Masih Ingat dengan 5 Acara Khas Ramadan Tahun 90-an Ini? Pasti Bikin Kangen!

Mana acara Ramadan jadul favoritmu?

Masih Ingat dengan 5 Acara Khas Ramadan Tahun 90-an Ini? Pasti Bikin Kangen!

Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Selain akan disibukkan oleh berbagai ibadah seperti puasa dan tarawih, kita juga bakal ditawarkan banyak acara khas Ramadan yang menarik.

Bagi kamu yang lahir di era 90-an, pastinya cukup bahagia mengingat banyaknya acara khas Ramadan yang berkualitas. Nah untuk sedikit mengenang masa lalu, yuk kita bernostalgia lewat deretan acara khas Ramadan tahun 90-an berikut ini.

[duniaku_baca_juga]

[page_break no="1" title="Lorong Waktu"]

Lorong Waktu adalah salah satu acara khas Ramadan yang paling ditunggu-tunggu. Tayang pertama kali di stasiun SCTV pada tahun 1999, Lorong Waktu menuai banyak kesuksesan hingga pada akhirnya dibuat serialnya pada setiap bulan suci Ramadan.

Disutradarai oleh Dedy Mizwar, Lorong Waktu mengisahkan petualangan Zidan bersama Pak Haji Husin menggunakan mesin waktu yang mampu membawa mereka berdua ke mana pun. Lewat mesin waktu ini, Zidan bisa belajar bagaimana hukum Islam diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sinetron religi ini bertahan selama 6 tahun dan menjadi salah satu acara unggulan SCTV yang masih dikenang hingga sekarang.

[duniaku_adsense]

[page_break no="2" title="Asep Show"]

Masih Ingat dengan 5 Acara Khas Ramadan Tahun 90-an Ini? Pasti Bikin Kangen!

Asep Show merupakan acara ngabuburit atau menunggu waktu adzan maghrib favorit pada tahun 90-an. Mungkin kamu juga salah satu orang yang menanti-nantikan aksi si Cepot bersama dalang legendaris Asep Sunarya.

Acara khas Ramadan ini tayang di TPI dengan mengedepankan kisah sehari-hari orang Indonesia dengan balutan komedi. Dan tentu saja selain sukses bikin penonton ketawa, acara Asep Show juga tak ketinggalan menyisipka pesan moral untuk menjadi bahan renuangan.

[page_break no="3" title="Doa Membawa Berkah"]

Dibintangi dua artis paling terkenal di era 90-an, yaitu Anjasmara dan Tamara Bleszynsky, membuat sinetron religi Doa Membawa Berkah banyak menarik minat penonton.

Sebagai tokoh utama, Anjasmara dan Tamara punya sifat yang sangat bertolak belakang. Tamara adalah gadis yang cuek, sedangkan Anjasmara digambarkan lebih kalem, islami, dan penuh dengan kebaikan. Konflik keluagra antara Tamara dan Anjasmara menjadi konflik utama dari sinetron religi yang dirilis di akhir tahun 90-an ini.

[page_break no="4" title="Sahur Kita"]

Masih Ingat dengan 5 Acara Khas Ramadan Tahun 90-an Ini? Pasti Bikin Kangen!

Sahur Kita? Nyam nyam nyam! Tagline tersebut mungkin sering kamu dengar ketika sedang santap sahur pada tahun 90-an. Acara sahur yang dipandu oleh Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti membuat suasana sahur jadi meriah. Bahkan bisa dibilang acara khas Ramadan ini menjadi pelopor dari acara sahur komedi yang sebelumnya didominasi oleh siraman rohani.

Lewat konsep radio variety, acara Sahur Kita banyak menawarkan segmen unik seperti live interactive di dalam studio, salam sahur untuk mencari jodoh, pilihan lagu, pantun, kuis, dan bincang-bincang seputar agama bersama ulama kondang.

[page_break no="5" title="Doaku Harapanku"]

Doaku Harapanku adalah acara khas Ramadan pertama yang mampu mencuri perhatian penonton Indonesia. Pertama kali tayang pada tahun 1998, acara ini turut memancing stasiun televisi swasta lain membuat acara serupa.

Dan perlu diingat, lewat sinetron religi ini, akhirnya kita bisa mengenal Krisdayanti yang kala itu belum sesukses sekarang. Selain KD, nama-nama lain yang turut membintangi sinetron Doaku Harapanku yaitu Dicky Wahyudi dan Leli Sagita.

[read_more id="306797"]

Nah mana acara khas Ramadan tahun 90-an yang jadi favoritmu?

Diedit oleh Arya W. Wibowo

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU