namun lagi-lagi, kehadiran Indro di sini sangat terlihat dipaksakan. Bahkan kemunculannya lewat kostum-kostum aneh ala Katty Pary dan Minions malah tidak membawa esensi apapun dalam cerita.

Behind the Scene Lebih Lucu

Mungkin ini menjadi sebuah ironi, dimana joke-joke yang ada dalam cerita berudasi 1,5 jam itu justru kalah lucu dibandingkan adegan bloopers behind the scene yang hadir di akhir film. Bagaimana kocaknya Tora Sudiro salah dialog, copotnya gigi palus Abimana Aryasatya sampai tingkah Vino G. Bastian merosotin celana orang, mampu membuat seluruh penonton di bioskop tertawa terpingkal-pingkal. Hal yang tak bisa penulis temui sepanjang film ini.

[read_more id="255802"]

Untuk urusan akting sendiri, mungkin Vino G. Bastian lah yang benar-benar bisa membawakan perannya sebagai Kasino. Celutukan-celutkan khas Kasino mampu Vino jiplak secara sempurna. Apresiasi tinggi juga perlu disemangatkan pada Abimana Aryasatya yang secara fisik bisa mirip dengan Dono. Mungkin Tora Sudiro yang paling beda, karena di sini Tora Sudiro benar-benar berakting seperti, yap Tora Sudiro seperti biasanya, yang santai dan sedikit selengean.

Kesimpulan

Kesimpulan dari review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 adalah film yang akan membawamu nostalgia dengan celutukan-celutkan khas Warkop. Sayangnya beberapa joke tersebut malah terkesan dipaksan dan harus ada di dalam cerita. Bukan film komedi yang buruk dan bukan juga film komedi yang bagus. Mungkin kita juga harus menunggu kelanjutan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2.

Nah setelah membaca review Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 tadi, bagaimana pendapatmu? share pendapatmu tentang film ini di kolom komentar ya!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU