Pemerintah Korea Selatan Mengatakan Video Game Hanyalah untuk Pecundang

Walau banyak memiliki gamer dan developer berprestasi, pemerintah Korea Selatan ternyata menentang masyarakatnya untuk bermain game. Lihat videonya di sini!

Pemerintah Korea Selatan Mengatakan Video Game Hanyalah untuk Pecundang

Tidak, kamu tidak salah baca. Dan ini juga bukan datang dari tetangganya yang berada di utara. Berdasarkan laporan dari TGG, sejak dari Januari tahun ini pemerintah Korea Selatan telah mengeluarkan beberapa video anti-video game yang mengajak para pemuda di negara ginseng tersebut untuk meninggalkan permainan digital ini.

Walaupun memiliki industri yang lebih matang dan prestasi yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, ternyata pemerintah Korea Selatan merasa perlu "memerangi" penyebaran video game di negaranya. Padahal, industri dan komunitas video game di Korea Selatan, terutama e-sport, merupakan salah satu yang terbesar di Asia, bahkan dunia.

Berbagai jenis e-sport seperti DOTA 2, League of Legends, CS:GO, Starcraft 2, dan lain sebagainya memiliki pemain-pemain andal yang berasal dari Korea Selatan. Korea Selatan juga memiliki banyak developer dan penerbit game yang memiliki pasar global, sebut saja NCSOFT, Gamevil, Com2Us, Netmarble, Naver (LINE), dan lain sebagainya.

Penasaran bagaimana video yang dirilis oleh pemerintah Korea Selatan tersebut? Ini dia:

[embedly url="https://twitter.com/gookanon/status/729874509008900096"]

[embedly url="https://twitter.com/gookanon/status/729881840161525760"]

Di salah satu video di atas bahkan dikatakan bahwa "Only Losers Play Video Game" yang artinya adalah "Hanya Para Pecundanglah yang Bermain Video Game". Padahal sudah jelas bahwa banyak di antara orang-orang sukses dan olahragawan yang juga senang bermain video game. Ambil saja contoh Kobe Bryant, Michael Fassbender, Bill Gates, Vin Diesel, Jack Wilshere, dan banyak lainnya.

Pemerintah Korea Selatan Mengatakan Video Game Hanyalah untuk Pecundang Tagline kampanye tersebut.[/caption]

Pemerintah Korea Selatan memang sejak beberapa tahun yang lalu memiliki rencana untuk membatasi kegiatan bermain game di masyarakat mereka. Hal ini sudah terjadi sejak tahun 2011 di mana parlemen Korea Selatan membuat larangan kepada anak di bawah 16 tahun untuk bermain game dari tengah malam hingga matahari terbit (sebenarnya ini adalah aturan yang bagus). Di tahun 2013, timbul pula rencana untuk menyamakan video game dengan produk-produk seperti alkohol dan judi.

Sepertinya perlawanan pemerintah Korea Selatan terhadap gaming lebih keras ya daripada di Indonesia (di sini pun hanya sebagian kecil saja yang menentang). Bagaimana menurut kamu atas langkah yang diambil oleh Korea Selatan ini? Yuk sampaikan pendapatmu di kolom komentar!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU