Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih "Lebih" Dibanding KPK

Dilihat dari ukurannya saja jelas Buaya "lebih" besar dan "lebih" buas dari Cicak!

Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Ribut ribut antara aparat biasanya engga bakal masuk Duniaku. Tapi kali ini kami melihat ada sisi lain yang dilewatkan oleh banyak orang-mungkin termasuk kamu. Salah satunya adalah fakta bahwa Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia), atau institusi kepolisian merupakan kelaziman di semua negara berdaulat. Di sisi lain KPK bukanlah institusi yang lazim, Dari 180 an negara di dunia, hanya sekitar belasan saja yang memiliki lembaga ad-hoc seperti KPK.

Salah satu alasan kenapa tidak banyak lembaga anti-rasuh dibentuk adalah munculnya peran tumpang tindih pada proses penegakan hukum khususnya korupsi. Biasanya pembentukan lembaga ini malah meningkatkan kompleksitas dan berujung pada gesekan yang acapkali terjadi.

Nah, cukup sampai disini serius seriusannya. Kali ini Duniaku pengen kasih tau beberapa alasan kenapa polisi masih perlu didukung untuk melakukan tugasnya.


[page_break no="" title="Polisi Punya Jendral Hoegeng"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Dalam sejarahnya, polisi pernah memiliki beberapa tokoh yang monumental. Salah satunya adalah Hoegeng Iman Santoso atau cukup disebut Jendral Hoegeng. Beliau adalah Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia yang menjabat pada tahun 68-71.

Hoegeng sangat terkenal dengan kesederhanaan dan integritasnya, bahkan banyak sekali kisah tentang beliau tentang integritas. Salah satu yang paling berkesan adalah beliau melarang istrinya membuka toko bunga karena khawatir instansi yang dipimpinnya akan membeli bunga dari sana.

Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Tidak seperti lazimnya pejabat yang minimal terjebak dengan pengaruh dari harta-tahta-wanita, Jendral Hoegeng ini sama sekali tidak mempan disuap dengan semua pengaruh tersebut. Karir beliau diakhiri Presiden Soeharto yang kurang cocok dengan gaya kepemimpinan Hoegeng.

Tentunya, selain beliau masih banyak lagi polisi yang memiliki integritas di negeri ini, apalagi dengan semakin transparan dan akuntabelnya pengelolaan lembaga ini.


[page_break no="" title="Polisi Memang Kurang Anggaran"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Walaupun sudah merupakan rahasia umum bahwa kepolisian memiliki anggaran terbatas, mungkin tidak banyak yang tahu detailnya. Riset cukup mendasar yang mencari hubungan antara terbatasnya anggaran dan perilaku suap menyebutkan bahwa anggaran untuk mobil patroli per hari kurang dari 30.000 rupiah.

Dengan terbatasnya anggaran dan masih ada kewajiban patroli, maka bisa ditebak akhirnya oknum polisi akhirnya memanfaatkan kekuaasaan untuk "menindak" pengguna jalan yang melanggar peraturan.

Baca Juga : 18 Hal Yang Sering Kamu Temukan di Jalan Raya

Memang sih, kenaikan anggaran dan kesejahteraan tidak serta merta menghilangkan perilaku koruptif, tapi beberapa studi menyatakan bahwa ada korelasi positif antara peningkatan kesejahteraan dengan berkurangnya korupsi-terutama untuk aparat di negara berkembang.

Apalagi dengan perbandingan remunerasi yang agak jomplang antara anggota kepolisian dibandingkan dengan KPK, maka tidak aneh kalau ada gesekan antara kedua institusi ini.

Lanjut ke halaman 2...


[page_break no="" title="Polisi Menangani Lebih Banyak Kasus"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Dalam setahun kepolisian menangani kurang lebih 400.000 kasus, artinya dibanding dengan jumlah penyidik yang berjumlah sekitar beberapa belas ribu orang, satu reserse bisa menangani sekitar dari 35 kasus dalam setahun nya.

Di sisi lain, KPK dengan penyidik sekitar 60 orang menangani sekitar 58 kasus tahun 2014 kemarin. Hal ini menjadikan rasio penanganan menjadi sekitar 1 kasus per penyidik per tahun.

Memang sih, kasus yang ditangani polisi bermacam-macam, mulai dari yang besar seperti korupsi sampai yang remeh temeh seperti mencuri kotak amal untuk main game, tapi rasanya kamu bisa bayangkan betapa beratnya tugas reserse kepolisian.


[page_break no="" title="Banyak Polisi Cantik"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Beberapa tahun belakangan ini, kepolisian getol untuk menunjukkan citra bersahabat. Salah satu caranya adalah dengan merekrut anggota kepolisian yang cantik cantik.

Polisi ini kemudian ditugaskan menjadi wajah kepolisian dan banyak acara seperti National Traffic Management Center (NMTC).  Bahkan polisi wanita (polwan) tersebut kini mendapatkan "julukan" baru sebagai polisi cantik. Namun polisi wanita Indonesia memang identik dengan paras cantik dan menawan. Dari 500 siswa [outbound_link text="polwan pada tahun 2013" link="http://www.tempo.co/read/news/2013/09/02/173509346/Benarkah-Jadi-Polwan-Kudu-Cantik"] lalu saja mayoritas wajah mereka mendekati bintang sinetron atau model majalah remaja. Bahkan pemilihan polisi berparas cantik itu sudah dimulai sejak pendaftaran.

Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Dengan penampilan fisik yang bak model majalah atau bintang sinetron, polwan sekaligus bisa mendukung mendinginkan suasana demontrasi yang kerap terjadi di beberapa kota di Indonesia. Menempatkan para polisi cantik tersebut di garis depan, terbukti membuat suasana pendemo yang mayoritas pria menjadi lebih tenang. Bukan karena sekadar terpana dengan kecantikan para polwan tersebut, namun para polwan yang tidak dibekali senjata, dengan hanya modal senyum serta kemampuan [outbound_link text="negosiasi dan mengelola emosi" link="http://www.beritasatu.com/megapolitan/39181-polwan-dibekali-ilmu-tolak-dirayu-hadapi-pendemo.html"], terbukti sudah cukup mendinginkan suasana yang mungkin mulai memanas.

Baca: Habis Eka Terbitlah Dara-Dara Cantik Berseragam Lainnya

Lanjut ke halaman 3...


[page_break no="" title="Banyak Kode Keren"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Sebagai suatu kesatuan dengan ratusan anggota yang butuh saling koordinasi ketika beroperasi di lapangan, polisi tentu sudah menyiapkan kode untuk membantu mereka berkomunikasi dengan sesama anggota untuk mempersingkat waktu, sekaligus juga tidak mudah diketahui oleh publik awam. Namun yang mungkin paling sering kalian dengar hanya kode "86" saja, meskipun artinya pun belum tentu kalian ketahui. Apalagi kalian yang sering nonton acara BUSER, istilah “86”, “halong irian” dsb. sering diucapkan para anggota polisi yang terlibat.

Dan bagi kalian yang penasaran, berikut arti kode/sandi-sandi itu, berikut kami berikan sebagian kamusnya. Berikut ini hanya sandi yang lazim digunakan oleh Polri, namun untuk “kasta” tertentu (Reserse-Intel-Densus) punya sandi yang masih rahasia.

SANDI ANGKA

* 1-1 : Hubungi per telepon

* 1-4 : Ingin bicara di udara (langsung)

* 3-3 : Penerimaan sangat jelek/orang gila

* 3-3L : Kecelakaan korban luka

* 3-3M : Kecelakaan korban material

* 3-3K : Kecelakaan korban meninggal

* 3-3KA : Kecelakaan kereta api

* 3-4-K : Kecelakaan, korban meninggal, pelaku melarikan diri

* 4-4 : Penerimaan kurang jelas

* 5-5 : Penerimaan baik/sehat

* 8-4 : Tes pesawat/penerimaannya

* 8-6 : Dimengerti

* 8-7 : Disampaikan

* 8-8 : Ingin berjumpa langsung

* 10-2 : Posisi/keberadaan

* 10-4 : Diterima <-masterfrans

* 10-4 : roger that <-entalpy

* 10-8 : Menuju

* 1-1-2 : Emergency / darudat <- dasardasar

* 2-8-5 : Pemerkosaan

* 3-0-3 : Perjudian <- The Predator

* 3-0-1: lagi kimpoi <- killerinhouse

* 3-3-8 : Pembunuhan

* 3-6-3 : Pencurian

* 3-6-5 : Perampokan

* 8-1-0 : Pembunuhan

* 8-1-1 : Hidup

* 8-1-2 : Berita agar diulangi (kurang jelas)

* 8-1-3 : Selamat bertugas

* 8-1-4 : Laporan/pembicaraan terlalu cepat

* 8-1-5 : Cuaca

* 8-1-6 : Jam/waktu

* 8-1-9 : Situasi

* 8-1-10 : Komandan <- Munyuk Mumet

Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

SANDI HURUF

* Taruna : Berita

* Gelombang : Jam/waktu

* Semut : Pelajar

* Lalat : Mahasiswa

* Pangkalan : Rumah/kediaman

* Cangkulan : Kantor/tempat kerja

* Gajah : Derek

* Cicak = KPK <- pemulungs

* Komando : Kantor polisi

* Tikar : Surat

* Buntut tikus : Antena pendek (HT)

* Belalai gajah : Antena atas

* Bandeng : Mayat <- JasminJava

* Laka : Kecelakaan

* Jaya 65 : Kebakaran

* Timor Kupang Pati : Tempat Kejadian Perkara

* Timor Lombok Pati : Telepon

* Timor Kupang Ambon : TerKendali Aman

* Halong Timur : Handy Talky (HT)

* Halong Pati : Hand Phone (HP)

* Kupang Rembang : KendaRaan

* Kupang Ambon : Kereta Api

* Wilis Kendal : Walikota

* Kendal Cepu : KeCamatan

* Kendal Lombok : KeLurahan

* Rembang Wilis : RW

* Rembang Timur : RT

* Rembang Rembang : Serse

* Rembang Solo : Rumah Sakit

* Rembang Pati : Rupiah

* Anak Kijang : Pencuri/Tersangka

* Angkot cipayung-ciracas : T-14-Koperasi Wahana Kalpika <-andromedaelroza

* Ambon Demak : Angkatan Darat

* Ambon Lombok : Angkatan Laut

* Ambon Ungaran : Angkatan Udara

* Pati Medan : Polisi Militer

* Timor Medan : Tamu/Teman

* Lombok-Lombok : Lalu Lintas

* Timor Lombok : Lampu Lalu Lintas/Traffic Light

* Sepi : Senjata Api

* Sajam : Senjata Tajam

* Curat : Pencurian Dengan Pemberatan

* Curas : Pencurian Dengan Kekerasan

* Curanmor : Pencurian Kendaraan Bermotor

* Bandung Umar Solo : BUS

* Medan-Medan : Metro Mini

* Pati Demak Irian : Jam/Waktu

* Solo Medan Pati : Pelajar

* Solo Medan Ungaran : Mahasiswa

* Solo Timur Medan : Rumah/Kediaman

* Opak Kendal Jepara : Kantor/Tempat Kerja

* Opak Pati Solo : Derek

* Lombok Pati : Kantor Polisi

* Lombok Irian : Surat

* Lombok Demak : Antena Pendek (HT)

* Bandung-Bandung : Barang Bukti (BB)

* Bandung2 Padat : Makan

* Bandung2 Medan : Bahan Bakar Minyak

* Lampiran/Ambon : Istri

* Monik : Anak

* Solo Bandung : Stand By

* Solo Garut : SiaGa

* Medan Demak : Meninggal Dunia

* Pati Ambon Medan : Pengamanan

* Ambon Pati-Pati : Apel

* Palang Hitam : Mobil Jenazah

* Demak Pati Kendal : Dinas Pemadam Kebakaran

* wayang = intel+serse <-dwahyuagung

* panah = polantas

Sandi Pangkat Kesatuan

* Kresna : Presiden

* Bima : Wakil Presiden

* Timor Bandung I : Kapolri

* Metro I : Kapolda

* Timor I : Kapolres

* Jajaran 1 : Kapolsek

* Jajaran 2 : Wakapolsek

* Jajaran 3 : Serse

* Jajaran 4 : Sabhara

* Jajaran 5 : Bimas/Babinkamtibmas

* Jajaran 6 : Lantas/Lalu Lintas

Lanjut ke halaman 4...


[page_break no="" title="Kepolisian Mencetak Artis"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Mungkin hanya satu institusi pemerintah di negeri ini yang pernah sukses mencetak artis yang sempat membuat heboh dunia pertelevisian nasional. Dialah Norman Khamaru.

Polisi yang menjadi bintang video “Polisi Gorontalo Menggila” ini adalah seorang anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Gorontalo. Polisi yang satu ini mendadak terkenal di dunia maya setelah video berjoget dan lip sync lagu Indianya beredar luas di internet lewat YouTube dan jejaring sosial.

Aksi Briptu Norman Kamaru bergoyang lagu India ini memang memancing senyum. Jika biasanya prajurit Brimob dikenal garang, Briptu satu ini seolah-olah ingin menepis paradigma tersebut. Dalam video tersebut Briptu Norman sedang berjaga di sebuah pos. Sambil tetap duduk di meja, dia menyanyikan sebuah lagu India berjudul Chaiya-chaiya secara lipsync, sambil menirukan gaya bintang film asal India Shahrukh Khan. Norman melakukan itu untuk menghibur temannya yang mengalami masalah.

Berbagai media juga telah memberitakan aksi seru ini. Mulai dari media cetak, media internet, maupun media eletronik, tentunya dengan judul-judul yang bombastis, smapai akhirnya membuat namanya terus meroket. Kangen dengan aksi lipsync-nya? Nih kalian bisa tonton lagi videonya di bawah:

[youtube_embed id="jsVW-XO9nuY"]

Baca: Sekilas Info Tentang Briptu Norman Khamaru


[page_break no="" title="Polisi Meraih Banyak Penghargaan"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Meskipun jarang terekspos, namun polisi juga banyak meraih penghargaan internasional lho! Seperti Made Mangku Pastika, mantan Kapolda Bali yang saat ini menjabat sebagai [outbound_link text="Gubernur Provinsi Bali" link="http://id.wikipedia.org/wiki/I_Made_Mangku_Pastika#2013-2018"] ini memang layak mendapat penghargaan internasional. Mantan Ketua Tim Investigasi Bom Bali itu selain sukses menangkap para pelaku peledakan bom di Kuta. Beliau ternyata punya strategi jitu menangani kasus teroris, yang bahkan strategi tersebut kini [outbound_link text="dipakai model" link="http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2004/2/6/b18.htm"] oleh 24 negara dalam memberantas terorisme.

Selain itu, masih ada banyak anggota Polri yang mendapat penghargaan internasional. Seperti Kombes Pol Krishna Murti, anggota Polri pertama yang bertugas di Markas Besar PBB di New York sejak berdirinya PBB sampai dengan sekarang, yang pernah [outbound_link text="medapatkan medali PBB" link="http://news.detik.com/read/2012/06/01/071730/1930011/608/kombes-krishna-murti-anggota-polri-peraih-medali-di-pbb"] pada tahun 2012 lalu. Kemudian juga ada anggota Polri, anggota Kontingen Garuda Bhayangkara Polri UNMISS yang mendapatkan [outbound_link text="medali perdamaian" link="http://www.interpol.go.id/id/misi-internasional/event/545-enam-anggota-polri-pada-unmiss-menerima-penghargaan-medali-perdamaian-pbb-di-sudan-selatan"] PBB di Sudan.

Lanjut ke halaman 5...


[page_break no="" title="Jadi Polisi Susah Bener"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Untuk lebihnya yang satu ini jika dilihat dari dua sisi, ada plus minusnya. Menjadi anggota Polri memang susah, selain seleksi yang sangat ketat, ternyata juga tidak murah. Dan hal itu yang membuat para anggotanya menjunjung tinggi institusinya karena untuk meraih posisi yang saat ini dicapai butuh pengorbanan yang tidak kecil jumlahnya. Namun jika dilihat dari sisi yang lain, bisa saja muncul kesimpulan jika anggota polisi sudah identik dengan suap-menyuap, bahkan [outbound_link text="tidak ada yang gratis" link="http://www.jpnn.com/read/2013/11/17/201302/Susah-Jadi-Polisi-Jujur,-Naik-Pangkat-Saja-Harus-Bayar-"] untuk bisa naik pangkat.

Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Hanya saja image suap atau juga beken akhir-akhir ini dengan sebutan gratifikasi tersebut tidak sebenuhnya benar kok. Masih lebih banyak polisi yang jujur, dan justru penipuan atau aksi penyuap gagal untuk lolos seleksi recruitmen polisi misalnya, gagal di tengah jalan. Seperti yang [outbound_link text="pernah terjadi di Kota Ambon" link="http://www.beritamaluku.com/2013/05/kasus-suap-caba-polri-2012-masih-dalam.html"], seorang peserta seleksi sampai menyerahkan uang Rp.180 juta kepada oknum yang mengaku dekat dengan Kapolda Maluku, dan peserta seleksi hanya bisa gigit jari, karena selain tidak diterima menjadi anggota Polri, uang sejumlah Rp.180 juta pun ludes. Kemudian di Bengkulu, pernah juga ada calo pemberi janji lolos seleksi anggota Polri malah lebih ekstrem dan membuat banyak korban lebih percaya. Sampai-sampai di situs Kepolisian Republik Indonesia yang ada di media sosial, membuat pernyataan menjelaskan kasus tersebut.


[page_break no="" title="Mudah Keluar Dari Penjara"]


Belajar Dari Skandal: Inilah Alasan Polri Masih Lebih Dibanding KPK

Yang satu ini bisa juga menjadi nilai "lebih" anggota Polri, mudah banget keluar dari penjara. Seperti yang terjadi pada terpidana kasus rekening gendut (hingga Rp. 1.5 triliun) anggota Polres Raja Ampat, Labora Sitorus, diketahui [outbound_link text="kabur dari selnya" link="http://www.tempo.co/read/news/2015/01/23/063636958/Hampir-Setahun-Labora-Kabur-Dirjen-Lapas-Tak-Tahu"], dan bahkan itu pun sampai tidak diketahui oleh kepala lapas dimana dia dipenjara. Hebatnya, terpidana ini ternyata sudah "menghilang" dari selnya di Lapas Sorong dengan alasan berobat sudah hampir setahun lalu, sejak sejak 17 Maret 2014. Hingga saat ini masih [outbound_link text="belum bisa ditangkap" link="http://www.jawapos.com/baca/artikel/12541/Bentuk-Tim-Gabungan-Buru-Labora-Sitorus"], meskipun sudah diketahui dimana keberadaannya.

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU